Review Serie A 2015-2016 Giornata 1: Juventus 0-1 Udinese

Juventus mengawali perjuangan untuk meraih scudetto kelima beruntun dengan jalan yang terjal. Menjamu Udinese dalam laga perdana Liga Italia musim ini, Juve dipaksa menelan pil pahit dengan skor tipis 0-1. Sepanjang sejarah, baru kali ini sang Nyonya Tua takluk dalam laga pembuka musim di kandang sendiri. Kekalahan ini sekaligus juga mengakhiri rekor tak terkalahkan La Vecchia Signora di Juventus Stadium dalam 47 laga Serie A, yang terakhir kali dinodai oleh Sampdoria pada bulan Januari 2013.

Sejak awal, pertandingan antara dua tim dengan warna kebesaran putih-hitam ini berjalan dengan tempo lambat. Meski demikian, Juve sangat dominan dalam penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan Udinese. Hanya saja, upaya tersebut terlihat sia-sia karena Antonio Di Natale dkk bertahan dengan rapat dan bisa mementahkan semua serangan tuan rumah.

Hengkangnya Andrea Pirlo ke New York dan cederanya Claudio Marchisio memang sangat terasa bagi Juve. Meski tetap unggul dalam penguasaan bola, tidak ada lagi sosok pengatur permainan yang kreatif. Pemain serba bisa, Simone Padoin, yang diplot sebagai gelandang sentral, gagal mengemban peran regista yang biasanya dilakoni oleh Pirlo atau Marchisio. Pelatih Max Allegri tampaknya terlalu percaya diri dalam memberi tanggung jawab tersebut kepada gelandang medioker semacam Padoin.

Udinese sendiri bermain dengan disiplin dan bertahan sangat dalam. Serangan-serangan balik yang mereka lancarkan rata-rata terhenti di lapangan tengah. Meski demikian, La Zebrette berhasil menghalau upaya Paul Pogba yang kemarin diberi keleluasaan untuk mengatur serangan Juve dari lini kedua.

Menyadari umpan-umpan pendeknya tidak ada yang mampu menembus pertahanan Udinese, Juve pun mulai melancarkan bola-bola jauh. Nyatanya, hingga babak pertama berakhir, usaha itu juga tidak membawa hasil. Kedua tim harus puas berbagi skor kacamata saat turun minum.

Pada babak kedua, situasi tidak banyak berubah. juve tetap dominan dalam ball possession, tapi kesulitan menembus ketatnya pertahanan Udinese. Kingsley Coman yang beberapa kali gagal menuntaskan peluang one-on-one dengan kiper Karnezis, akhirnya diganti dengan Paulo Dybala pada menit ke-65. Tampaknya, Allegri berharap Dybala bisa mengubah keadaan seperti ketika dia menghancurkan Lazio di SuperCoppa Italiana di Shanghai dua pekan lalu.

Pelatih Udinese, Stefano Colantuono, pun merespon dengan mengganti sang legenda Antonio Di Natale yang tampil buruk dengan Duvan Zapata pada menit ke-66. Masuknya striker yang digaet dari Napoli ini membuat serangan balik tim tamu menjadi lebih cepat dan tajam. Tiga benteng Juve, Andrea Barzagli, Leo Bonucci, dan Giorgio Chiellini, terlihat cukup kelabakan menghalau kombinasi Zapata dengan Cyril Thereau yang berupaya mengancam gawang Gigi Buffon.

Memasuki menit ke-78, karena terlalu asyik menyerang, Juve akhirnya menjadi korban permainan catenaccio Udinese. Panagiotis Kone yang bergerak dari sisi kanan melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti Juve. Para bek tuan rumah, yang tampak kaget, lupa mengawal Thereau yang tiba-tiba muncul dan tanpa ampun menceploskan bola ke dalam gawang Buffon.

Tertinggal satu gol dengan waktu tersisa sekitar 10 menit, pelatih Allegri tampak panik dan menarik keluar Stephan Lichtsteiner yang sebelumnya lupa mengawal Thereau. Mauricio Isla pun dimasukkan untuk membuat serangan dari sayap lebih agresif. Begitu juga dengan Fernando Llorente yang menggantikan Roberto Pereyra beberapa menit kemudian.

Namun, hingga 90 menit plus injury time berakhir, Juve tak kuasa membalas, apalagi membalik keadaan. Meski menguasai permainan hingga 66 persen, Mario Mandzukic dkk hanya melepaskan 5 kali tembakan tepat sasaran dari 21 kali percobaan. Di lain pihak, Udinese bermain sangat efektif. Meski hanya melakukan dua kali shot on target dari 6 kali tembakan, Zapata dkk mampu mencuri satu gol.

Kekalahan mengejutkan dari Udinese ini jelas membuat posisi Juventus tertekan. Minggu depan, Bianconeri harus melawat ke kandang Serigala Roma. Jika sampai keok lagi, sang Nyonya Tua bakal melalui dua laga perdana Serie A dengan tanpa poin. Mungkin ini akan menjadi awal musim terburuk sepanjang sejarah. Pray for Juve.

***

Ratings:

Juventus (3-5-2): 5
Buffon 6; Barzagli 5.5, Bonucci 6, Chiellini 5.5; Lichtsteiner 6/Isla 4.5 (82’), Pereyra 5/Llorente 6 (89’), Padoin 5.5, Pogba 5.5, Evra 5.5: Mandzukic 6, Coman 5.5/Dybala 5.5 (65’).
Coach: Allegri 5.

Udinese (3-5-2): 6.5
Karnezis 6.5; Heurtaux 6, Danilo 6, Piris 6; Edenilson 6, Agyemang-Badu 6 /Kone 6.5 (53’), Iturra 5.5, Fernandes 6.5, Adnan 6/Widmer 6 (86’); Thereau 6.5, Di Natale 4.5/Zapata 6.5 (66’).
Coach: Colantouno 7.

Referee: Mazzoleni 6.5.

Man of the Match: Duvan Zapata.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 1: Juventus 0-1 Udinese

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s