Preview Formula 1 Gran Premio D’Italia 2015

Akhir pekan ini, sirkus Formula 1 akan kembali mengunjungi salah satu sirkuit klasik, yaitu Monza di Italia. Dilihat dari karakternya, Monza adalah sirkuit yang tercepat di F1 dan seharusnya menjadi makanan empuk bagi Mercedes seperti di Spa dua pekan lalu. Maka dari itu, jika tidak ada kejutan, podium tertinggi tampaknya akan kembali diperebutkan oleh Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Selain persaingan antar duo Mercedes, ada hal penting yang juga patut dicermati weekend ini, yaitu soal kinerja ban Pirelli. Dua pekan lalu, ban asal Italia itu membuat heboh karena tiba-tiba meletus satu lap menjelang finish dan membuat Sebastian Vettel gagal menyelesaikan lomba. Pada sesi latihan, masalah yang sama juga sempat dialami oleh Nico Rosberg. Untungnya, baik Vettel maupun Rosberg tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa mereka karena insiden tersebut.

Pirelli sendiri sudah merilis hasil investigasi terkait pecahnya ban Vettel di Spa. Menurut mereka, insiden tersebut terjadi karena ban Vettel sudah tipis hingga 30 persen karena digeber selama 27 lap. Lalu, pecah karena tersayat oleh pecahan bodi mobil lain di trek. Jadi, bukan karena struktur ban Pirelli yang bermasalah.

Sirkuit Monza, seperti halnya Sirkuit Spa di Belgia, merupakan sirkuit cepat yang biasanya banyak mengikis ban. Maka dari itu, Pirelli pun menyiapkan langkah preventif supaya insiden yang sama tidak terulang akhir pekan ini. Dua jenis ban sudah disiapkan, yaitu medium dan soft. Keduanya memiliki daya cengkeram ekstra, tapi lebih lunak daripada ban yang digunakan tahun lalu.

Meski berkarakter supercepat, suhu di Monza diperkirakan tidak sepanas di Spa. Oleh karena itu, ancaman temperatur tinggi yang membuat ban meletus diharapkan bisa diminimalisir. Namun, dengan karakter sirkuit yang low-downforce, ban bakal bekerja ekstra saat pebalap melakukan pengereman dan saat melakukan akselerasi keluar dari tikungan. Kerb alias gundukan di pinggir trek yang dilibas oleh pebalap juga menjadi salah satu faktor yang bisa mengikis ban dengan cepat.

Di luar Mercedes, yang berpeluang membuat kejutan di Monza adalah tim-tim yang juga menggunakan mesin Mercy, seperti Williams, Lotus, dan Force India. Duo Williams, Felipe Massa dan Valtteri Bottas, yang baru memperpanjang kontrak hingga akhir musim 2017 tentu saja menjadi penantang utama bagi Hamilton dan Rosberg. Keduanya memburu kemenangan pertama musim ini.

Selain itu, juga ada Romain Grosjean yang mendapat durian runtuh dengan naik podium di Spa setelah ban Vettel meletus. Kali ini, pebalap Lotus itu ingin mengulangi prestasinya tersebut. Di Monza, hampir mustahil mengalahkan duo Mercedes dalam kondisi normal. Maka dari itu, finish di posisi ketiga ibarat sebuah kemenangan bagi pebalap asal Prancis tersebut.

Sementara itu, Ferrari selaku tuan rumah juga pasti tidak ingin malu di Monza. Meski tidak secepat mobil-mobil yang bermesin Mercedes, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen punya keunggulan dalam hal strategi. Jika tidak mengalami nasib siap pecah ban satu lap menjelang finish, Vettel seharusnya bisa naik podium di Spa dua pekan lalu.

Akhir pekan ini, Ferrari juga sudah melakukan upgrade pada mesin mereka agar bisa menyaingi mobil-mobil yang bermesin Mercy. Patut ditunggu bagaimana aksi Vettel yang pekan lalu gagal finish. Di Monza, dia memiliki kenangan manis. Kemenangan pertama pebalap asal Jerman di F1 itu diraih di sirkuit legendaris ini pada tahun 2008. Saat itu, Vettel yang membela tim gurem Scuderia Toro Rosso langsung ditahbiskan sebagai pebalap termuda yang mampu meraih victory sepanjang sejarah.

Di lain pihak, FIA bakal memberlakukan aturan lebih ketat terkait pebalap yang suka menerabas chicane di Monza, yaitu dengan memasang pembatas (kerb) berwarna kuning-hitam yang lebih tinggi. Setiap pebalap yang dengan sengaja menerobos chicane, terutama di tikungan pertama dan kedua, dan mendapatkan keuntungan dari manuvernya tersebut, akan mendapat sanksi.

Aksi pebalap yang seenaknya menerobos chicane memang sangat berbahaya, apalagi jika dilakukan di sirkuit supercepat semacam Monza, dimana di trek lurus kecepatan setiap mobil bisa mencapai 340 kilometer per jam. Maka dari itu, harus dibuat aturan yang lebih ketat untuk meminimalkan terjadinya insiden yang berbahaya.

Formula 1 Gran Premio D’Italia 2015 akan dimulai pada hari Jumat, 4 September 2015, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 5 September 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 6 September 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Gran Premio D’Italia 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s