Preview Formula 1 Singapore Grand Prix 2015

Lewis Hamilton memang sangat digdaya musim ini. Sangat sulit untuk menghentikan juara dunia Formula 1 dua kali tersebut. Bahkan, rekan setimnya, sekaligus pesaing utamanya, Nico Rosberg, termehek-mehek mengejarnya. Meski sama-sama menggeber mobil Mercedes, pebalap asal Jerman itu hanya mampu berada di peringkat kedua dan kini tercecer 53 poin di belakang Hamilton.

Akhir pekan ini, di Singapura, semangat Hamilton bakal semakin berlipat. Meski terganggu oleh asap kiriman dari Indonesia, peluang mantan pacar Nicole Schzersinger untuk berjaya di Negeri Singa tetap besar. Apalagi, Hamilton kini sedang mengejar rekor pebalap idolanya, almarhum Ayrton Senna. Dengan satu kemenangan lagi, dia bakal menyamai rekor sang legenda asal Brasil tersebut (dan Sebastian Vettel) yang sudah mengemas 41 victory sepanjang karirnya di F1.

Selain rekor kemenangan, Hamilton juga mengejar rekor pole position delapan kali beruntun yang dipegang oleh Senna. Saat ini, pebalap asal Inggris tersebut sudah menempati posisi start terdepan tujuh kali berurutan. Terakhir kali dia melakukannya di GP Italia dua pekan lalu. Melihat kecepatan mobil Mercedes yang belum tertandingi, besar peluang Hamilton untuk kembali meraih pole position di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay akhir pekan ini.

Meski sangat diunggulkan, Hamilton tetap harus mewaspadai faktor kejutan yang sangat mungkin terjadi. Balapan yang berlangsung pada malam hari, ditambah kondisi sirkuit jalanan yang sangat sempit seperti Monaco, membuat GP Singapura biasanya dipenuhi oleh insiden. Safety Car bakal sering keluar dan itu akan sangat mempengaruhi hasil lomba. Ditambah lagi, perubahan suhu yang drastis dan faktor asap yang mengganggu jarak pandang, apalagi di malam hari, bakal membuat race weekend ini sulit diprediksi.

Dua pekan lalu di Monza, meski menang, Hamilton sebenarnya sempat terancam oleh duo Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, yang mengawali lomba dari posisi kedua dan ketiga. Seandainya Kimi tidak melakukan kesalahan saat start, sangat mungkin Hamilton kewalahan menghadapi keroyokan dua jagoan tim Kuda Jingkrak tersebut.

Di Singapura, ancaman dari Ferrari bakal semakin besar. Dengan karakter sirkuit yang sempit, lambat, dan berliku, keunggulan power mesin Mercedes tidak akan semaksimal seperti ketika digeber di sirkuit cepat seperti Monza. Maka dari itu, Vettel dan Kimi berpeluang untuk mendekati kecepatan Hamilton dan Rosberg saat kualifikasi, dan bisa jadi kembali menempati posisi start di front-row.

Vettel sendiri memiliki rekor yang sangat bagus di Singapura. Bisa dibilang, dialah Raja Balapan Malam di Marina Bay. Dari tujuh lomba yang sudah diadakan, pebalap asal Jerman itu sudah menang tiga kali dan sudah tiga kali pula naik podium di sana. Meski sulit memprediksi hasil race, Vettel pun mengakui sirkuit tersebut adalah sirkuit hoki buat dia.

Selain Ferrari, Red Bull yang sedang terpuruk juga berpeluang untuk membuat kejutan di Singapura. Penyebabnya, Sirkuit Marina Bay adalah sirkuit lambat yang memiliki banyak tikungan dan identik dengan Hungaroring (yang sering dijuluki sebagai Monaco tanpa dinding pembatas). Di GP Hungaria pada 26 Juli yang lalu, Daniil Kvyat dan Daniel Ricciardo meraih hasil terbaik musim ini dengan finish di posisi kedua dan ketiga di belakang Vettel. Sementara itu, Mercedes keok.

Dari 12 seri yang sudah berlangsung musim ini, GP Hungaria bisa dibilang merupakan balapan terburuk bagi Mercy. Itulah satu-satunya race di mana duo Silver Arrows gagal naik podium. Di 11 lomba lainnya, minimal ada salah satu di antara Hamilton atau Rosberg yang finish di posisi tiga besar. Tim kebanggaan Jerman tersebut memang memiliki kelemahan dalam melibas tikungan-tikungan lambat yang menghiasi Hungaroring.

Dengan kondisi sirkuit yang sama-sama minim trek lurus, bisa jadi Red Bull kembali berjaya di Singapura. Meski menggunakan mesin Renault yang lamban, mobil besutan superdesigner Adrian Newey itu memang terkenal lincah dalam melahap tikungan-tikungan lambat. Apalagi, Marina Bay tercatat sebagai sirkuit dengan tikungan terbanyak di F1 saat ini (23 tikungan).

Red Bull sendiri sangat optimistis dalam menyambut balapan malam berasap akhir pekan ini. Bahkan, mereka terkesan mengorbankan GP Italia dua pekan lalu karena merasa tidak berpeluang besar di sana. Ricciardo terpaksa start dari posisi buncit di Monza karena timnya sengaja menyimpan mesin agar bisa fresh saat digeber di Singapura.

2015 Formula 1 Singapore Airlines Singapore Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 18 September 2015, dengan sesi Free Practice 1 (17.00 WIB) dan Free Practice 2 (20.30 WIB). Hari Sabtu, 19 September 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (17.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (20.00 WIB). Hari Minggu, 20 September 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Singapore Grand Prix 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s