Preview Formula 1 Russian Grand Prix 2015

Sirkus Formula 1 musim ini di ambang menuntaskan lima seri terakhirnya, yang akan dimulai dari gelaran GP Rusia di Sochi akhir pekan ini. Jika melihat klasemen sementara, hampir bisa dipastikan Mercedes akan kembali mempertahankan gelar juara dunia konstruktor. Hanya keajaiban dan nasib yang amat sangat sial yang bisa menggagalkan the Silver Arrows meraih titel musim ini.

Dari lima lomba tersisa, dengan keunggulan 169 poin dari Ferrari, Mercedes hanya membutuhkan tambahan tiga angka lebih banyak untuk mengunci gelar juara dunia konstruktor. Melihat keunggulan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Jepang dua pekan lalu, sangat mungkin syarat itu bakal terpenuhi weekend ini di Rusia. Tahun lalu, di tempat ini juga mereka mengamankan titel tersebut. Selain di Singapura, duo Mercy tersebut memang nyaris dominan di semua balapan. Tercatat, dari 14 seri musim ini, sebelas kali mereka mampu naik podium.

Selain mengamankan gelar juara dunia konstruktor, agenda tambahan Mercedes di Sochi adalah mempertajam beberapa rekor yang mereka pecahkan tahun lalu. Pada musim 2014, Mercy mampu meraih 16 kemenangan. Itu adalah rekor victory terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah F1. Nah, tahun ini, Hamilton (8) dan Rosberg (3) sudah menyumbangkan 11 kemenangan. Jika mampu menyapu bersih victory dalam lima lomba tersisa, mereka berpeluang menyamai rekor tahun lalu.

Selanjutnya, Mercedes juga berniat memecahkan rekor jumlah poin terbanyak selama semusim yang mereka raih tahun lalu (701). Musim ini, Hamilton dan Rosberg sudah mengumpulkan total 506 poin. Jika mampu finish 1-2 dalam lima lomba terakhir, bakal ada 215 poin tambahan yang bisa mereka raih. Peluang untuk mempertajam rekor tersebut bukan hal yang mustahil untuk dilakukan.

Yang terakhir adalah rekor jumlah podium dalam semusim (31) yang juga Mercedes rebut tahun lalu. Hingga saat ini, mereka sudah mengumpulkan 23 podium. Jika dalam lima lomba tersisa Hamilton dan Rosberg selalu finish di tiga besar, dan itu bukan sesuatu yang sulit, berarti ada tambahan maksimal 10 podium lagi. Jadi, rekor total 33 podium selama semusim juga masih mungkin untuk dicapai.

Selain Mercedes, Hamilton juga memiliki ambisi pribadi untuk mempertahankan status sebagai pemenang di Sochi. Tahun lalu, mantan pebalap McLaren itu meraih victory dalam gelaran perdana GP Rusia. Tak tanggung-tanggung, ketika itu Presiden Vladimir Putin sendiri yang menyerahkan trofi kepada mantan kekasih Nicole Scherzinger tersebut.

Sempat galau setelah tampil amburadul di Singapura, Hamilton memang kembali “pede” setelah menang dengan meyakinkan di Suzuka. Terbukti, performa Mercedes masih tangguh dan merka mengalami kegagalan di Marina Bay karena suhu tinggi, sirkuit jalanan yang sempit dan permukaan aspal yang tidak bersahabat dengan ban setting-an mobil W06. Di Jepang, semua itu tidak terulang. Diyakini, di Rusia akhir pekan ini juga demikian.

Hamilton sendiri memang wajib menang di Sochi untuk segera mengamankan gelar juara dunianya yang ketiga atau yang kedua bersama Mercedes. Rosberg memang tertinggal cukup jauh di posisi kedua. Namun, dia tidak boleh terlena. Jika diberi peluang, bisa jadi rekan setimnya itu bakal bangkit dalam lima lomba tersisa dan menikung Hamilton di saat-saat terakhir. Belum lagi, ancaman dari Sebastian Vettel bersama tim Kuda Jingkrak Ferrari, yang bisa saja kembali membuat kejutan seperti di Singapura.

Niki Lauda, selaku Non-executive Chairman dari Mercedes, memang memperingatkan timnya agar tidak terlalu jumawa di Rusia. Juara dunia F1 tiga kali yang juga legenda Ferrari itu menyebutkan Sochi memiliki tipe aspal yang mirip-mirip dengan Singapura. Dengan kondisi lintasan seperti itu, rival utama James Hunt itu meramalkan ban mobil W06 akan terkikis habis-habisan di sana.

Di Rusia akhir pekan ini, Pirelli memang kembali menyediakan ban tipe soft dan supersoft yang membuat Mercedes amburadul di Singapura. Apalagi, Hamilton dan Rosberg dikenal tidak sebaik Vettel dalam menghemat ban. Jadi, setting-an yang tepat harus segera ditemukan oleh tim mekanik Mercy jika tidak ingin pesta juara mereka di Rusia tertunda.

Sementara itu, meski dikenal piawai dalam hal manajemen ban, Vettel tetap bersikap realistis dengan mengatakan peluang Mercedes untuk menang sangat besar. Mesin mereka terbukti paling cepat dan kuat. Keoknya Mercy di Singapura menurut Vettel lebih disebabkan oleh faktor cuaca yang panas. Hal ini berbeda dengan sirkuit di Sochi yang pasti jauh lebih dingin daripada Marina Bay.

Selain Vettel, pebalap yang ditunggu untuk membuat kejutan di Rusia adalah jagoan tuan rumah, Daniil Kvyat. Driver Red-Bull itu berusaha meraih hasil yang baik, minimal bisa naik podium, di Sochi. Renault selaku pemasok mesin, yang musim depan bercerai dengan Red Bull, berjanji akan menyajikan performa mesin yang maksimal pada lima seri terakhir musim ini.

2015 Formula 1 Russian Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 9 Oktober 2015, dengan sesi Free Practice 1 (14.00 WIB) dan Free Practice 2 (18.00 WIB). Hari Sabtu, 10 Oktober 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 11 Oktober 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 18.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Russian Grand Prix 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s