Preview World Cup 2018 Qualifiers Matchday 3: Argentina vs. Brazil

Jika di tingkat klub ada el clascio antara Real Madrid dan Barcelona sebagai perseteruan terpanas sejagad, maka di tingkat tim nasional ada permusuhan abadi antara Argentina dan Brasil. Tak heran, pertemuan dua negara bertetangga di kawasan Amerika Selatan itu juga mendapat julukan Superclasico de las Americas, alias el clasico-nya Amerika Latin.

Seperti halnya Real Madrid dan Barcelona, Argentina dan Brasil juga bertabur gelar di tingkat internasional. Tim Tango adalah pengoleksi juara 14 kali Copa America dan dua kali juara dunia. Sementara itu, tim Samba sedikit lebih mentereng dengan lima kali meraih Piala Dunia dan delapan kali menjadi jawara Copa America. Tak pelak, pertemuan kedua tim tersebut selalu sarat gengsi, mulai dari jamannya Pele dan Diego Maradona dulu, hingga ke era Neymar dan Lionel Messi saat ini.

Hari Jumat (13/11) pagi WIB (ditunda menjadi hari Sabtu (14/11) pagi WIB karena hujan lebat), Argentina dan Brasil akan kembali bertemu dalam ajang kualifikasi menuju Piala Dunia 2018 di Estadio Monumental, Buenos Aires. Sayangnya, dalam laga kali ini, tuan rumah bakal menjamu sang tamu dengan gigi ompong karena tidak diperkuat oleh dua taring mereka, Lionel Messi dan Sergio Aguero yang sedang cedera. Kondisi Carlos Tevez yang biasanya menjadi pelapis mereka juga kurang fit dan sepertinya juga tidak bisa diharapkan untuk tampil mengoyak gawang Brasil.

Satu-satunya harapan tim Tango di lini depan kini tinggal pada Gonzalo Higuain. Striker yang saat ini lagi hot-hotnya bersama Napoli di Liga Italia itu kembali dipanggil oleh Coach Tata Martino setelah dicampakkan pasca final Copa America 2015 yang lalu. Ditengarai, para petinggi AFA (Asosiasi Sepak Bola Argentina) mem-black-list Higuain karena eksekusinya gagal dan dianggap sebagai biang kekalahan Argentina saat adu penalti melawan tuan rumah Cile. Namun, kini mereka harus menjilat ludah sendiri karena tidak ada lagi striker berpengalaman yang tersisa setelah Messi, Aguero, dan Tevez terkapar cedera.

Dalam duel ke-97 melawan Brasil ini, Higuain memang diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Argentina terhadap Messi, alias Messidependencia. Akan tetapi, hal itu tidak akan mudah jika el Pipita bekerja sendirian. Karakternya sebagai ujung tombak membutuhkan sosok pendamping yang memberikan umpan-umpan matang di sampingnya. Nah, tugas sebagai pelayan itu harus bisa dilakukan dengan baik oleh Angel Di Maria dan Javier Pastore, seperti halnya Jose Callejon dan Marek Hamsik menyervis Higuain di Napoli.

Selain tiga pemain senior di atas, Martino sebenarnya masih memiliki Angel Correa, Paulo Dybala, dan Erik Lamela. Ketiganya memang lagi moncer di klub masing-masing, yaitu di Atletico Madrid, Tottenham Hotspur, dan Juventus. Dybala malah sudah menceploskan lima gol dari tujuh kali tampil di Serie A musim ini. Namun, terlalu riskan mempercayai para striker muda dalam laga panas semacam Superclasico ini. Mungkin hanya Correa yang akan dipasang sebagai starter untuk mendampingi Higuain dan Di Maria di lini depan.

Semantara itu, Brasil bakal melawat ke Argentina dengan membawa senjata utama mereka, yaitu Neymar. Dalam empat laga sebelumnya, bintang Barcelona yang lagi ganas-ganasnya itu dilarang tampil setelah terkena kartu merah saat Brasil dipermak Kolombia di Copa America 2015 yang lalu. Kini, mantan striker Santos itu sudah siap berkolaborasi dengan Willian dan Douglas Costa untuk mengobrak-abrik gawang Argentina.

Pertandingan matchday ketiga ini memang penting bagi kedua tim setelah mereka gagal meraup enam angka penuh dalam dua laga sebelumnya. Pada matchday pertama, Argentina dan Brasil kompak keok saat ditekuk Ekuador dan Cile dengan skor identik 2-0. Sedangkan pada matchday kedua, capaian Seleccao lebih baik karena berhasil mengalahkan Venezuela 3-1, sementara La Albiceleste hanya bermain imbang tanpa gol di kandang Paraguay.

Alhasil, saat ini Argentina hanya meraih satu angka dan menduduki peringkat ketujuh. Brasil sedikit lebih baik dengan menempati peringkat kelima dan meraup tiga poin. Maka dari itu, siapa pun yang kalah di matchday ketiga ini, posisi mereka bakal semakin terpuruk di klasemen sementara. Memang, ajang kualifikasi zona Amerika Selatan ini masih panjang, total masing-masing tim bakal melakoni 18 laga. Namun, start yang buruk tentu saja akan membuat Argentina dan Brasil kesulitan lolos ke Rusia. Para bolamania pastinya tidak ingin Piala Dunia 2018 hambar tanpa kehadiran dua tim raksasa tersebut.

***

Probable Line-ups

Argentina (4-3-3):
1 Romero; 4 Peruzzi, 17 Otamendi, 16 Funes Mori, 3 Roncaglia; 6 Perez, 14 Mascherano, 21 Pastore; 7 Di Maria, 9 Higuain, 20 Correa.
Coach: Martino.

Brazil (4-3-3):
1 Jefferson; 15 Dani Alves, 3 Miranda, 4 David Luiz, 16 Felipe Luis; 17 Luiz Gustavo, 8 Elias, 19 Willian; 7 Douglas Costa, 21 Hulk, 10 Neymar Jr.
Coach: Dunga.

Referee: Antonio Arias (PAR).
Venue: Estadio Monumental, Buenos Aires.
Kick-off: Fri, Nov 13, 2015, 07.00 WIB (postponed due to torrented rain); Sat, Nov 14, 2015, 07.00 WIB.
Live: Stream.

Prediction: Argentina 1-0 Brazil.

Preview World Cup 2018 Qualifiers Matchday 3: Argentina vs. Brazil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s