Review Formula 1 Grande Premio do Brasil 2015

Mercedes akhirnya berhasil mengunci posisi 1-2 di klasemen pebalap musim ini setelah Nico Rosberg memenangkan GP Brasil pada hari Senin (16/11) dini hari WIB kemarin. Dengan 297 poin, Rosberg sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Sebastian Vettel (266), yang kemarin finish ketiga di belakang Lewis Hamilton, karena balapan hanya menyisakan satu seri lagi (dengan perolehan maksimal 25 angka) di Abu Dhabi akhir bulan nanti.

Meski demikian kesuksesan Mercedes kemarin dibumbui oleh ketidakpuasan Hamilton. Pebalap yang sudah mengunci gelar juara dunia tahun ini tersebut KZL karena merasa dihalang-halangi untuk menang oleh timnya sendiri. Driver asal Inggris itu memang berambisi menapak podium tertinggi di Brasil untuk menghormati almarhum Ayrton Senna yang merupakan idolanya dan legenda pujaan negeri Samba.

Pada balapan kemarin, Rosberg memang tak terbendung sejak start. Menempati pole position, pebalap asal Jerman itu terus memimpin hingga garis finish. Hamilton hanya mampu menguntit di belakang tanpa mampu menyalipnya. Padahal, jarak mereka kerap kali sangat dekat. Strategi tiga kali pit stop yang dipaksakan oleh tim Mercedes ditengarai menjadi pemicunya. Hamilton sendiri merasa dua kali pit stop sebenarnya sudah cukup.

Akibat tiga kali pit stop tersebut, Hamilton kehilangan banyak waktu untuk menyalip Rosberg. Tipe sirkuit Interlagos yang sempit memang menyulitkan untuk salip-menyalip. Makanya, strategi pit stop sangat menentukan untuk meraih kemenangan di sirkuit yang terletak di Sao Paulo tersebut.

Mercedes sendiri membantah sengaja menghalangi-halangi kemenangan Hamilton. Menurut Toto Wolff, kebijakan dua kali pit stop memang harus diambil agar Hamilton tidak kehabisan ban dan terkejar oleh Vettel yang setia menguntit di belakangnya. Vettel sendiri pada balapan kemarin menerapkan tiga kali pit stop. Otomatis, ban dia bakal lebih fresh jika Hamilton tidak melakukan hal yang sama. Hal itulah yang akhirnya membuat the Silver Arrows mengubah strategi yang semula dua pit stop menjadi tiga pit stop.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Mercedes memang dicurigai sengaja menerapkan team order untuk mengamankan posisi 1-2 di klasemen akhir dari kejaran Ferrari. Skenarionya, jika Hamilton meraih pole di Brasil, maka tidak ada team order. Tetapi, berhubung Rosberg yang start terdepan, maka Hamilton dengan terpaksa dikorbankan agar Vettel tidak mampu mengejar perolehan poin Rosberg.

Sejak Hamilton mengunci gelar juara dunia 2015 di GP Amerika Serikat yang lalu, Rosberg memang tiba-tiba bangkit dengan meraih kemenangan di Meksiko dan Brasil. Sebelumnya, anak legenda F1 Keke Rosberg itu terpuruk dan bahkan disalip oleh Vettel di klasemen sementara. Sementara itu, Hamilton terlihat sulit menang meski kecepatannya terlihat dominan.

Setelah GP Brasil ini, balapan F1 hanya menyisakan satu seri dua pekan lagi. Berhubung posisi kedua sudah diamankan Rosberg dan Vettel sudah pasti menempati posisi ketiga, maka yang tersisa adalah perebutan posisi keempat antara duo Finlandia, Kimi Raikkonen (135) dan Valtteri Bottas (136), yang hanya dipisahkan satu angka saja. Sampai jumpa di Abu Dhabi!

Review Formula 1 Grande Premio do Brasil 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s