Review Serie A 2015-2016 Giornata 20: Udinese 0-4 Juventus

Juventus merusak pesta pembukaan stadion baru Udinese, Dacia Arena, pada hari Minggu (17/01) yang lalu. Bagaimana tidak, sang Nyonya Tua tanpa ampun menghajar sang tuan rumah yang seharusnya bergembira menyambut kandang baru mereka. Kemenangan pada giornata ke-20 itu juga sekaligus balas dendam atas kekalahan Gigi Buffon dkk yang dipermalukan oleh Antonio Di Natale dkk di Juventus Stadium pada giornata pertama yang lalu.

Saat ini, Juve memang bukan lagi tim yang termehek-mehek seperti di awal musim. La Vecchia Signora sudah kembali ke khitahnya sebagai juara bertahan Serie A dengan meraih 10 kemenangan beruntun dan kini nangkring di posisi kedua, tertinggal dua poin dari Napoli selaku penguasa klasemen sementara.

Pada awal laga, Juve sebenarnya terlihat tidak terlalu pede dalam menggempur pertahanan Udinese. Mungkin Claudio Marchisio dkk masih trauma dengan kekalahan yang mereka derita pada pekan pertama. Kala itu, Bianconeri sebenarnya mendominasi permainan, tetapi akhirnya keok karena kecolongan oleh serangan balik tim yang juga sama-sama memiliki warna kebesaran hitam-putih tersebut.

Untungnya, meski kali ini tidak diperkuat oleh Paul Pogba yang menderita flu, Juve masih memiliki Paulo Dybala yang penampilannya sudah on fire dan tidak lagi gamang seperti di awal musim. Mantan striker Palermo itu memecah kebuntuan dengan mencetak gol tendangan bebas yang indah pada menit ke-15. Tak pelak, keunggulan ini membuat para pemain Juve semakin pede untuk mulai menekan benteng pertahanan Udinese.

Tak butuh waktu lama, tepatnya tiga menit kemudian, Juve kembali menambah gol. Lagi-lagi lewat kontribusi Dybala yang melepaskan umpan ke depan gawang Udinese. Sami Khedira yang tak terkawal dengan leluasa menyeruak ke dalam untuk kemudian menyundul bola dan menjebol gawang tim tuan rumah.

Tertinggal dua gol dalam waktu singkat sebenarnya tidak membuat Udinese down. Tim besutan Stefano Colantuono itu berupaya menjaga gengsi untuk setidaknya menyamakan skor di rumah baru mereka. Namun, pada menit ke-25, ibarat sudah jatuh lalu tertimpa tangga, wasit mengganjar bek Danilo dengan kartu merah setelah menjegal Mario Mandzukic dengan kasar di dalam kotak terlarang. Selain harus bermain dengan 10 orang, tim dari Kota Udine itu juga dijatuhi hukuman tendangan penalti.

Paulo Dybala yang kali ini tampil sebagai algojo tak membuang kesempatan tersebut. Tembakannya tak mampu dibendung kiper Udinese dan menambah keunggulan Juve menjadi 3-0. Gol tersebut sekaligus menjadi gol kedua Dybala dalam laga yang tidak seimbang itu.

Nasib tragis Udinese ternyata masih belum berakhir. Pada penghujung babak pertama, Alex Sandro tidak mau tertinggal dalam pesta gol Juventus. Lagi-lagi lewat umpan Paulo Dybala dari sisi kiri, bek asal Brasil tersebut melesatkan tembakan yang mengecoh kiper Karnezis. Tim tamu pun menambah keunggulan menjadi 4-0 yang bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Juve tampak menahan diri untuk tidak terlalu memforsir serangan. Hal ini bisa dimaklumi karena sang Nyonya Tua harus menghadapi Lazio pada ajang Coppa Italia tengah pekan ini dan menjamu Roma di Serie A pekan depan. Pelatih Max Allegri tampaknya sengaja memperlambat tempo dan menyimpan tenaga.

Sejumlah pergantian pemain pun dilakukan oleh Juve. Yang pertama Giorgio Chiellini ditarik dan Martin Caceres dimasukkan pada menit ke-59. Setelah itu, Dybala yang bermain gemilang juga diistirahatkan pada menit ke-66. Namun, sayangnya, Alvaro Morata yang masuk sebagai pengganti tak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengakhiri kemandulannya sejak bulan Oktober di Serie A.

Meski Juve terlihat memberi kesempatan, Udinese tetap tidak mampu bangkit pada babak kedua. Tidak ada satu gol hiburan pun yang mereka ciptakan. Alhasil, hingga wasit meniup peluit akhir, skor 4-0 tetap tidak berubah.

Selama 90 menit, Juve memang tampak dominan dalam penguasaan bola, hingga 62 persen. Sebanyak 13 tembakan mereka lepaskan dengan delapan di antaranya on target dan empat menjadi gol. Sementara itu, dari delapan tembakan yang dilepaskan Antonio Di Natale dkk, hanya tiga yang mengarah ke gawang Gigi Buffon dan tidak ada yang menjadi gol.

Dengan kemenangan ini, Juve memang masih belum bisa menggusur Napoli dari puncak klasemen. Tetapi, Paul Pogba dkk sudah mampu meninggalkan Inter dengan gap dua poin di peringkat ketiga. Jika pekan depan mampu membalas dengan dengan menghajar Roma di Juventus Stadium, bukan tidak mungkin kita akan melihat La Vecchia Signora bertahta sebagai capolista Serie A.

***

Ratings

Udinese (3-5-2): 5
Karnezis 5.5; Wague 5/Heurtaux 5.5 (55′), Danilo 4, Felipe 5; Widmer 5, Agyemang-Badu 5, Lodi 5.5, Iturra 5, Edenilson 5; Thereau 5.5/Bruno Fernandes 5 (70′), Di Natale 5/Zapata 5 (’60).
Coach: Colantuono 5.

Juventus (3-5-2): 7.5
Buffon 6.5; Rugani 6, Bonucci 6, Chiellini 6.5/Caceres 6.5 (59′); Lichtsteiner 6.5/Padoin 6 (80′), Khedira 7.5, Marchisio 7, Asamoah 7, Alex Sandro 7.5; Dybala 8/Morata 6 (66′), Mandzukic 7.
Coach: Allegri 7.5.

Referee: Gianluca Rocchi.

Man of the Match: Paulo Dybala.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 20: Udinese 0-4 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s