Review Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus 1-0 Roma

Juventus akhirnya berhasil melakukan revans atas kekalahan yang mereka terima dari AS Roma pada pertemuan pertama di awal musim lalu. Bermain di hadapan para pendukung sendiri di Juventus Stadium, kali ini Gigi Buffon dkk mampu mengandaskan perlawanan Serigala Ibu Kota lewat gol tunggal Paulo Dybala.

Pada laga giornata ke-21 yang berlangsung pada hari Senin (25/01) dini hari tadi WIB, sejak awal Roma bermain cenderung bertahan. Berbeda dengan pertemuan pertama di awal musim, di mana kala itu Radja Nainggolan dkk bermain cukup dominan dan akhirnya menghabisi Juve dengan skor 2-1.

Setelah kemenangan atas Juve di giornata kedua tersebut, permainan Roma memang labil dan cenderung menurun. Meski sempat mencicipi puncak klasemen, Giallorossi pelan tapi pasti mulai tersuruk ke papan tengah dan akhirnya membuat pelatih Rudi Garcia dipecat. Sang mantan, Luciano Spalletti, yang datang sebagai pengganti tampaknya juga masih kesulitan untuk membangunkan sang serigala tua yang sudah lama tidak merasakan nikmatnya gelar juara tersebut.

Sebaliknya, Juve yang sempat terseok-seok di awal musim, kini sudah bangkit dan menemukan kembali daya magis mereka di tangan pelatih Max Allegri. Pada laga dini hari tadi, Claudio Marchisio dkk memang tampak superior dan langsung membombardir pertahanan lawannya sejak menit-menit awal. Tak ayal, Roma harus menerapkan permainan keras untuk meredam keganasan sang Nyonya Tua. Daniele De Rossi dan Antonio Rudiger pun harus menerima kartu kuning dari wasit akibat aksi kasar mereka saat laga baru berjalan 15 menit.

Namun, meski terus menyerang, Juve tampak kesulitan untuk menjebol gawang Roma. Segala upaya sudah mereka kerahkan, termasuk mengandalkan kemampuan individu Paul Pogba dan Paulo Dybala. Akan tetapi, hingga turun minum, benteng pertahanan Serigala Ibu Kota yang digalang oleh De Rossi masih terlalu kukuh dan membuat skor 0-0 tidak berubah.

Pada awal babak kedua, tensi laga semakin meningkat. Wasit kembali harus mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain asal Eropa Timur dari kedua tim, yaitu Mario Mandzukic dan Miralem Pjanic. Pada laga tadi, Mandzukic selaku ujung tombak Juve memang dijaga dengan ketat dan cenderung kasar oleh para pemain Roma. Akibatnya, Super Mario tak mampu memaksimalkan ketajamannya dalam mengoyak gawang lawan.

Untungnya, Allegri cepat tanggap melihat tumpulnya lini depan Juve. Untuk menambah daya gedor, pelatih yang disia-siakan oleh AC Milan itu menarik keluar Stephan Lichtsteiner dan memasukkan Juan Cuadrardo. Tujuannya, untuk menambah variasi serangan Bianconeri lewat sayap kanan yang pada babak pertama terlihat kurang dalam melakukan tusukan ke daerah pertahanan Roma.

Di saat para Juventini mulai khawatir bakal terjadi hasil seri, upaya yang dilakukan oleh La Vecchia Signora akhirnya mendapat titik terang pada menit ke-77. Berawal dari kerja samanya dengan Sami Khedira, Pogba mengirimkan umpan terobosan kepada Dybala yang menusuk ke dalam kotak penalti Roma. Meski dikepung oleh sejumlah bek lawan, dalam posisi agak menyamping ke kiri, La Joya masih dapat melepaskan tembakan datar menyilang yang langsung menjebol gawang Giallorossi.

Tertinggal satu gol membuat Roma yang semula bertahan mulai keluar menyerang. Sejumlah peluang berusaha mereka ciptakan, termasuk melalui tendangan bebas Miralem Pjanic. Untungnya, benteng pertahanan Juve yang dihuni oleh trio BBC (Barzagli, Bonucci, dan Chiellini) mampu memandulkan semua upaya Serigala Ibu Kota.

Hingga wasit meniup peluit akhir, skor 1-0 tetap tidak berubah. Juve tercatat lebih dominan dalam penguasaan bola hingga 55 persen. Dari 15 tembakan yang Alvaro Morata dkk lepaskan, tujuh di antaranya on target, dan satu menjadi gol. Sementara itu, dari enam tembakan yang Roma lesatkan, hanya satu yang mengarah ke gawang Buffon dan tidak ada yang berbahaya. Bahkan, San Gigi nyaris menganggur sepanjang laga.

Dengan kemenangan ini, Juve memang belum beranjak dari posisi kedua dan masih menguntit Napoli yang unggul dua poin di puncak klasemen. Meski demikian, tim Zebra berhasil menjauh dari Inter yang kemarin ditahan tim antah-berantah Carpi dengan skor 1-1. Saat ini, sang Nyonya Tua sudah leading empat angka di atas musuh bebuyutannya tersebut. Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat di awal musim Bianconeri sempat tertinggal 10 poin dari Nerazzurri.

***

Juventus (3-5-2): 6.5
Buffon 6; Barzagli 6.5, Bonucci 6.5, Chiellini 6.5; Lichtsteiner 5/Cuadrado 6.5 (66′), Khedira 6.5, Marchisio 7, Pogba 6.5, Evra 6.5; Mandzukic 6, Dybala 8/Morata 6 (85′).
Coach: Allegri 6.5.

Roma (3-4-1-2): 5.5
Szczesny 6; Manolas 5.5, De Rossi 6, Rudiger 5; Florenzi 5/Torosidis 6 (90′), Vainqueur 6/Keita 5.5 (71′), Pjanic 6, Digne 5; Nainggolan 6; Dzeko 5.5, Salah 5/Sadiq 6 (90′).
Coach: Spalletti 5.5.

Man of the Match: Paulo Dybala.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus 1-0 Roma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s