Review Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter 3-0 Juventus (PSO: 3-5)

Nyesek. Sakitnya, tuh, di sini..

Itulah yang dirasakan oleh Inter dalam leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Juventus, hari Kamis (03/03) dini hari tadi WIB. Secara tak terduga, Nerazzurri, yang takluk 0-3 saat leg pertama di J-Stadium, mampu membalik keadaan dan menyamakan aggregate menjadi 3-3 dengan menggebuk Bianconeri dengan skor yang sama di Stadio Giuseppe Meazza. Laga Derby d’Italia keempat musim ini tersebut harus diakhiri dengan adu penalti setelah tak tercipta gol tambahan di babak perpanjangan waktu.

Juventus beruntung. Karma baik masih berpihak pada mereka. Meski tampil jelek selama 120 menit, sang Dewi Fortuna lebih berpihak pada tim asuhan Max Allegri tersebut. Sebaliknya, Inter kembali dinaungi nasib sial. Rodrigo Palacio tak mampu menunaikan tugasnya dengan baik sebagai algojo penalti. La Beneamata pun harus menerima kenyataan pahit, kalah dengan skor 3-5 dalam adu tos-tosan tersebut.

Sejak awal laga, seperti yang diperkirakan sebelumnya, Juventus banyak menurunkan pemain pelapis. Praktis, hanya Stephan Lichtsteiner, Leonardo Bonucci, dan Alex Sandro tiga pemain inti yang ditunjuk sebagai starter. Keputusan Max Allegri untuk melakukan rotasi tersebut memang bisa dimaklumi. Juve sudah unggul 3-0 di leg pertama. Hanya keajaiban yang bisa menggagalkan mereka melaju ke final untuk bertemu dengan Milan.

Namun, keajaiban tersebut nyaris menjadi nyata. Inter hampir saja sukses melakuan mission impossible jika saja eksekusi Rodrigo Palacio mampu menembus gawang Norberto Neto. Di babak pertama, Nerazzurri sudah unggul 1-0 lewat gol Marcelo Brozovic. Di babak kedua, Ivan Perisic menggandakan keunggulan sebelum Brozovic kembali memungkasinya dengan gol penalti.

Inter sebenarnya juga didera krisis di lini belakang. Joao Miranda dan Jeison Murillo yang selama ini menjadi andalan terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning. Pelatih Roberto Mancini harus memutar otak dan memasang duet bek tengah dadakan, yaitu Danilo D’Ambrosio dan Juan Jesus. Nyatanya, mereka berdua mampu tampil apik dan membuat gawang Carrizo tetap perawan hingga 120 menit.

Di lini tengah, Inter yang menurunkan trio Marcelo Brozovic, Gary Medel dan Geoffrey Kondogbia juga mampu mengungguli Stefano Sturaro, Hernanes, dan Kwadwo Asamoah. Akibatnya, Juve terpaksa lebih sering bertahan dalam menghadapi gempuran tim tuan rumah. Namun, karena penampilan buruk para bek, terutama Daniele Rugani, upaya Bianconeri untuk mencegah gawang Neto tetap perawan tidak bertahan lama.

Pada menit ke-16, Gary Medel mampu merebut bola di depan kotak penalti Juve, lalu mengopernya kepada Marcelo Brozovic. Tanpa pikir panjang, gelandang asal Serbia itu langsung melesatkan tembakan yang tak mampu dihadang oleh kiper Neto. Inter pun mengubah kedudukan menjadi 1-0 atau 1-3 secara aggregate.

Setelah unggul satu gol, tuan rumah terus melancarkan serangan, terutama lewat kedua sayap yang dihuni oleh Ivan Perisic dan Adem Ljajic. Juve sendiri terlihat keteteran. Stephan Lichtsteiner dan Alex Sandro yang menjaga sisi kanan dan kiri pontang-pontang dalam meredam aksi kedua winger Inter tersebut. Namun, hingga turun minum belum ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Pada awal babak kedua, Inter mendapatkan masalah. Kondogbia yang sebenarnya tampil lumayan harus menepi karena cedera kepala. Gelandang Prancis yang ke-Pogba-Pogba-an itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan digantikan oleh Jonathan Biabiany. Sekaligus mengubah formasi Nerazzurri menjadi 4-2-4. Roberto Mancini tampaknya cukup pede melihat Juve tampil memble dan dia ingin all out memburu banyak gol.

Upaya Mancini tersebut langsung menuai hasil. Pada menit ke-49, Eder yang melakukan penetrasi dari sayap kanan mengirimkan umpan silang ke depan gawang Juve. Ivan Perisic yang lepas dari kawalan para bek Bianconeri langsung mencocornya untuk menambah keunggulan Inter menjadi 2-0.

Meski tertinggal dua gol, Juve masih belum bangun dari tidurnya. Allegri malah lebih memilih untuk memperkuat pertahanan daripada keluar menyerang. Andrea Barzagli dimasukkan pada menit ke-55 untuk menggantikan Stephan Lichtsteiner. Selain itu, Hernanes yang tampil melempem sebagai regista kemudian juga ditarik pada menit ke-70 dan digantikan oleh Mario Lemina.

Formasi Juve yang semula 4-4-2 akhirnya berubah menjadi 3-5-2. Keputusan Allegri tersebut bisa dimaklumi. Asal mampu mempertahankan skor 0-2, La Vecchia Signora akan tetap lolos ke final dengan keunggulan aggregate 3-2. Namun, pada menit ke-82, malapetaka kembali terjadi.

Daniele Rugani kembali melakukan blunder dengan menjegal Ivan Perisic di dalam kotak terlarang. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Marcelo Brozovic yang maju sebagai algojo tak membuang kesempatan tersebut. eksekusi penaltinya mampu menjebol gawang Neto dan membuat skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol dan skor aggregate menjadi 3-3, Juve semakin tertekan. Allegri kemudian memasukkan Paul Pogba untuk menggantikan Kwadwo Asamoah. Hingga 90 menit, kedudukan tetap tidak berubah. Inter pun berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada babak pertama extra-time, permainan Juve sedikit membaik. Keberadaan Paul Pogba yang baru masuk membuat Bianconeri lebih berani menyerang. Tujuannya adalah mencuri satu gol. Jika berhasil membuat skor menjadi 3-1, mereka akan lolos ke final. Karena terlalu riskan jika mengandalkan nasib dalam adu penalti.

Meski mampu mendominasi permainan hingga babak kedua extra time, Juve tetap tidak mampu mencetak gol. Penampilan ciamik kiper Carizzo yang melakukan dua penyelamatan gemilang mampu menjaga gawang Inter tetap perawan. Selain itu, Simone Zaza juga sempat membuang dua peluang emas. Tembakan striker plontos itu melenceng dari sasaran. Laga ini pun harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Dalam babak tos-tosan tersebut, lima algojo Juve mampu menunaikan tugas dengan baik. Sementara itu, Rodrigo Palacio gagal. Penendang kelima tidak maju karena Inter sudah tertinggal 3-5. Mission Impossible yang dilakukan oleh Nerazzurri pun berakhir dengan antiklimaks. Pasti nyesek rasanya. Semoga para Interisti tetap tabah menerima kenyataan pahit ini.

Di lain pihak, meski baru saja dibantai Inter 0-3 dalam 120 menit, para pemain tim Zebra ternyata tidak down. Bisa dibilang, penampilan buruk mereka dibayar lunas oleh ketangguhan mental dalam menjalani adu penalti. Spirit fino alla fine tampaknya sudah meresap ke dalam hati seluruh penggawa Bianconeri. Mereka tak pernah menyerah, apapun yang terjadi. Never give up, until the end. Keep calm and forza Juve.

***

Ratings

Inter (4-3-3): 8
Carrizo 7; Santon 6.5, D’Ambrosio 6.5, Juan Jesus 7, Nagatomo 6.5; Brozovic 8, Medel 7, Kondogbia 6.5/Biabiany 6 (47’); Perisic 7.5, Eder 6.5/Manaj 6 (113′), Ljajic 7/Palacio 6 (75′).
Coach: Mancini 7.5.

Juventus (4-4-2): 5
Neto 6; Lichtsteiner 6/Barzagli 6 (55′), Rugani 4.5, Bonucci 5.5, Alex Sandro 5.5; Cuadrado 5, Sturaro 5.5, Hernanes 5/Lemina 6 (70′), Asamoah 5/Pogba 6 (86′); Zaza 6, Morata 5.5.
Coach: Allegri 5.5.

Man of the Match: Marcelo Brozovic.

Review Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter 3-0 Juventus (PSO: 3-5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s