Review Serie A 2015-2016 Giornata 29: Juventus 1-0 Sassuolo

Juventus bisa menjalani partai hidup-mati melawan tuan rumah Bayern Muenchen di leg kedua babak 16 Besar Liga Champions tengah pekan mendatang dengan tenang. Pasalnya, hari Sabtu (12/03) dini hari tadi, Gigi Buffon dkk berhasil mengamankan tiga poin kala menjamu Sassuolo, sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen Liga Italia.

Meski tergolong tim bau kencur di Serie A, Sassuolo jelas bukan lawan yang enteng. Nyaris seluruh tim top Italia pernah takluk di kaki Domenico Berardi dkk. Sebut saja Napoli, Inter, Lazio, dan Milan. Sementara itu, Roma dan Fiorentina hanya mampu meraih hasil imbang kala bertemu il Neroverdi musim ini. Juve sendiri, pada putaran pertama bulan Oktober tahun lalu, dipermalukan 0-1 lewat gol freekick Nicola Sansone.

Maka dari itu, kemenangan atas tim yang licin semacam Sassuolo ini begitu penting bagi Juve. Seandainya seri atau kalah, hampir bisa dipastikan, pikiran para penggawa Bianconeri bakal kalut kala melawat ke Munich tengah pekan mendatang. Padahal, Claudio Marchisio dkk wajib berkonsentrasi penuh jika ingin membuat kejutan dengan menghajar tim besutan Pep Guardiola di kandang mereka sendiri.

Dalam menghadapi Sassuolo, sesuai dengan perkiraan, Max Allegri tidak melakukan banyak rotasi. Tercatat, hanya Paul Pogba pemain inti yang disimpan agar tenaganya fresh untuk menghadapi Bayern Muenchen. Gelandang asal Prancis itu baru masuk pada babak kedua dengan menggantikan Sami Khedira. Sementara itu, posisi gelandang tengah sebelah kiri yang biasanya menjadi milik Pogba ditempati oleh Kwadwo Asamoah.

Sejak awal laga, Juve langsung mengambil inisiatif untuk menyerang pertahanan Sassuolo. Bahkan, pada menit kedua, Paulo Dybala nyaris menjebol gawang kiper Consigli. Tim tamu sendiri langsung merespon tekanan tuan rumah dengan melakukan serangan balik cepat melalui kedua sayap mereka yang dihuni oleh Nicola Sansone dan Politano.

Setelah setengah jam lebih mengendalikan permainan, upaya Juve dalam menembus benteng Sassuolo akhirnya menampakkan hasil. Serangan diawali oleh Andrea Barzagli dari belakang. Bek veteran tersebut menyodorkan bola kepada Juan Cuadrado yang berhasil mengecoh Francesco Acerbi. Sejurus kemudian, winger asal Kolombia itu mengirim umpan tarik ke depan kotak penalti yang langsung disikat oleh Paulo Dybala untuk menjebol gawang il Neroverdi.

Gol yang terjadi pada menit ke-36 itu menunjukkan tingginya skill individu yang dimiliki oleh Dybala. Finishingnya sangat brilian. Dari depan kotak penalti, striker asal Argentina itu melepas tembakan melengkung ala Del Piero dengan kaki kirinya. Bola sempat membentur tiang sebelum menembus gawang Consigli dengan indahnya.

Setelah turun minum, Sassuolo yang tertinggal satu gol mulai bermain terbuka. Pressing yang mereka lakukan juga lebih ketat. Di laih pihak, tekanan Juve mulai mengendur. Sepertinya, Bianconeri sudah puas dengan hasil 1-0 dan ingin mempertahankan keunggulan hingga laga usai. Akibatnya, gawang tuan rumah mulai terancam oleh serangan anak-anak asuh Eusebio Di Francesco tersebut.

Namun, karena solidnya pertahanan Juve yang dijaga oleh Daniele Rugani, Leonardo Bonucci, dan Andrea Barzagli, Sassuolo kesulitan untuk melakukan penetrasi. Sejumlah tembakan dari luar kotak penalti pun mereka lakukan sebagai solusinya. Untungnya, sang Nyonya Tua memiliki Buffon. Nyaris menganggur sepanjang babak pertama, San Gigi beberapa kali harus berjibaku menjaga kesucian gawangnya pada babak kedua.

Meski terus berusaha dan melakukan tiga pergantian pemain, harapan Sassuolo untuk menyamakan skor akhirnya sirna setelah wasit meniup peluit akhir. Gigi Buffon sekali lagi berhasil mencatat clean sheet dan gawangnya tetap perawan dalam 926 menit terakhir di Serie A. San Gigi tinggal empat menit lagi untuk memecahkan rekor Sebastiano Rossi sebagai kiper terlama yang tak kebobolan sepanjang sejarah Liga Italia.

Selama 90 menit, Juve tercatat memang lebih dominan dalam penguasaan bola. Sekitar 52 persen. Dari 16 tembakan yang dilepaskan oleh Mario Mandzukic dkk, tujuh di antaranya on target dan satu menjadi gol. Sementara itu, dari tujuh percobaan yang dilakukan Sassuolo, hanya dua yang mengarah ke gawang dan tidak ada yang mampu menjebol Buffon.

Dengan kemenangan ini, posisi Juve sebagai capolista tetap aman. Kini, La Vecchia Signora unggul enam poin atas Napoli yang baru akan bertanding melawan Palermo pada hari Senin (14/03) dini hari WIB. Seandainya il Partenopei menang, mereka bakal tetap tertinggal tiga angka dengan sembilan laga tersisa di Serie A musim ini.

***

Ratings

Juventus (3-5-2): 6.5
Buffon 6.5; Rugani 6.5, Bonucci 6, Barzagli 6; Cuadrado 7, Khedira 6/Pogba 6 (72′), Marchisio 6, Asamoah 6, Alex Sandro 7; Mandzukic 6.5/Lictsteiner 6 (89′), Dybala 8/Morata 6 (80′).
Coach: Allegri 6.5.

Sassuolo (4-3-3): 6
Consigli 6; Vrsaljko 5.5, Antei 5, Acerbi 5.5, Peluso 5.5; Biondini 4.5/Pellegrini 5.5 (69′), Magnanelli 5.5, Duncan 6; Politano 5.5/Adjapong 6 (89′), Falcinelli 5/Trotta 6 (78′), Sansone 6.
Coach: Di Francesco 6.

Man of the Match: Paulo Dybala.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 29: Juventus 1-0 Sassuolo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s