Prediksi Balap Formula 1 Musim 2016

Musim balap mobil Formula 1 kembali dimulai. Bagi para F1 mania di Indonesia, tahun ini, ajang adu cepat jet darat tersebut memiliki makna yang spesial dengan ikut sertanya Rio Haryanto. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, ada wakil asal Nusantara di antara 22 pebalap kelas dunia yang bersaing di sirkus besutan Bernie Ecclestone tersebut.

Minimal, saat ini para F1 mania Indonesia tak perlu menunduk malu jika dibandingkan dengan Malaysia. Negeri jiran tersebut memang dua langkah lebih maju. Mereka pernah memiliki Alex Yoong yang berlaga di F1 musim 2002. Sementara itu, Sirkuit Sepang setiap tahun juga rutin menggelar lomba. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai saat ini baru sebatas mimpi untuk menggelar balap F1 di rumah sendiri.

Langkah pertama Indonesia, lewat Rio Haryanto, di belantara Formula 1 dimulai pada seri perdana di Melbourne, Australia, pada hari Minggu (20/03). Tidak ada target muluk-muluk yang dibebankan kepada bocah asal Solo tersebut. Mengingat, Rio hanya membalap bersama Manor Racing Team, yang tergolong sebagai tim gurem di F1. Bisa finish saja sudah bagus. Syukur-syukur jika mampu membawa pulang satu atau dua poin dengan mengakhiri lomba di posisi sepuluh besar.

Sementara itu, untuk tim-tim papan atas, posisi unggulan tetap disandang oleh Mercedes GP. Lewis Hamilton dan Nico Rosberg masih menjadi kandidat utama untuk meraih gelar juara dunia tahun ini. Hanya saja, pabrikan asal Jerman itu bakal mendapat tantangan yang serius dari Ferrari. Tim Kuda Jingkrak sudah berbenah dan menunjukkan progress yang positif selama sesi testing pramusim di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Seru atau tidaknya F1 musim ini memang bakal ditentukan oleh Ferrari. Jika tim yang bermarkas di Maranello itu mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Mercedes, para F1 mania bakal mendapat tontonan yang menarik. Sejak dominasi Red Bull pada tahun 2010, lalu dilanjutkan oleh Mercy pada tahun 2014, rating F1 memang semakin menurun. Nyaris tidak ada persaingan. Juara sudah bisa ditebak di awal musim. Membosankan.

Bagaimana dengan tahun ini? Apakah bakal berlangsung boring? Seberapa besar peluang dan kondisi terakhir setiap tim? Siapa saja pebalap yang memiliki kans untuk merebut gelar juara dunia yang dua musim terakhir digenggam oleh Lewis Hamilton? Berikut ini adalah prediksinya.

Juara

Mercedes (Lewis Hamilton dan Nico Rosberg)

The Silver Arrows akan tetap menjadi momok yang sulit ditaklukkan oleh tim manapun. Meski terkesan menyembunyikan kecepatan yang sesungguhnya saat sesi pramusim, banyak pihak menduga tim besutan Toto Wolff itu sedang menyimpan kekuatan agar tidak membuat para pesaing mereka keder. Selama sesi testing, dua pebalap Mercy tidak pernah menjajal ban ultrasoft (jenis ban paling lunak dan paling cepat) yang disediakan oleh Pirelli.

Yang pasti, selama menjalani uji coba di Catalunya, Mercedes menjadi tim yang paling banyak melahap aspal, hingga ribuan lap, tanpa mengalami kendala yang berarti. Hal itu menunjukkan mobil yang ditunggangi Lewis Hamilton maupun Nico Rosberg sangat bisa diandalkan reliabilitas alias ketahanan mesinnya. Karena adalah hal yang percuma punya mobil cepat, tapi gampang mogok.

Maka dari itu, meski kecepatan sebenarnya saat ini masih belum jelas, Mercy bakal tetap menjadi unggulan utama untuk mempertahankan gelar juara dunia, baik konstruktor maupun pebalap. Untuk mendongkel mereka, selain dibutuhkan mobil yang cepat dan mesin yang tahan banting, mungkin, juga dibutuhkan nasib baik dan sedikit keajaiban.

Scuderia Ferrari (Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen)

Jika ada tim yang paling diunggulkan untuk menjegal langkah Mercedes tahun ini, itu adalah Ferrari. Dengan tetap mengandalkan duet yang sama, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, tim asal Italia itu cukup optimistis dalam menyambut tahun yang baru ini. Jika musim lalu adalah masa transisi, maka musim ini mereka sudah siap bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia, termasuk menantang sang juara bertahan, the Silver Arrows.

Selama sesi pramusim, baik Vettel maupun Kimi menunjukkan kecepatan yang cukup signifikan. Mereka berdua bergantian mencatatkan waktu tercepat. Hanya saja, kondisi saat uji coba dan lomba tentu saja berbeda. Oleh karena itu, untuk melihat apakah tim Kuda Jingkrak benar-benar bisa bersaing untuk meraih gelar juara, harus ditunggu minimal hingga tiga seri awal. Jika mereka mampu naik podium, atau, bahkan, mengalahkan duo Mercedes, para tifosi yang sudah haus akan kemenangan boleh mulai berharap.

Papan Atas

Williams-Mercedes (Felipe Massa dan Valtteri Bottas)

Seperti halnya musim lalu, Williams akan kembali menjadi pengganggu bagi Mercedes maupun Ferrari. Dengan modal mesin Mercy yang tertanam di mobil mereka, Felipe Massa maupun Valtteri Bottas sangat mampu untuk bersaing di papan atas. Secara kecepatan, tim milik Sir Frank Williams itu tidak berbeda jauh dengan Mercedes atau pun Ferrari. Podium adalah target yang realistis bagi mereka. Bahkan, jika bernasib baik, victory di beberapa seri bukan mustahil bisa diraih.

Force India-Mercedes (Sergio Perez dan Nico Hulkenberg)

Tim semenjana lain yang berpeluang untuk menjadi pesaing Williams di papan atas adalah Force India. Sama-sama berbekal mesin Mercedes, tahun lalu tim yang mengandalkan Nico Hulkenberg dan Sergio Perez ini memang sering bertarung memperebutkan spot lima besar. Musim ini, tampaknya tidak akan berbeda jauh. Mereka yakin bakal mampu menempel kecepatan Williams, bahkan, Ferrari. Ranking big five di akhir musim seharusnya menjadi capaian yang tidak mengejutkan bagi tim yang dimiliki oleh Vijay Mallya ini.

Red Bull Racing (Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat)

Musim ini, Red Bull memulai balapan dengan harapan baru. Mereka tidak jadi bercerai dengan Renault selaku pemasok mesin. Meski demikian, performa pabrikan asal Prancis itu terlihat masih kurang ganas. Untuk bersaing dengan Mercedes dan Ferrari, tampaknya, menjadi hal yang mustahil. Namun, dengan berbekal sasis terbaik buatan superdesigner Adrian Newey, untuk sekadar sekali atau dua kali naik podium, seharusnya mereka bisa. Oleh karena itu, target utama tim asal Austria ini adalah finish di lima besar, bersaing dengan Willams dan Force India.

Papan Tengah

Scuderia Toro Rosso-Ferrari (Max Verstappen dan Carlos Sainz Jr)

Menggunakan mesin Ferrari, Toro Rosso sudah menjelma dari tim gurem menjadi tim medioker. Meski mengandalkan dua pebalap ababil, Max Verstappen dan Carlos Sainz Jr, musim lalu mereka mampu membuktikan diri dengan merangsek ke papan tengah. Bahkan, Verstappen menyabet gelar rookie terbaik di akhir musim. Tahun ini, jika performa tim asal Italia itu semakin meningkat, bukan tidak mungkin mereka bakal mempermalukan sang saudara tua, Red Bull Racing.

Renault (Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer)

Renault akhirnya kembali ke F1 sebagai tim penuh. Pabrikan asal Prancis ini mengakuisisi saham tim Lotus yang musim lalu kembang-kempis diterpa badai finansial. Di musim pertamanya setelah comeback ini, tak ada target bombastis yang dicanangkan oleh tim yang sempat juara dunia dua kali bersama Fernando Alonso itu. Jika bisa menembus papan tengah, itu adalah sebuah capaian yang cukup memuaskan. Untuk bersaing di papan atas? Mungkin butuh satu atau dua tahun lagi.

McLaren-Honda (Fernando Alonso dan Jenson Button)

Setelah hancur-hancuran musim lalu, tahun ini McLaren dan Honda membawa secercah harapan. Dalam sesi pramusim, performa mobil Fernando Alonso dan Jenson Button memang belum meyakinkan. Tapi, tampaknya, sudah ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, fans McLaren jangan dulu berharap terlalu muluk. Bisa mentas dari papan bawah dan bertarung di papan tengah adalah target yang realistis.

Sauber-Ferrari (Marcus Ericsson dan Felipe Nasr)

Sauber kembali mengandalkan Ferrari sebagai partner mesin mereka. Tim yang dinakhodai oleh tante cantik Monisha Kaltenborn ini juga tetap diperkuat oleh duet Marcus Ericsson dan Felipe Nasr. Jika mampu mempertahankan performa musim lalu, ditambah kecepatan mesin Ferrari, bukan tidak mungkin mereka akan melewati Renault dan McLaren untuk menembus papan tengah.

Papan Bawah

Haas-Ferrari (Romain Grosjean dan Esteban Gutierrez)

Haas merupakan tim yang benar-benar baru di F1. Meski demikian, tim rookie asal Amerika Serikat ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Memanfaatkan paket lengkap dari Ferrari (mesin, girboks, dan sistem elektronik), serta diperkuat oleh dua pebalap yang cukup berpengalaman, Romain Grosjean dan Esteban Gutierrez, Haas bisa saja membuat kejutan dengan menembus papan tengah di musim perdana mereka.

Manor-Mercedes (Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein)

Musim ini, Manor tampaknya bakal mentas dari tim penggembira menjadi tim papan bawah. Memang, saat sesi pramusim, Rio Haryanto masih menjadi salah satu pebalap terlamban. Namun, dengan ditopang oleh mesin Mercedes seperti yang dipakai oleh Lewis Hamilton, bukan hal yang mustahil, driver asal Indonesia itu, dan rekan setimnya, Pascal Wehrlein, mampu sesekali merangsek ke top ten dan membawa pulang poin. Seperti yang dulu pernah dilakukan oleh almarhum Jules Bianchi saat tim ini masih bernama Marussia.

Seperti itulah prediksi F1 musim ini. Semoga persaingan di papan bawah dan tengah bisa seru. Semoga Rio Haryanto tidak mengecewakan. Dan, yang paling penting, agar Formula 1 tidak lagi membosankan, semoga Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen mampu bersaing ketat dengan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di papan atas..

(Tulisan ini dimuat di BeritaSatu.Com | Sabtu, 09 April 2016 | 09:53 | http://www.beritasatu.com/blog/olahraga/4661-prediksi-balap-formula-1-musim-2016.html)

Prediksi Balap Formula 1 Musim 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s