Review Serie A 2015-2016 Giornata 30: Torino 1-4 Juventus

Juventus berhasil melewati hadangan rival sekota mereka, Torino, dengan kemenangan telak 4-1 pada hari Minggu (20/03) kemarin. Empat gol Juve pada Derby della Mole tersebut diceploskan oleh Paul Pogba, Sami Khedira, dan Alvaro Morata yang dua kali menggetarkan gawang il Toro. Sementara itu, satu-satunya gol tuan rumah dicetak melalui titik putih oleh Andrea Belotti.

Sejak awal, laga Liga Italia Serie A antara Torino dan Juve pada giornata ke-30 kemarin berlangsung cukup panas. Selama ini, il Toro memang selalu menampilkan permainan keras jika bertemu dengan La Vecchia Signora. Mungkin hal itu didasari oleh rasa minder mereka yang kalah segalanya, terutama dalam hal finansial dan gelar, jika dengan dibandingkan dengan tim Zebra.

Meski demikian, permainan keras Torino tidak menyurutkan nyali para penggawa Juve untuk menguasai permainan. Tim tuan rumah akhirnya lebih banyak mengandalkan serangan balik karena mereka fokus bertahan menghadapi gempuran Paulo Dybala dkk. Meski sama-sama menerapkan skema 3-5-2, Bianconeri memang terlihat lebih agresif karena keunggulan kualitas pemain yang mereka miliki.

Upaya Juve untuk menggedor pertahanan Torino sempat mendapat cobaan saat Dybala yang sebenarnya bermain cukup apik mengalami cedera pada menit ke-32. Sebagai pengganti, pelatih Max Allegri kemudian memasukkan Alvaro Morata untuk berduet dengan Mario Mandzukic. Dybala yang baru saja sembuh dari cedera tampaknya masih belum cukup fit untuk dimainkan secara penuh. Tanpa striker asal Argentina tersebut, kreativitas tim Zebra dikhawatirkan menurun.

Namun, semenit kemudian, kekhawatiran itu sirna. Juve akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat Paul Pogba. Gelandang asal Prancis tersebut mampu menggantikan tugas Dybala sebagai eksekutor tendangan bebas dengan baik. Tembakan ala Andrea Pirlo-nya menembus pojok kanan atas gawang Torino dengan indahnya.

Unggul satu gol, Juve semakin bernafsu untuk menyerang. Tiga menit berselang, Pogba nyaris menggandakan keunggulan. Sayang, sontekannya masih mampu diamankan oleh kiper Padelli. Torino sendiri terlihat mulai goyah dan pertahanan mereka tidak seketat seperti di awal babak pertama. Konsentrasi para bek tuan rumah sepertinya juga mulai menurun.

Buktinya, pada menit ke-42, Sami Khedira dengan enaknya melakukan solo run membelah pertahanan Torino, layaknya Nabi Musa membelah Laut Merah. Kamil Glik dkk tak kuasa menghentikan gelandang asal Jerman itu hingga dia berhadapan one-on-one dengan kiper Padelli. Sejurus kemudian, dengan mudahnya pemain yang wajahnya mirip aktor Aryo Wahab itu menjebol pojok bawah gawang il Toro.

Hingga turun minum, skor 2-0 tetap tidak berubah. Namun, hal ini malah membuat was-was para Juventini, terutama yang masih baper (terbawa perasaan) akan tragedi yang dialami Bianconeri di kandang Bayern beberapa hari sebelumnya. Unggul 2-0 di babak pertama, tapi tersusul 2-2 di akhir babak kedua, dan akhirnya kalah menyakitkan di babak perpanjangan waktu dengan skor 4-2.

Apalagi, dua musim yang lalu, Juve juga pernah unggul 2-0 di babak pertama lewat gol Carlos Tevez di kandang Fiorentina. Namun, hasil akhirmya, Bianconeri malah kalah 4-2 dari La Viola. Kenangan itu bagaikan mimpi buruk yang menghantui sebagian besar Juventini.

Kekhawatiran para pendukung Juve sempat mencapai puncak ketika babak kedua baru berjalan satu menit. Torino mendapat hadiah penalti kontroversial dari wasit Nicola Rizzoli. Belotti yang menjadi eksekutor tak membuang kesempatan untuk menodai kesucian gawang Buffon yang sudah terjaga selama 973 menit. Skor pun berubah menjadi 2-1.

Meski akhirnya kebobolan, Buffon kemarin berhasil memecahkan rekor sebagai kiper terlama yang mencatat clean sheet di Serie A. Selama 22 tahun, rekor tersebut dipegang oleh Sebastiano Rossi. Kiper AC Milan itu pernah menjaga gawangnya tetap perawan selama 929 menit kala memperkuat the Dream Team-nya Liga Italia itu pada awal dekade 1990-an.

Kembali ke Torino. Berhasil memperkecil kedudukan membuat Ciro Immobile dkk semakin bersemangat untuk menyerang. Juve yang masih kaget akhirnya kebobolan lagi pada menit ke-60. Namun, untungnya, wasit Rizzoli kali ini membuat keputusan yang menguntungkan tim tamu. Maxi Lopez, sang pencetak gol, dinyatakan sudah offside ketika menerima bola dari Bruno Peres. Golnya pun dianulir. Padahal, dari tayangan ulang, jelas-jelas mantan suami Wanda Nara (yang kini menjadi istri Mauro Icardi) itu dalam posisi sejajar dengan pemain terakhir Juve, alias onside.

Setelah gol yang dianulir tersebut, kekhawatiran para Juventini akhirnya sirna tiga menit kemudian. Diawali oleh Paul Pogba, dengan skill yahudnya dia mengecoh sejumlah pemain Torino yang mengeroyoknya. Sejurus kemudian, il Polpo mengirim umpan terobosan kepada Morata yang berlari menembus kotak penalti. Dengan sekali sentuh, striker buangan Real Madrid itu melesatkan tembakan yang tak mampu dihalau oleh kiper Padelli.

Unggul 3-1 tidak membuat Juve mengendurkan serangan. Pada menit ke-75, Alex Sandro yang menyisir dari sayap kiri melakukan penetrasi. Namun, aksi pemain asal Brasil itu dihentikan secara kasar oleh Kamil Glik. Beruntung, wasit tidak mengganjar kapten Torino tersebut dengan kartu kuning kedua. Melihat kerasnya pelanggaran yang dia lakukan, seharusnya tim tuan rumah sudah bermain dengan 10 orang.

Upaya Juve untuk menambah gol akhirnya terwujud pada menit ke-76. Mendapat hadiah tendangan bebas, Pogba kembali maju sebagai eksekutor. Namun, tembakan pemain buangan Manchester United tersebut membentur pemain Torino. Bola kemudian mental, tapi untungnya mampu dikuasai oleh Morata yang tanpa ampun melesatkan tembakan untuk menjebol gawang Padelli.

Menjelang akhir laga, Juve harus bermain dengan 10 orang setelah Khedira terkena kartu merah. Gelandang buangan Real Madrid itu dianggap melakukan protes yang terlalu keras oleh wasit. Untungnya, keunggulan jumlah pemain tak mampu dimanfaatkan oleh Torino. Hingga peluit terakhir, skor tetap 4-1 untuk kemenangan tim tamu.

Selama 90 menit, Juve memang lebih dominan dengan penguasaan bola hingga 58 persen. Sebanyak 14 tembakan mereka lepaskan, tujuh di antaranya on target dan empat menjadi gol. Jauh lebih efektif daripada Torino yang hanya mampu mencetak satu gol, itu pun lewat penalti, dari 10 tembakan (dengan enam di antaranya mengarah ke gawang Buffon).

Kemenangan atas Torino ini memang berarti penting bagi Juve. Bukan sekadar menjaga marwah sebagai tim terkuat di Kota Turin, tetapi juga untuk mempertahankan posisi sebagai capolista. Saat ini, sang Nyonya Tua masih unggul tiga angka atas Napoli (67) yang menguntit di posisi kedua. Dengan delapan laga tersisa, memang haram hukumnya membuang angka jika tidak ingin terkudeta dari takhta.

***

Ratings

Torino (3-5-2): 5
Padelli 5; Maksimovic 5.5, Glik 6.5, Moretti 5; Bruno Peres 6.5, Acquah 5.5, Vives 6, Benassi 5.5/Baselli 6 (81′), Silva 5.5/Zappacosta 6 (75′); Belotti 6, Immobile 5/Maxi Lopez 5 (46′).
Coach: Ventura 5.

Juventus (3-5-2): 7.5
Buffon 7; Barzagli 6.5, Bonucci 5.5, Rugani 7; Lichtsteiner 6/Cuadrado 6 (50′), Khedira 6.5, Lemina 6.5, Pogba 7.5, Alex Sandro 5; Dybala 6.5/Morata 7.5 (32′), Mandzukic 6/Zaza 6 (85′).
Coach: Allegri 7.

Man of the Match: Paul Pogba.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 30: Torino 1-4 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s