Preview World Cup 2018 Qualifiers Matchday 5: Chile vs. Argentina

Sebagai tim juara dan finalis Copa America 2015, posisi Cile dan Argentina saat ini sama-sama terpuruk di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Jangankan menempati dua besar, menembus top four saja mereka tidak becus. Padahal, hanya empat tim teratas yang bakal mendapat tiket lolos langsung ke Rusia dua tahun lagi. Namun, karena baru berlaga empat kali (dari total 18 laga), peluang kedua tim untuk bangkit masih terbuka lebar.

Nah, untuk memperbesar kesempatan, pada laga kelima ini, Cile dan Argentina tidak lagi membuang-buang poin. Kebetulan juga, mereka akan saling berhadapan. La Roja akan bertindak sebagai tuan rumah dan La Albiceleste sebagai tim tamu. Saat ini, Arturo Vidal dkk sudah mengumpulkan tujuh angka, unggul dua angka atas Lionel Messi di peringkat keenam. Masih jauh memang kalau dibandingkan dengan tim medioker Ekuador yang secara mengejutkan memimpin klasemen sementara dengan 12 angka, berkat hasil sempurna menyapu bersih kemenangan dalam empat laga perdana.

Bagi Argentina sendiri, yang merupakan langganan papan atas zona Amerika Latin, kualifikasi Piala Dunia 2018 ini merupakan salah satu yang terburuk sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, tim Tango hanya bisa menang sekali, seri dua kali, dan kalah sekali dalam empat laga perdana. Jika tidak segera bangkit, bukan hal yang mustahil finalis Piala Dunia 2014 itu gagal lolos ke Rusia dua tahun lagi. Tentu saja itu bakal menjadi mimpi terburuk bagi seluruh rakyat negerinya Eva Peron tersebut. Amit-amit jabang bayi.

Di tengah himpitan ini, upaya Argentina untuk bangkit mendapat suntikan moral yang besar dengan kembalinya sang kapten, Lionel Messi. Dalam tiga laga kualifikasi sebelumya, La Pulga memang absen karena sedang cedera. Akibatnya, ketajamannya Albiceleste pun menjadi tumpul. Hanya dua gol yang mampu mereka ciptakan dalam empat laga. Sementara itu, gawang Sergio Romero sudah bobol tiga kali. Jadi, dalam hal produktivitas, tim asuhan Tata Martino itu bukannya surplus, tapi malah minus satu gol.

Selain comeback-nya Messi, Argentina juga mendapat tambahan kekuatan dengan tajamnya penampilan Gonzalo Higuain. Top scorer sementara Liga Italia Serie A itu memang sedang menjalani musim terbaik sepanjang karirnya. Selain itu, Sergio Aguero juga sedang fit dan kemungkinan bakal membuat pusing Martino untuk menentukan siapa ujung tombak yang akan dia turunkan.

Salah satu kendala bagi Argentina dalam laga tandang di Santiago ini adalah absennya Javier Mascherano karena sanksi akumulasi kartu. Peran pemain Barcelona itu memang sangat krusial. Semua orang paham, dia adalah pemimpin yang sebenarnya di tim Tango. Bukan Messi. Pengganti perannya? Masih belum ada. Namun, untuk mengisi posisinya sebagai gelandang bertahan, Martino mungkin bakal memasang Matias Kranevitter.

Meski masih muda, Kranevitter sebenarnya sudah cukup lama disebut-sebut sebagai suksesor Mascherano yang sudah mulai menua. Gelandang binaan River Plate yang kini bermain di Atletico Madrid itu memang memiliki gaya permainan yang mirip dengan seniornya tersebut. Hanya saja, Mascherano mungkin lebih versatile karena di Barca dia lebih sering bermain sebagai bek daripada pemain tengah.

Selain absennya, Mascherano, bisa dibilang Argentina tidak memiliki kendala berarti. Kalau mau dicari, mungkin cederanya Paulo Dybala. Tapi, striker Juventus itu hanya berperan sebagai pelapis Messi. Kerugiannya hanya sebatas jam terbangnya di tim nasional tidak bertambah. Tata Martino pun memutuskan tidak memanggil pemain lagi sebagai pengganti La Joya.

Sementara itu, tuan rumah Cile juga tidak lepas dari masalah. Dua pemain inti di lini tengah, Charles Aranguiz dan Jorge Valdivia tak bisa dimainkan karena cedera. Demikian juga dengan Arturo Vidal yang kondisinya meragukan. Tanpa mereka mereka bertiga, tuan rumah akan mengandalkan Matias Fernandez, Alexis Sanchez, Mauricio Pinilla, atau Fabian Orellana untuk menggedor pertahanan tamu mereka.

Pertemuan Cile dan Argentina ini bisa dibilang merupakan ulangan final Copa America 2015 yang lalu. Di lokasi yang sama di Santiago, tahun lalu tuan rumah berhasil menang adu penalti 4-1 dan menjadi juara untuk pertama kalinya. Namun, kali ini situasinya berbeda. La Roja sudah tidak lagi dilatih oleh si botak nan jenius, Jorge Sampaoli. Claudio Bravo dkk kini ditangani oleh mantan striker Spanyol tahun 1990-an, Juan Antonio Pizzi, yang kemampuannya masih banyak diragukan.

Argentina tentu saja sangat berambisi melakukan revans atas kekalahan menyakitkan yang mereka terima di final Copa America tahun lalu. Saat ini, momennya sangat pas. Tata Martino berkesempatan merusak debut Juan Antonio Pizzi dengan mengandaskan perlawanan Cile di kandang mereka sendiri. Kemenangan tipis seharusnya bukan menjadi hal yang mustahil untuk diraih oleh tim tamu.

***

Probable Line-ups

Chile (4-2-3-1):
Bravo; Isla, Medel, Jara, Mena; Diaz, Gutierrez; Pinilla, Fernandez, Beausejour; Sanchez.
Coach: Pizzi.

Argentina (4-3-3):
Romero; Zabaleta, Otamendi, Funes Mori, Rojo; Biglia, Kranevitter, Banega; Messi, Aguero, Di Maria.
Coach: Martino.

Venue: Estadio Nacional, Santiago.
Kick-off: Fri, Mar 25, 2016, 06.30 WIB.
Live: Streaming.

Prediction: Chile 0-1 Argentina.

Preview World Cup 2018 Qualifiers Matchday 5: Chile vs. Argentina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s