Preview Formula 1 Bahrain Grand Prix 2016

Mercedes berhasil membuktikan bahwa mereka tetap menjadi tim terkuat di Formula 1 awal tahun 2016 ini. Nico Rosberg dan Lewis Hamilton lagi-lagi mampu menghabisi pesaing terdekat, Sebastian Vettel dari Ferrari, dengan finish 1-2 di GP Australia dua pekan yang lalu. Namun, weekend ini di Bahrain, hegemoni the Silver Arrows akan kembali diuji. Mampukah mereka tetap berjaya di seri kedua musim ini?

Seperti halnya tahun lalu, kompetitor utama yang berpeluang untuk menjegal Mercedes di Bahrain memang tetap Ferrari. Tim Kuda Jingkrak tersebut sudah menunjukkan bahwa mereka mengalami peningkatan musim ini. Buktinya, pada seri perdana di Melbourne, Sebastian Vettel nyaris menang seandainya tidak salah dalam menerapkan strategi pemilihan ban.

Secara kecepatan, Ferrari memang masih kalah dibandingkan Mercedes. Hal itu terlihat saat mereka melakoni sesi kualifikasi di Sirkuit Albert Park dua pekan lalu. Namun, saat lomba, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen sempat memberi harapan para Ferrarista dengan menyalip duo Mercy yang start di depan mereka pada lap pertama.

Sayangnya, harapan yang diberikan oleh Vettel dan Kimi itu ternyata hanya PHP alias harapan palsu. Tepatnya, setelah Fernando Alonso mengalami kecelakaan pada lap ke-16 dan membuat lomba dihentikan untuk sementara. Pasca bendera merah, nasib sial pun mulai menaungi garasi tim Ferrari.

Diawali oleh terbakarnya mobil Raikkonen hingga juara dunia tahun 2007 itu tak mampu melanjutkan lomba. Lalu, Vettel juga melakukan kesalahan taktik dengan memilih ban soft. Padahal, duo Mercedes memakai ban medium yang awet sehingga mereka tak perlu melakukan pit stop lagi hingga lomba usai. Akibatnya, Vettel kehilangan banyak waktu karena juara dunia empat kali tersebut harus mengganti ban lunaknya yang keburu aus sebelum finish.

Kemenangan yang sebenarnya sudah sempat digenggam oleh Vettel pun harus lepas. Pebalap Jerman itu hanya mengakhiri lomba di posisi ketiga di belakang Rosberg dan Hamilton. Seandainya dia menggunakan ban medium seperti duo Mercedes, bisa jadi Ferrari yang memenangi lomba perdana musim ini. Namun, nasi sudah menjadi bubur. La Scuderia harus segera move-on.

Pelampiasan terdekat adalah weekend ini, di Bahrain. Ferrari berkesempatan mengubah nasib buruk mereka. Tahun lalu, Raikkonen mampu finish kedua dengan jarak tiga detik di belakang Hamilton. Kala itu, Kimi juga mampu mencatat fastest lap. Tahun ini, dengan mobil yang notabene lebih cepat, the Iceman berpeluang untuk memperbaiki capaian musim lalu dengan merebut puncak podium. Demikian juga dengan Vettel.

Kunci bagi Ferrari untuk mencuri kemenangan dari Mercedes sebenarnya terletak pada sesi kualifikasi. Jika mampu menduduki pole, atau setidaknya menempati start kedua, Vettel dan Kimi akan semakin berpeluang untuk mempecundangi Rosberg dan Hamilton. Apalagi, Sirkuit Sakhir termasuk lintasan yang cocok bagi tim Kuda Jingkrak. Hal itu diakui oleh Boss Mercy, Toto Wolff, yang merasa persaingan akhir pekan ini bakal berlangsung lebih ketat daripada di Australia.

Berbicara mengenai kualifikasi, sistem baru yang menuai kontroversi di Melbourne bakal kembali diterapkan di Bahrain. Padahal, dua pekan lalu, hampir semua tim sepakat untuk kembali ke sistem yang lama. Namun, F1 yang dipimpin oleh Bernie Ecclestone kembali menunjukkan kegamangan mereka dengan tetap memberlakukan sistem qualifying yang baru. Mau tak mau, para pebalap pun harus mematuhi dan para fans harus siap disuguhi kembali dengan tontonan yang membosankan.

Selain kualifikasi, faktor lain yang bakal menentukan kemenangan adalah ban. Pirelli selaku pemasok telah merilis pilihan ban masing-masing tim. Mercedes termasuk yang paling mengejutkan. Dari jatah maksimal 13 set, Hamilton dan Rosberg masing-masing memilih 6 set supersoft, 6 set soft, dan hanya 1 set medium. Strategi Mercy tersebut cukup berbeda dengan Ferrari, yang tampaknya ingin bermain aman. Vettel dan Kimi masing-masing memilih 6 set superlunak, 4 set lunak, dan 3 set ban medium.

Jika dilihat dari pilihan ban tersebut, Mercedes tampak sangat percaya diri. Dengan banyaknya jatah ban supersoft dan soft, Hamilton dan Rosberg sepertinya akan menggeber mobil mereka habis-habisan di Bahrain. Dalam sesi latihan bebas, the Silver Arrows bisa jadi bakal menjajal kecepatan puncak mobil mereka sambil mencari strategi pit stop yang pas.

Sementara itu, satu set ban medium kayaknya akan digunakan oleh Mercedes pada awal atau akhir lomba. Tergantung taktik yang nantinya mereka terapkan. Hal tersebut berbeda dengan tim-tim lain yang mayoritas menggunakan banyak ban medium saat sesi free practice untuk melakukan long run dan mencari setelan mobil yang cocok.

Di lain pihak, Fernando Alonso, yang mengalami kecelakaan hebat di GP Australia, ternyata mengalami retak tulang rusuk. Juara dunia dua kali itu dilarang oleh tim medis untuk membalap di Bahrain weekend ini. Bahkan, di Shanghai dua pekan lagi, mantan driver Ferrari itu juga belum tentu turun. Tempatnya di McLaren untuk sementara digantikan oleh Stoffel Vandoorne. Juara GP2 tahun 2015 itu akan menjadi partner Jenson Button dalam menggeber mesin Honda.

Meski menjadi jawara di ajang GP2, Vandoorne sendiri termasuk “telat” berlaga di F1. Reserve driver McLaren itu bisa dibilang “kalah” dari pebalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, yang sudah menjalani debut dua pekan lalu di Melbourne. Padahal, prestasi terbaik Rio “hanya” menduduki peringkat keempat di GP2 musim lalu.

Dengan masuknya Vandoorne, berarti musim ini ada empat rookie yang berlaga di F1. Selain Rio, dua pebalap pemula lainnya adalah Pascal Wehrlein dan juara GP2 tahun 2014, Jolyon Palmer. Di antara mereka, memang hanya Wehrlein yang bukan jebolan GP2. Rekan setim Rio di Manor Racing itu musim lalu berlaga di DTM dan menjadi juara di ajang balap touring car Jerman tersebut. Menarik untuk melihat siapa di antara mereka yang bakal finish di posisi paling tinggi di Bahrain weekend ini.

Bagi Rio sendiri, Sirkuit Sakhir yang terletak di tengah padang pasir merupakan salah satu favoritnya. Tahun lalu, cah Solo tersebut mampu menang di GP2 seri Bahrain. Berbeda dengan di Albert Park dua pekan lalu, di mana untuk pertama kalinya Rio membalap di sana, yang tentunya membutuhkan adapatasi lebih banyak.

Jadi, weekend ini, bisa dibilang peluang Rio untuk “berprestasi” lebih terbuka. Minimal, bintang iklan Pertamina itu bisa menyelesaikan lomba, tidak DNF alias gagal finish akibat mobil mogok seperti di Australia. Hal ini juga untuk mencegah supaya tidak ada lagi hashtag #ManorRongsok yang menghiasi timeline Twitter akibat kekesalan para fans Rio yang jumlahnya sangat banyak itu. Hehe..

2016 Formula 1 Bahrain Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 1 April 2016, dengan sesi Free Practice 1 (18.00 WIB) dan Free Practice 2 (22.00 WIB). Hari Sabtu, 2 April 2016, akan diawali sesi Free Practice 3 (19.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (22.00 WIB). Hari Minggu, 3 April 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 22.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports 2. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Bahrain Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s