Review Formula 1 Bahrain Grand Prix 2016

Nico Rosberg kembali mempecundangi rekan setimnya sekaligus pesaing utamanya, Lewis Hamilton, di awal musim ini. Pebalap Mercedes itu kembali meraih kemenangan dalam GP Bahrain yang diadakan pada hari Minggu (03/04) malam kemarin. Victory tersebut sekaligus menjadi yang kedua beruntun di tahun 2016. Apakah ini pertanda baginya untuk menjadi juara dunia Formula 1?

Memang, masih terlalu dini untuk mengatakannya. Masih ada 19 seri lagi. Namun, sejarah membuktikan, pebalap yang memenangi seri perdana memiliki peluang 50 persen untuk menjadi juara dunia di tahun tersebut. Apalagi, kemarin Rosberg memperbesar modalnya dengan meraih kemenangan di seri kedua. Alhasil, kini pebalap asal Jerman itu memuncaki klasemen sementara dengan 50 poin. Unggul 17 angka dari Hamilton yang nangkring satu strip di bawahnya.

Rosberg sebenarnya mengawali lomba kemarin dari posisi kedua. Pole position diduduki oleh Hamilton. Setelah dia mencatat waktu tercepat dalam babak kualifikasi format baru, yang lagi-lagi berlangsung membosankan. Namun, selepas start, Rosberg langsung menyodok ke posisi terdepan dan tak terkejar hingga finish. Pebalap yang wajahnya mirip Leo DiCaprio itu mengakhiri lomba dengan catatan waktu 1 jam 33 menit 34,696 detik.

Sementara itu, starting-grid ketiga dan keempat ditempati oleh duo Ferrari. Semula, banyak orang, terutama para Ferrarista, berharap dua jagoan Kuda Jingkrak itu mampu mencuri start dan memimpin lomba di lap pertama seperti di GP Australia. Namun, harapan itu ternyata tinggal harapan. Sebastian Vettel terpaksa tidak bisa mengikuti lomba setelah mesinnya tiba-tiba meleduk dan berasap saat melakukan formation lap. Ini adalah untuk kali kedua beruntun tim asal Italia itu bermasalah setelah mobil Kimi Raikkonen terbakar dua pekan yang lalu.

Akibatnya, seperti halnya Vettel di Melbourne, Kimi harus berjuang sendirian menghadapi keroyokan dua driver Mercedes di Bahrain. Hasilnya pun sama. Pebalap asal Finlandia tersebut terpaksa mengakui keunggulan Rosberg dan harus puas finish 10 detik di belakangnya. Mirip seperti Vettel dua pekan lalu di Albert Park yang juga mengakhiri lomba dengan membuntuti duo Silver Arrows.

Hamilton sendiri, yang sangat digdaya saat kualifikasi, dipecundangi Rosberg saat lomba karena mendapat sial. Selepas start, mobilnya diseruduk dari samping oleh Valtteri Bottas. Juara dunia tiga kali itu pun nyaris keluar dari trek dan harus melorot ke posisi sembilan di lap pertama. Sementara itu, Bottas dianggap bersalah oleh pengawas lomba dan akhirnya harus menjalani drive-through penalty.

Tertinggal cukup jauh, sulit bagi Hamilton untuk mengejar Rosberg. Bahkan, untuk mendekati Kimi pun dia tak sanggup. Ini untuk kedua kalinya beruntun mantan pacar Nicole Scherzinger itu gagal meraih kemenangan. Jika tidak segera bangkit di Shanghai dua pekan lagi, bakal makin sulit baginya untuk mempertahankan gelar juara dunia yang sudah dia raih dalam dua tahun terakhir.

Selain persaingan antara Mercedes dan Ferrari, yang juga menyita perhatian di balapan kemarin adalah Romain Grosjean dan Stoffel Vandoorne. Seperti di GP Australia dua pekan sebelumnya, Grosjean kembali menyumbangkan poin bagi tim Haas dengan finish di posisi kelima. Ini berarti tim debutan asal Amerika Serikat itu berhasil menembus top ten dalam dua lomba perdana mereka. Sebuah hasil yang cukup mengejutkan karena tim milik Gene Haas ini semula diperkirakan bakal berkutat di papan bawah, bersaing dengan Manor Racing.

Sementara itu, Stoffel Vandoorne, pengganti Fernando Alonso yang belum pulih dari cedera, langsung mempersembahkan poin perdana bagi McLaren-Honda dengan finish di posisi kesepuluh. Dengan hasil positif ini, Vandoorne menyamai rekor Sebastian Vettel yang juga mampu meraih angka pada balapan pertamanya di F1 pada tahun 2007. Tidak banyak rookie yang bisa menorehkan catatan apik tersebut. Biasanya, hanya calon bintang yang bisa melakukannya.

Stoffel Vandoorne, juara GP2 tahun lalu, selama ini memang disebut-sebut sebagai pebalap masa depan McLaren. Bukan tidak mungkin, di kemudian hari, driver asal Belgia ini naik pangkat menjadi pebalap utama di tim bermesin Honda tersebut, menggeser Fernando Alonso dan Jenson Button. Sebagai catatan, duo juara dunia yang mulai uzur dimakan usia itu masih belum mampu meraih poin dalam dua seri pertama tahun ini.

Di lain pihak, Rio Haryanto, mantan pesaing Vandoorne di GP2, akhirnya berhasil mencatatkan namanya sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu menyelesaikan lomba di F1. Meski hanya finish terakhir dari 17 pebalap yang tersisa (dari 22 driver yang berlaga, lima di antaranya sudah out duluan, termasuk dua juara dunia, Sebastian Vettel dan Jenson Button), hasil yang digapai Rio ini merupakan suatu kemajuan bila dibandingkan dengan apa yang dia raih di Australia. Dua pekan lalu, mobil Manor mengalami kebocoran oli dan Rio pun harus berhenti pada lap ke-18.

Dalam balapan kemarin, strategi ban yang diterapkan oleh tim Manor terhadap Rio dan Pascal Wehrlein memang cukup berbeda. Meski sama-sama start dengan ban soft dan melakukan pit stop tiga kali (seperti mayoritas pebalap lainnya), kombinasi ban yang dipilih oleh Rio dan rekan setimnya di GP Bahrain kemarin memang tidak sama. Dan, itu yang ternyata membedakan hasil yang mereka raih.

Sepanjang lomba, Wehrlein menggunakan tipe soft-soft-supersoft-supersoft. Sementara itu, Rio memasang soft-soft-medium-supersoft. Saat memakai kompon medium itulah Rio kehilangan banyak waktu. Seandainya memilih kombinasi yang sama dengan Pascal, hasil yang dicapai Rio mungkin bisa lebih baik dan mungkin bisa menyalip duo Force India yang finish di depannya.

Awalnya, Rio memilih medium karena yakin bisa bertahan hingga finish. Jadi, dia hanya perlu melakukan dua kali pit stop. Namun, saat race tersisa 10 putaran, Manor memutuskan untuk mengganti bannya dengan supersoft karena catatan waktu Rio sangat lambat (tertinggal 3-4 detik per lap). Selain itu, juga untuk mengantisipasi seandainya terjadi insiden dan safety car keluar di akhir lomba.

Akan tetapi, pemakaian ban medium itu sebenarnya tak perlu disesali. Rio bisa mengambil sisi positifnya. Dengan ban medium yang lebih awet, dia akhirnya mampu menambah jam terbang dan race distance. Jadi, lomba GP Bahrain kemarin bisa dianggap sebagai “latihan extra” bagi Rio. Hasilnya pun cukup lumayan untuk seorang rookie. Pebalap kebanggaan Indonesia itu mampu menyelesaikan 57 lap tanpa masalah berarti.

Sebelum ini, Rio memang tidak pernah melahap lomba hingga lebih dari 50 lap. Saat berlaga di GP2, maksimal hanya 30-an lap. Saat sesi latihan pramusim maupun free practice sebelum race, pebalap yang tampak alim itu juga tak pernah mengitari sirkuit hingga 50 kali. Bahkan, saat lomba GP Australia dua pekan lalu, Rio hanya menggeber mobil Manor-nya 16 putaran sebelum akhirnya ngadat dan kembali ke garasi.

Setelah ini, target terdekat Rio adalah finish di depan rekan setimnya. Memang, tidak mudah mengalahkan Pascal Wehrlein yang kemarin mengakhiri lomba di posisi ke-13. Penampilan pebalap asal Jerman itu cukup apik dan hampir masuk top ten di Bahrain. Namun, Rio tak perlu keder. GP Australia dan Bahrain telah memberinya pengalaman berharga. Apalagi, seri berikutnya dilangsungkan di Shanghai, di mana Rio sudah mengenal sirkuitnya. Jadi, tidak perlu adaptasi dan bisa fokus ke setting-an mobil dan strategi pemilihan ban.

Bermodal mesin Mercedes, mobil Manor memang cukup cepat. Bahkan, Rio kemarin sempat mencatat top speed di Bahrain. Di Shanghai, yang memiliki trek lurus sangat panjang (hingga 1,2 km), Manor berpeluang besar mempermalukan dua tim medioker, Sauber (bermesin Ferrari) dan Renault, yang notabene lebih lamban. Kekurangan utama Manor, yang secara aerodinamika kurang lincah dalam melibas tikungan, mungkin bisa sedikit tertutupi.

Selain menanti kiprah Rio berikutnya, yang perlu ditunggu di Tiongkok dua pekan lagi adalah Nico Rosberg. Mampukah dia mengalahkan Hamilton tiga kali beruntun, sekaligus mencatat hat-trick victory? Ataukah Ferrari yang malah bangkit dan mencuri kemenangan dari Mercedes? Sampai jumpa Shanghai!

Review Formula 1 Bahrain Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s