Review Serie A 2015-2016 Giornata 32: Milan 1-2 Juventus

Meski sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Alex, Juventus akhirnya mampu menghabisi AC Milan dengan skor 2-1 di Stadio San Siro, pada hari Minggu (10/04) dini hari tadi WIB. Dua gol kemenangan La Vecchia Signora diceploskan oleh Mario Mandzukic dan Paul Pogba.

Dalam lima belas menit pertama, Milan memang tampak lebih dominan dan nyaris mencetak gol dua kali. Beruntung, tim tamu memiliki Gianluigi Buffon yang mampu menghalau bola sebelum melewati garis gawang. Double save-nya mampu mementahkan freekick Mario Balotelli dan membendung tembakan rebound Luca Antonelli.

Penampilan San Gigi Buffon memang sangat ciamik dalam laga Liga Italia Serie A dini hari tadi. Julukan sebagai Santo Pelindung Juventus pun layak disematkan kepada kiper veteran juara Piala Dunia 2006 tersebut.

Akan tetapi, sehebat-hebatnya Buffon, setelah beberapa kali digempur, gawang Juve pun akhirnya jebol juga. Berawal dari sepak pojok, pada menit ke-18, Alex yang berdiri bebas tanpa kawalan menanduk bola dari dalam kotak penalti untuk membuat skor menjadi 1-0 bagi keunggulan AC Milan.

Tertinggal satu gol, sang Nyonya Tua yang semula tampak terlena, mulai bangun dari tidurnya. Bermain tanpa Paulo Dybala dan Sami Khedira memang membuat agresivitas Juve menurun. Ditambah lagi, Kwadwo Asamoah dan Alex Sandro yang mengawal sisi kiri juga tampil loyo. Meski demikian, Bianconeri patut bersyukur dengan adanya Mario Manduzkic dan Alvaro Morata.

Sekitar sembilan menit setelah kebobolan, Morata melepaskan umpan terobosan ke dalam kotak penalti yang langsung dikuasai oleh Manduzkic. Gerakan striker asal Kroasia itu gagal diantisipasi oleh duet bek Milan, Alex dan Romagnoli. Alhasil, SuperMario tinggal berhadapan one-on-one dengan kiper Gigi Donnarumma dan langsung mengecohnya dengan tembakan pelan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Skor imbang tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Juve, yang di awal sempat tertekan, berangsung-angsur bangkit dan mendominasi penguasaan bola hingga 55 persen menjelang turun minum. Sebanyak 5 tembakan mereka lepaskan dengan 3 di antaranya on target dan 1 menjadi gol. Sementara itu, Milan mengemas 1 gol dari 6 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang Buffon.

Pada babak kedua, Milan kembali mengambil inisiatif untuk melakukan tekanan. Juve tampak sedikit mengendur. Akibatnya, Balotelli sempat mendapat peluang matang pada menit ke-51. Namun, lagi-lagi Buffon menjadi dewa penyelamat dengan menepis tembakan si Apel Busuk tersebut. Bola yang memantul di depan kemudian dikejar oleh Balotelli dan didorong masuk ke dalam gawang dengan menggunakan tangannya.

Untungnya, wasit Daniele Orsato yang memimpin laga melihat aksi curang Balotelli tersebut. Striker pinjaman dari Liverpool itu lalu diganjar dengan kartu kuning. Upaya Balotelli untuk membuat Gol Tangan Busuk akhirnya gagal tercipta.

Tak berapa lama kemudian, Juve mulai membangun serangan mereka kembali. Paul Pogba sempat mendapat peluang emas lewat tembakan bebas dari depan kotak penalti. Sayang, freekick melengkungnya masih menerpa tiang gawang. Padahal, kiper ababil Gigi Donnarumma sudah tidak mampu menjangkaunya.

Meski demikian, Pogba akhirnya bisa menuntaskan ambisinya untuk mencetak gol pada menit ke-65. Memanfaatkan sepak pojok Claudio Marchisio, Pogba yang berdiri di tiang jauh melepaskan tembakan memantul tanah yang membuat bola meluncur dengan indahnya menembus gawang tuan rumah. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Juventus.

Tertinggal satu gol, pelatih Sinisa Mihajlovic mulai melakukan pergantian dengan menarik keluar Keisuke Honda dan Mario Balotelli serta memasukkan Luiz Adriano dan Kevin Prince Boateng. Namun, dua pemain baru ini tetap tidak bisa berbuat banyak. Dalam lima belas menit terakhir, Juve terlihat meredam upaya Milan dengan lebih banyak mengalirkan bola dari kaki ke kaki dan tidak melakukan penetrasi yang berbahaya.

Hingga 90 menit usai, Juventus tercatat lebih unggul dalam ball possession (56 persen). Sebanyak 9 tembakan mereka lepaskan, 4 di antaranya on target, dan 2 menjadi gol. Sementara itu, meski berhasil melakukan 11 tembakan, 5 di antaranya on target, Milan hanya mampu menghasilkan satu gol.

Kemenangan di giornata ke-32 ini membuat Juve semakin nyaman di puncak klasemen. Minimal tetap unggul 6 poin jika Napoli berhasil mengalahkan Hellas Verona. Dengan hanya 6 laga tersisa, sepertinya hanya kejutan besar yang bisa menggagalkan tim Zebra merengkuh scudetto kelima beruntun musim ini.

***

Ratings

Milan (4-4-2): 6.5
Donnarumma 6.5; Abate 5.5, Alex 6.5, Romagnoli 5, Antonelli 6; Honda 5.5/Luiz Adriano 5.5 (74’), Kucka 6.5, Montolivo 6.5, Bonaventura 5; Balotelli 6/Boateng 6 (77’), Bacca 4.5.
Coach: Mihajlovic 6.

Juventus (3-5-2): 7
Buffon 8.5; Barzagli 6.5, Bonucci 6, Rugani 6; Lichtsteiner 6/Cuadrado 6 (81’), Pogba 7.5, Marchisio 6, Asamoah 5.5/Evra 6 (85’), Alex Sandro 5.5; Mandzukic 7, Morata 7/Zaza 5.5 (67’).
Coach: Allegri 7.

Referee: Orsato 5.5.

Man of the Match: Gianluigi Buffon.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 32: Milan 1-2 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s