Preview Formula 1 Chinese Grand Prix 2016

Rio Haryanto bakal menjalani balapan Formula 1 ketiganya di Shanghai akhir pekan ini. Dua kali balapan di awal musim 2016, apa yang dicapai Rio memang belum maksimal. Namun, juga tidak mengecewakan. Di Australia, cowok ganteng asal Solo itu gagal menyelesaikan lomba karena mobil Manor yang digebernya mengalami kebocoran oli. Sementara itu, di Bahrain dua pekan lalu, Rio mampu finish, meskipun berada di urutan terakhir dari 17 pebalap yang tersisa. Lima pebalap lainnya (dari 22 pebalap), gagal menyelesaikan race alias DNF.

Dibandingkan seri perdana di Melbourne, penampilan tim Manor yang diperkuat Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein memang mengalami kemajuan di Bahrain. Saat kualifikasi, Wehrlein bahkan mampu meraih posisi start ke-16. Di depan mobil Sauber, Renault, dan Force India yang notabene adalah tim papan tengah. Saat race, pebalap muda binaan Mercedes itu berhasil finish di urutan ke-13. Sempat pula merangsek ke posisi tujuh di pertengahan lomba.

Peningkatan yang dialami Manor tersebut disinyalir karena kualitas mesin dan power unit yang disuplai oleh Mercedes. Selain itu, girboks yang mereka dapatkan dari Williams tampaknya juga mampu mengangkat performa mobil MRT05. Tak heran, tim yang dulunya bernama Marussia itu kini mampu bersaing dengan tim-tim papan tengah semacam Renault dan Sauber yang bermesin Ferrari. Bahkan, bila dibandingkan dengan Force India yang sama-sama bermesin Mercy, Manor juga cuma beda-beda tipis.

Race Director Manor Dave Ryan sendiri mengakui, mobil MRT05 milik mereka memang mengalami kemajuan pesat. Terutama dalam soal power. Dibandingkan dengan tim papan atas Williams yang sama-sama bermesin Mercedes, kecepatan Manor kini hanya tertinggal sekitar 8 kilometer/jam di trek lurus. Padahal, dulu bisa mencapai 20 kilometer/jam. Alhasil, di Bahrain dua pekan lalu, Rio Haryanto sempat memimpin daftar top speed dan selalu masuk dalam 10 besar dalam urusan kecepatan.

Maka dari itu, Manor pun optimistis musim ini mereka bakal mengulangi capaian tahun 2014. Di mana waktu itu almarhum Jules Bianchi mampu mempersembahkan poin perdana dan satu-satunya bagi tim yang kala itu bernama Marussia. Kini, dengan meningkatnya performa mobil MRT05, impian untuk melebihi prestasi Bianchi tersebut bukan hal yang mustahil untuk digapai. Target itu sekarang berada di pundak Rio dan Pascal.

Kesempatan pertama bagi Manor untuk meraih poin perdana musim ini cukup terbuka di Shanghai. Dengan karakter sirkuit yang dihiasi tiga trek lurus panjang (salah satunya mencapai 1,2 kilometer), peluang Manor yang bermesin Mercedes bisa dibilang lumayan besar untuk menembus papan tengah. Kecepatan mereka bisa diandalkan. Minimal, untuk bersaing dengan Renault dan Sauber. Oleh karena itu, jika strategi pemilihan ban mereka tepat, mobil tidak mengalami masalah, serta dinaungi oleh Dewi Fortuna, bukan tidak mungkin Rio atau Pascal bisa finish top ten.

Bagi Rio sendiri, GP Tiongkok ini bukan suatu hal yang asing. Seperti halnya Bahrain, pebalap yang disponsori oleh Pertamina itu sudah pernah berlaga di Sirkuit Shanghai. Berbeda dengan Wehrlein yang belum pernah menjajalnya sama sekali karena pebalap asal Jerman itu bukan alumnus GP2. Ini bisa menjadi suatu keuntungan buat Rio untuk mengalahkan rekan setimnya tersebut.

Setelah berhasil finish untuk pertama kali di Bahrain, target Rio selanjutnya memang mengalahkan rekan setimnya. Dalam dua balapan sebelumnya, Wehrlein memang selalu unggul karena tidak pernah DNF dan selalu berhasil menyelesaikan lomba dengan baik. Di seri ketiga di Asia ini, Rio harus berusaha maksimal untuk finish di depan. Karena setelah ini, sirkus F1 bergeser ke Eropa, yang tentunya bakal lebih familiar bagi Pascal.

Salah satu kunci bagi Rio untuk mengalahkan Wehrlein adalah pemilihan ban. Di Bahrain, gara-gara memasang ban medium, sementara rekan setimnya menggunakan supersoft, putra bungsu boss buku tulis merek Kiky itu membuang banyak waktu karena kecepatan mobilnya tertinggal jauh.

Maka dari itu, di GP Tiongkok weekend ini, Rio dan timnya harus lebih jeli dalam menentukan strategi pit stop dan pergantian ban. Selain itu, di Shanghai, yang sirkuitnya sangat technical, banyak elevation change dan high-speed corner, setting-an mobil juga harus pas untuk mendapatkan efek aerodinamika yang terbaik.

Sementara itu, di papan atas, ambisi Lewis Hamilton untuk mengejar ketertinggalan dari Nico Rosberg tampaknya bakal menghadapi jalan terjal. Juara dunia tiga kali itu dijatuhi penalti turun 5 grid start di GP Tiongkok karena mengganti girboks. Dengan masalah yang dialami rekan setimnya tersebut, Rosberg berpeluang untuk meraih pole position di Shanghai dan mencetak hat-trick tiga kemenangan beruntun di awal musim ini.

Hamilton memang terpaksa mengganti girboks karena ada beberapa komponennya yang pecah setelah dia ditabrak Valtteri Bottas di tikungan pertama GP Bahrain dua pekan lalu. Padahal, aturannya, satu girboks harus digunakan minimal dalam 6 lomba. Nah, Hamilton baru menjalani dua seri dan sudah harus mengganti girboks. Oleh karena itu, hukuman penalti pun harus dia terima.

Ini merupakan pukulan telak. Shanghai adalah salah satu sirkuit favorit Hamilton. Bisa dibilang, juara dunia tiga kali itu adalah rajanya GP Tiongkok. Rekornya empat kali menang dan 5 kali pole position, terbanyak bila dibandingkan para pebalap lainnya. Di sinilah tempat yang tepat untuk bangkit setelah dipecundangi Rosberg di dua seri awal musim ini. Dengan penalti turun 5 posisi start, Hamilton bakal membutuhkan upaya ekstra untuk menggagalkan rencana hat-trick Rosberg.

Di lain pihak, Ferrari yang selalu bernasib sial dalam dua balapan awal (mobil Kimi Raikkonen terbakar di Australia dan mobil Sebastian Vettel mogok sebelum start di Bahrain), berambisi untuk bangkit di China. Melihat karakter Sirkuit Shanghai yang high-speed, peluang Kuda Jingkrak untuk mengalahkan Mercedes memang tidak besar. Namun, bukan berarti tidak ada sama sekali. Apalagi, Hamilton juga terkena penalti.

Dalam konferensi pers, Kimi menyatakan, sudah saatnya La Scuderia meraih kemenangan di Shanghai yang merupakan seri ketiga musim ini. Dibandingkan tahun lalu, mobil SF16-H memang mengalami peningkatan di berbagai segi. Power mesin semakin besar dan sudah bisa mendekati Mercedes. Aerodinamika juga membaik. Kimi menyebut mobil Ferrari tahun ini sudah sangat komplet.

Saat ini, tinggal bagaimana Kimi dan juga Vettel memanfaatkan peluang di China. Hamilton terkena penalti 5 posisi, berarti sudah pasti tidak akan menempati pole position. Jadi, duo Ferrari itu bisa fokus untuk mengeroyok Rosberg guna merebut posisi start terdepan saat kualifikasi.

Secara statistik, pole position memang sangat menentukan di Shanghai. Sejak GP Tiogkok diadakan pertama kali pada tahun 2004, tujuh pemenangnya memulai balapan dari posisi start terdepan. Berarti, sesi qualifying bakal menjadi kunci. Selama ini, Ferrari selalu keok dari Mercedes dalam babak adu cepat itu.

Selain berusaha merebut pole position, yang tidak boleh dilalaikan oleh Ferrari adalah strategi pemilihan ban saat lomba. Baik Kimi dan Vettel telah memilih kombinasi 3 medium, 4 soft, dan 6 supersoft untuk GP Tiongkok. Terlihat lebih agresif daripada pilihan Hamilton dengan 4 medium, 4 soft, dan 5 supersoft. Sementara itu, Rosberg memilih bermain aman dengan 3 medium, 5 soft, dan 5 supersoft.

Dengan enam set jatah ban supersoft (kompon terlunak sekaligus tercepat bila dibandingkan medium dan soft), Ferrari tampaknya bakal gas pol saat kualifikasi maupun lomba. Sedangkan, tiga set ban medium mungkin akan digunakan sebagai cadangan, baik saat free practice maupun saat terjadi insiden dalam race.

Berbeda dengan Bahrain yang panas karena terletak di tengah padang pasir, cuaca di Shanghai biasanya unpredictable. Bisa berubah-ubah setiap saat. Kemungkinan bakal turun hujan saat babak latihan bebas dan kualifikasi. Ferrari mungkin juga berharap faktor cuaca ini bisa menguntungkan mereka. Selain itu, yang terpenting, Kimi dan Vettel harus banyak berdoa agar mobil mereka tidak lagi mengalami masalah.

Di luar Manor, Ferrari, dan Mercedes, yang patut ditunggu penampilannya weekend ini adalah Haas dan McLaren. Dalam dua balapan perdana, Haas, yang notabene merupakan tim rookie alias pendatang baru, mampu membalik prediksi dengan finish top ten lewat Romain Grosjean. Apakah skuat asal Amerika Serikat ini bakal mencetak hat-trick poin di Shanghai? Jika iya, armada milik Gene Haas ini layak mendapat gelar tim yang paling mengejutkan di awal musim ini.

Sementara itu, McLaren masih menunggu lampu hijau dari tim dokter FIA tentang layak atau tidaknya Fernando Alonso membalap di GP Tiongkok. Setelah mengalami kecelakaan hebat di Australia, juara dunia dua kali itu memang mengalami cedera retak tulang rusuk. Alhasil, di Bahrain dua pekan lalu, dia tidak diperbolehkan untuk ikut lomba demi keselamatannya.

Namun, ironisnya, yang ditunggu oleh para penggemar F1 sebenarnya bukan kembalinya Alonso, melainkan pebalap muda penggantinya, Stoffel Vandoorne. Juara GP2 musim lalu tersebut mencuri perhatian dengan finish di urutan ke-10 sekaligus menyumbangkan poin perdana musim ini bagi McLaren-Honda. Itu adalah suatu hal yang tak mampu dilakukan oleh juara dunia 2009, Jenson Button.

Sejak Sebastian Vettel melakukannya pada tahun 2007, baru Stoffel Vandoorne inilah pebalap debutan yang langsung meraih poin dalam balapan pertamanya. Kita semua tahu, beberapa tahun sesudahnya, Vettel menjadi legenda dengan menjadi juara F1 empat kali beruntun.

Apakah Vandoorne bisa mengikuti jejak Vettel? Semuanya bakal lebih terbuka jika pebalap asal Belgia itu bisa kembali berlaga di GP China akhir pekan ini. Sepertinya, para F1 mania juga lebih menantikan penampilannya bersama McLaren-Honda dibandingkan dua juara dunia tua yang sudah mulai kehilangan taringnya. Hehehe..

2016 Formula 1 Pirelli Chinese Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 15 April 2016, dengan sesi Free Practice 1 (09.00 WIB) dan Free Practice 2 (13.00 WIB). Hari Sabtu, 16 April 2016, akan diawali sesi Free Practice 3 (11.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (14.00 WIB). Hari Minggu, 17 April 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 13.00 WIB. Live di FOX Sports, GlobalTV, dan iNewsTV. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Chinese Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s