Review Serie A 2015-2016 Giornata 35: Fiorentina 1-2 Juventus

Juventus tinggal butuh satu poin lagi untuk menjadi juara Liga Italia musim ini. Bahkan, bisa lebih cepat jika Napoli gagal memecundangi Roma pada hari Senin (25/04) WIB malam ini.

Dengan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Fiorentina dini hari tadi, Juve memang tinggal menunggu pesta juara. Hanya keajaiban yang bisa menggagalkan. Yaitu, jika Bianconeri selalu kalah dalam tiga laga pamungkas dan Napoli menyapu bersih kemenangan dalam empat giornata tersisa. Hampir mustahil, bukan?

Saat dijamu Fiorentina pada giornata ke-35 tadi, Juve sebenarnya sempat kewalahan. La Viola langsung menekan sejak awal laga. Pada menit ke-13, Josip Ilicic melesatkan tembakan jarak jauh, yang untungnya masih bisa digagalkan oleh Santo Buffon.

Bianconeri kemudian berusaha melancarkan serangan balasan. Dua menit berselang, Sami Khedira mampu menjebol gawang Fiorentina. Namun, wasit Paolo Tagliavento menganulir golnya karena gelandang keturunan Tunisia itu dianggap sudah offside.

Pada menit ke-21, Fiorentina kembali melakukan tusukan yang berbahaya lewat sayap kiri. Lagi-lagi melalui Ilicic. Beruntung, Juve memiliki Buffon yang tampil cemerlang. Sang Superman mampu mementahkan ancaman tim tuan rumah tersebut lewat aksi penyelamatannya yang luar biasa.

Meski terus berupaya mencetak gol, Fiorentina akhirnya malah kebobolan duluan. Tepatnya pada menit ke-39. Memanfaatkan bola dari Khedira, Paul Pogba kemudian mengirim umpan matang ke tengah kotak penalti yang langsung disikat oleh Mario Mandzukic. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 dan bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Juve berupaya untuk memperbesar keunggulan. Sayangnya, Pogba yang sudah one-on-one dengan kiper Tatarusanu gagal mencetak gol karena tembakannya tidak tepat sasaran.

Fiorentina sendiri belum menyerah untuk menyamakan kedudukan. Borja Valero dkk terus menekan dan menguasai permainan. Namun, upaya mereka untuk menjebol gawang Buffon baru bisa tercapai pada menit ke-81. Itu pun diawali oleh blunder Leonardo Bonucci.

Mauro Zarate memanfaatkan kesalahan Bon-Bon di depan kotak penalti dengan merebut bola dari mantan bek binaan Inter tersebut. Sejurus kemudian, striker asal Argentina itu mngirim umpan ke Nicola Kalinic yang langsung melepas tembakan keras melengkung untuk menembus keperawanan sang Nyonya Tua.

Skor pun berubah menjadi 1-1. Akan tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Juve mendapat sepak pojok. Patrice Evra memanfaatkannya dengan melakukan tembakan, yang sayangnya kena blok. Sial bagi Fiorentina, bola yang mental masih bisa disambar oleh Alvaro Morata untuk membobol gawang tuan rumah.

Kembali tertinggal, tim asuhan Paulo Sousa belum putus asa. Mereka terus meningkatkan intensitas serangan dan membuat permainan semakin panas. Usaha La Viola untuk menyamakan skor tersebut akhirnya mendapat jalan pada menit ke-89.

Juan Cuadrado yang sedang mengawal Kalinic di dalam kotak penalti dianggap melakukan pelanggaran karena membuat striker tersebut terjatuh. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Kalinic sendiri yang kemudian maju sebagai eksekutor.

Di sinilah kemudian drama epik itu terjadi. San Gigi Buffon membuktikan dirinya memang layak disebut sebagai Santo Pelindung Juventus. Tendangan penalti Kalinic mampu dia tepis dengan sempurna. Fiorentina pun merana. Gagal menyamakan skor hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Selama 90 menit, La Viola sebenarnya lebih unggul dalam ball possession. Hingga mencapai 55 persen. Namun, dari 15 tembakan yang dilepaskan Federico Bernasdeschi dkk (9 di antaranya on target), hanya satu yang mampu membobol gawang Buffon. Sisanya terbuang sia-sia.

Bandingkan dengan Juve yang bermain jauh lebih efektif. Hanya melesatkan 5 tembakan, Paulo Dybala dkk cuma mampu dua kali mengancam gawang Fiorentina. Namun, dua-duanya menjadi gol.

Selain efektivitas, kunci kemenangan tim Zebra adalah penampilan gemilang Gigi Buffon. Tanpa leadership yang kuat dari sang capitano, La Vecchia Signora mungkin tidak akan mampu bangkit setelah terpuruk di awal musim.

Juve sudah membuktikan mampu survive setelah ditinggal Pavel Nedved, David Trezeguet, Alessandro Del Piero, Antonio Conte, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez. Entah apa jadinya kalau nanti juga ditinggal oleh Gigi Buffon..

***

Ratings

Fiorentina (3-4-2-1): 6.5
Tatarusanu 5.5; Tomovic 5, G. Rodriguez 5, Astori 5.5; Tello 6/M. Fernandez 6 (62′), Borja Valero 6, Badelj 5/Roncaglia 6 (89′), Alonso 6.5; Ilicic 6/Zarate 6.5 (53′), Bernardeschi 7; Kalinic 6.5.
Ciach: Sousa 7.

Juventus (3-5-2): 6.5
Buffon 7.5; Barzagli 5.5, Bonucci 5, Rugani 5; Lichtsteiner 5.5/Cuadrado 6 (88′), Khedira 6.5, Lemina 7, Pogba 7/Asamoah 6 (84′), Evra 6; Dybala 6.5/Morata 7 (70′), Mandzukic 7.5.
Coach: Allegri 7.

Referee: Tagliavento 4.5.

Man of the Match: Gianluigi Buffon.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 35: Fiorentina 1-2 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s