Preview Formula 1 Gran Premio de Espana 2016

Tak terasa, sudah empat balapan dilalui Rio Haryanto di Formula 1. Hasilnya memang tidak terlalu menggembirakan. Pebalap kebanggaan Indonesia itu hanya mampu menyelesaikan lomba dua kali. Sedangkan, di dua lomba sisanya, dia gagal finish. Dan, dua-duanya, sebenarnya, bukan kesalahan Rio.

Di lomba perdana, di Melbourne, mobil Manor yang digeber Rio mogok pada lap ke-18 karena olinya bocor. Lalu, yang terbaru, dua pekan lalu, di Rusia, Rio harus out pada lap pertama setelah ditabrak oleh Nico Hulkenberg. Malang memang tak dapat ditolak.

Namun, untungnya, Rio tidak patah arang dan tetap bersikap positif. Nasib buruk yang menimpanya di balapan-balapan sebelumnya dia anggap sebagai pelajaran yang berharga. Bahkan, cowo ganteng yang dekat dengan mamanya itu mengaku telah mengalami kemajuan di beberapa segi, terutama dalam hal kecepatan.

Saat melahap trek lurus, mobil Manor yang bermesin Mercedes memang cukup bisa diandalkan. Rio pun sempat beberapa kali mencatat top speed dan melewati mobil-mobil tim papan tengah semacam Renault, Sauber, dan Force India. Maka dari itu, tak ada alasan bagi Rio untuk pesismistis.

Apalagi, seri selanjutnya, yaitu lomba kelima musim ini, bakal berlangsung di Sirkuit Catalunya. Bagi rekan setim Pascal Wehrlein tersebut, sirkuit yang terletak di Spanyol itu sangat familier. Bahkan, bisa dianggap sebagai rumah keduanya.

Selama mengikuti ajang GP2 tahun lalu, Rio memang ber-homebase di Barcelona. Sejak dua pekan lalu, saat sirkus F1 mulai kembali ke Eropa, cah Solo itu juga tinggal di kotanya Gerard Pique tersebut. Maka dari itu, Rio mengaku sudah hafal dengan baik karakter Sirkuit Catalunya. Putra bungsu mantan pebalap Sinyo Haryanto itu pun optimistis mampu memetik hasil baik di GP Spanyol weekend ini.

Berbicara mengenai Circuit de Barcelona, dibandingkan sirkuit-sirkuit F1 yang lain, sirkuit kebanggaan warga Catalan ini merupakan sirkuit yang komplet. Berkarakter high-speed dengan dipadu tikungan-tikungan tajam. Maka dari itu, uji coba pramusim selalu dilakukan di Barcelona. Biasanya, mobil yang tercepat di sini bakal berjaya di akhir musim. Tak heran, GP Spanyol selalu menjadi parameter awal untuk memprediksi pebalap mana yang bakal menjadi juara dunia.

Tahun ini, Nico Rosberg sudah menyapu bersih kemenangan di empat lomba perdana. Jika mampu menang lagi di Barcelona, hampir bisa dipastikan, pebalap Silver Arrows itu bakal menjadi jawara di akhir musim nanti. Mungkin, hanya nasib sial dan kuasa Tuhan yang bisa menggagalkan.

Oleh karena itu, balapan weekend ini menjadi salah satu penentu bagi para pesaing Rosberg, yaitu Lewis Hamilton dan duo Ferrari. Mereka harus mampu menggagalkan ambisi Rosberg meraih lima kemenangan beruntun jika masih ingin bersaing hingga akhir musim nanti. Terutama bagi Ferrari yang selalu dirundung sial dalam empat balapan perdana.

Biasanya, baru di GP Spanyol inilah tim-tim melakukan upgrade mesin. Namun, untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes, Ferrari sudah melakukannya sebelum GP Rusia dua pekan lalu. Jatah tiga token mereka habiskan untuk meningkatkan sistem pembakaran agar power meningkat. Itu tak lain demi memperbaiki prestasi tim Kuda Jingkrak yang saat ini memang di bawah harapan.

Padahal, usai GP Tiongkok sebulan yang lalu, Team Principal Maurizio Arrivabene berani berkoar bahwa kecepatan Ferrari saat itu hanya tertinggal 0,1 detik per lap dari Mercedes. Makanya, sempat tersembul optimisme, dengan upgrade mesin serta strategi ban dan pit stop yang tepat, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen bakal mampu mengalahkan Silver Arrows di Rusia.

Nyatanya, fakta berbicara lain. Dua pekan yang lalu, Vettel sudah out di lap pertama usai disundul Daniil Kyvat dua kali dari belakang. Lalu, Kimi juga hanya mampu finish ketiga, 16 detik di belakang Rosberg dan Hamilton. Saat sesi kualifikasi, kecepatan Vettel yang menduduki posisi start kedua juga tertinggal 0,5 detik dari Rosberg, bukan 0,1 detik seperti klaim Arrivabene di Shanghai.

Pertanyaannya, jika sudah melakukan upgrade, kenapa Ferrari masih termehek-mehek di belakang Mercedes? Jawabannya, mungkin karena Mercy juga melakukan upgrade. Sebanyak dua token sudah dihabiskan oleh tim asal Jerman itu untuk meningkatkan sistem aliran bahan bakar. Makanya, power mesin Silver Arrows pun semakin joss dan tak terkejar oleh tim Kuda Jingkrak.

Di Spanyol ini, Ferrari, dan juga Mercedes, pasti melakukan upgrade lagi. Arrivabene sendiri mengkonfirmasi bahwa tim asal Maranello itu sudah melakukan pengembangan setahap demi setahap. Dia menjamin, La Scuderia akan menurunkan paket mesin dan mobil terbaik di Barcelona. Pria berewok itu juga optimistis Vettel dan Kimi bakal meraih hasil yang lebih baik daripada di Sochi. Kita tunggu saja.

Sementara itu, Lewis Hamilton juga bertekat bangkit di Catalunya. Memang, ini mulai terdengar klise. Karena sudah empat kali beruntun pria asal Inggris itu dipecundangi oleh Rosberg musim ini. Dua kali podium kedua, sekali podium ketiga, dan sekali gagal finish, di Shanghai, tentu saja bukan hasil yang menggembirakan bagi juara dunia tiga kali tersebut.

Memang, penurunan prestasi yang dialami oleh Hamilton bukan sepenuhnya kesalahan mantan pacar Nicole Scherzinger itu. Seperti halnya Ferrari, Hamilton hampir selalu sial di empat balapan perdana musim ini. Mobilnya nyaris selalu bermasalah saat lomba. Dua kali beruntun, di Shanghai dan Sochi, bagian MGU-H (motor generated unit-heat) di mesin turbonya rusak. Padahal, dari sisi kecepatan, driver binaan McLaren itu tidak kalah dari Rosberg. Buktinya, dia sempat merebut pole position saat kualifikasi.

Para Hamiltonmania pun sampai curiga. Jangan-jangan Mercedes memang sengaja menyabotase mobil pebalap idola mereka demi memuluskan jalan Rosberg untuk menjadi juara dunia. Sudah menjadi rahasia umum, Rosberg, yang sama-sama berasal dari Jerman, sebenarnya merupakan anak emas Mercedes. Tapi, prestasinya selama ini selalu kalah dari Hamilton.

Atas tuduhan para fans tersebut, Mercedes langsung membantah melalui surat terbuka. Direktur Teknis Paddy Lowe menyatakan, para teknisi Mercy bekerja non-stop selama 24 jam sejak kembali dari Rusia. Hanya demi memperbaiki mesin Hamilton. Diharapkan, di Barcelona, bagian MGU-H-nya tidak lagi bermasalah.

Mercedes juga menyatakan, sebenarnya bukan cuma mobil Hamilton yang mengalami gangguan. Mobil Rosberg juga. Saat lomba di Rusia, yang bermasalah adalah bagian MGU-K (motor generated unit-kinetic). Maka dari itu, tidak benar tuduhan bahwa mereka pilih kasih. Problem yang selalu dialami oleh Hamilton murni karena faktor luck saja.

Di Barcelona, weekend ini, Mercedes malah ingin melihat Hamilton kembali bersaing dengan Rosberg. Seperti yang terjadi dalam dua musim terakhir. Musim ini, duel antara duo Silver Arrows itu memang belum pernah terjadi. Rosberg terlalu dominan dan nyaman di depan. Sementara itu, Hamilton harus termehek-mehek mengejarnya. Termasuk saat start dari urutan paling belakang seperti di Rusia yang lalu.

Meski demikian, Hamilton tetap optimistis biarpun kini tertinggal 43 poin dari Rosberg. Masih ada 17 balapan tersisa, termasuk di Barcelona akhir pekan ini. Jika mobilnya tidak bermasalah, pebalap yang masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME ini pede bisa melewati Rosberg di akhir musim nanti. Kita tunggu saja apakah sesumbarnya menjadi nyata.

Di lain pihak, tim papan atas lainnya, Red Bull, membuat kejutan dengan mendepak Daniil Kvyat ke Scuderia Toro Rosso. Sebagai gantinya, pebalap ababil Max Verstappen naik pangkat sebagai rekan setim Daniel Ricciardo. Aksi ugal-ugalan dengan menabrak Vettel dua kali di Sochi akhirnya membuat karir Kvyat di tim asal Austria tersebut tamat.

Usai gagal finish di Sochi, Vettel memang langsung mendatangi mantan boss-nya di Red Bull, Christian Horner, untuk menyampaikan protes atas manuver Kvyat. Tak disangka, beberapa hari sesudahnya, pebalap asal Rusia itu langsung dilorot ke Toro Rosso. Ternyata, pengaruh Vettel di tim Krating Daeng itu masih cukup besar. Hehehe..

Bagi Red Bull, dan juga Ferrari, mengalahkan kecepatan Mercedes saat kualifikasi memang cukup sulit. Saat lomba, juga tidak mudah untuk melakukan overtaking di Sirkuit Catalunya. Namun, mereka bisa memanfaatkan kelemahan Mercy saat memulai lomba. Dalam empat balapan sebelum ini, meski menguasai pole position, performa Rosberg dan Hamilton saat start memang kurang baik.

Selain itu, faktor cuaca juga bisa menentukan. Menurut perkiraan, ada peluang bakal terjadi hujan saat lomba pada hari Minggu. Jika sampai wet race, semakin terbuka kesempatan bagi Ferrari dan Red Bull untuk mencuri kemenangan dari Mercedes.

Formula 1 Gran Premio de Espana Pirelli 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 13 Mei 2016, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 14 Mei 2016, akan diawali sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 15 Mei 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports 2. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Gran Premio de Espana 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s