Review Coppa Italia 2015-2016 Finale: Milan 0-1 Juventus (AET)

Juventus kembali menutup ajang domestik dengan sempurna. Setelah meraih lima kali juara Liga Serie A beruntun, hari Minggu (22/05) dini hari WIB kemarin, Gigi Buffon dkk berhasil mempertahankan gelar juara TIM Cup alias Coppa Italia yang mereka rebut musim lalu. Alhasil, Juve menjadi tim Italia pertama sepanjang sejarah yang mampu menjadi double winners dua kali beruntun.

Oh, iya. Gelar juara TIM Cup musim ini juga merupakan gelar Coppa Italia yang ke-11 bagi Juventus. Terbanyak di antara tim-tim lainnya. AS Roma, yang menguntit perolehan trofi di posisi kedua, baru mampu sembilan kali menjadi juara. Sedangkan, di Serie A, sejak dulu sang Nyonya Tua berjaya. Sudah 34 scudetto mereka kumpulkan, jauh meninggalkan Milan dan Inter yang, bahkan, belum mencapai 20 kali juara.

Laga Finale TIM Cup di Stadio Olimpico, Roma, kemarin, sebenarnya tidak berjalan mudah bagi Juventus. Tim “semenjana” Milan, yang semula diremehkan, ternyata mampu tampil “mendingan” dan memberi perlawanan yang berarti. Dalam setengah jam pertama, Rossoneri sudah memberondong pertahanan Andrea Barzagli dkk dengan lima tembakan. Salah satunya lewat Jack Bonaventura yang, untungnya, masih mampu digagalkan oleh kiper Norberto Neto.

Juve sendiri baru bisa melepaskan tembakan pertama pada menit ke-34. Sayangnya, upaya yang dilakukan oleh Paulo Dybala itu belum mampu menjebol gawang Gigi Donnarumma. Penampilan kiper ababil tersebut memang cukup apik hingga kesucian Milan tetap terjaga sampai turun minum.

Pada babak kedua, Juve mulai mencoba bangkit dengan bermain lebih agresif. Kedua sayap yang tampil melempem ditarik keluar oleh pelatih Max Allegri. Patrice Evra dan Stephan Lichsteiner digantikan oleh Alex Sandro dan Juan Cuadrado yang notabene lebih cepat.

Sementara itu, di pihak Milan, pelatih Cristian Brocchi juga melakukan perubahan dengan menarik gelandang Andrea Poli dan memasukkan striker yang baru sembuh dari cedera, M’Baye Niang. Skema yang semula 4-3-3 pun berubah menjadi 4-4-2 dengan Niang berduet dengan Bacca di depan.

Hanya saja, upaya kedua pelatih tersebut ternyata sia-sia. Hingga waktu normal 90 menit usai, tetap belum ada gol yang tercipta. Laga final Coppa Italia kali ini pun harus dilanjutkan ke babak extra-time 2 x 15 menit. Dan, jika nantinya tetap mandul, tidak ada pilihan selain dilakukan adu penalti.

Saat perpanjangan waktu inilah, Allegri melakukan keputusan jitu dengan menarik Hernanes dan memasukkan Alvaro Morata pada menit ke-108. Pola permainan Juve yang semula 3-5-2 berubah menjadi 3-4-3 dengan trio striker di depan. Usai laga, Allegri memang mengakui lebih memilih bermain terbuka daripada harus menjalani adu penalti.

Ternyata, pilihan mantan pelatih yang dicampakkan Milan tersebut tepat. Baru dua menit masuk ke lapangan, Morata langsung menjebol gawang Donnarumma. Memanfaatkan umpan silang Juan Cuadrado, yang tadi juga masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Di lain pihak, upaya Brocchi untuk meningkatkan ketajaman timnya dengan memasukkan Jose Mauri dan Mario Balotelli berakhir dengan tangan hampa. Si Apel Busuk Balotelli yang baru tampil pada menit ke-112 tak mampu membantu Milan untuk menyamakan skor. Para Milanisti pun hanya bisa pasrah menyaksikan tim mereka di ambang kekalahan.

Namun, mendekati akhir laga, kondisi sempat memanas. Dipicu oleh jatuhnya Keisuke Honda di dalam kotak terlarang. Para pemain Milan meminta tendangan penalti. Akan tetapi, wasit Gianluca Rocchi tidak menganggap hal itu sebagai sebuah pelanggaran. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Juventus.

Secara statistik, selama 120 menit, Milan sebenarnya lebih dominan. Dengan penguasaan bola mencapai 57 persen, Riccardo Montolivo dkk membombardir Juve dengan 20 tembakan. Namun, finishing yang buruk membuat peluang Rossoneri banyak yang terbuang. Hanya tiga yang mengarah ke gawang Neto dan tidak ada yang menjadi gol. Sementara itu, Juve bermain lebih efektif meski kalah dalam ball possession. Dari 11 tembakan yang mereka lancarkan, empat di antaranya on target dan satu menjadi gol lewat Morata.

Dengan kekalahan ini, nasib Milan kembali merana. Kesempatan satu-satunya untuk lolos ke Europa League musim depan pun sirna. Karena hanya menduduki posisi ketujuh di Serie A, klub milik Silvio Berlusconi itu harus merelakan satu tiket ke Liga Malam Jumat direbut oleh klub gurem Sassuolo. Yang berhasil mengangkangi mereka di posisi keenam.

***

Ratings

Milan (4-3-3): 6.5
Donnarumma 6.5; De Sciglio 6.5, Romagnoli 6, Zapata 6, Calabria 6; Poli 6.5/Niang 5.5 (85’), Montolivo 5.5/Jose Mauri 6 (109’), Kucka 6/Balotelli 6 (112’); Bonaventura 6.5, Bacca 5, Honda 6.
Coach: Brocchi 6.5.

Juventus (3-5-2): 6.5
Neto 6; Chiellini 6, Barzagli 6.5, Rugani 5.5; Evra 5/Alex Sandro 6 (62’), Pogba 6, Hernanes 5.5/Morata 7.5 (108’), Lemina 6.5, Lichtsteiner 5.5/Cuadrado 6.5 (75’); Dybala 6.5, Mandzukic 5.5.
Coach: Allegri 6.5.

Referee: Rocchi 6.5.

Man of the Match: Alvaro Morata.

Review Coppa Italia 2015-2016 Finale: Milan 0-1 Juventus (AET)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s