Preview Formula 1 Grand Prix du Canada 2016

Setelah berkeliling Australia, Asia, dan Eropa, sirkus Formula 1 akhirnya menyambangi benua Amerika akhir pekan ini. Tepatnya, di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada. Sebuah sirkuit yang unik, karena terletak di pulau buatan, Ile Notre-Dame, dengan karakter stop and go. Alias, gas-rem-gas-rem.

Di sirkuit sepanjang 4,361 kilometer ini, aerodinamika mobil tidak terlalu berpengaruh. Yang bakal menentukan adalah rem dan ketahanan mesin. Mobil bakal disiksa melewati tikungan-tikungan lambat yang dikombinasikan dengan tikungan cepat. Lalu, digeber melahap trek lurus panjang.

Bagi Rio Haryanto, bisa jadi ini suatu keuntungan. Meski top speed-nya di trek lurus cukup oke, mobil Manor selama ini memang lemah dalam hal aerodinamika. Maka dari itu, karakter sirkuit di Montreal ini tampaknya cocok dengan MRT05.

Rio sendiri mengakui, trek di GP Kanada ini memang paling pas dengan mobilnya. Dengan mengandalkan mesin Mercedes yang powernya besar serta sistem transmisi dari Williams, pebalap kebanggaan Indonesia itu yakin bisa bersaing dalam hal top speed di trek lurus. Minimal, bisa mengganggu tim-tim semenjana semacam Sauber, Renault, dan Haas.

Selain itu, GP Kanada akhir pekan ini juga menjadi kesempatan bagi Rio untuk mengalahkan Pascal Wehrlein. Dalam enam balapan yang sudah dilalui, pebalap asal Jerman itu memang selalu unggul dengan finish di depan Rio.

Meski demikian Rio tidak perlu berkecil hati. Sebab, dari segi kecepatan, dia tidak kalah. Buktinya, dari enam kali babak kualifikasi, Rio sempat tiga kali meraih posisi start di depan Pascal.Selama ini, hasil jeblok Rio saat lomba lebih banyak disebabkan oleh mobil Manor-nya yang bermasalah. Berbeda dengan Pascal yang hampir selalu mulus dalam menyelesaikan enam lomba perdana musim ini.

Selain itu, Pascal juga lebih berpengalaman karena sudah lama dibina oleh Mercedes dan menjadi pebalap cadangan mereka di F1. Bahkan, jika Nico Rosberg jadi hengkang ke Ferrari untuk menggantikan Kimi Raikkonen musim depan, Wehrlein digossipkan bakal mengisi kursinya. Berduet dengan Lewis Hamilton di Silver Arrows.

Di lain pihak, bagi Mercedes, Sirkuit Montreal yang karakternya menyiksa mesin bakal menjadi ujian tersendiri. Dalam enam lomba musim ini, tim asal Jerman itu memang tidak bisa lepas dari masalah reliability. Sudah dua kali Hamilton gagal finish karena mesinnya ngadat. Dua pekan lalu, di Monaco, giliran mesin Rosberg yang loyo. Seolah kehilangan power.

Jika tak segera memperbaiki performa mesinnya, Mercedes bakal mendapat ancaman serius dari Red Bull yang sedang bangkit. Di Monte Carlo, Daniel Ricciardo meraih pole position. Dia seharusnya bisa menang jika pit crew-nya tidak melakukan blunder saat mengganti ban.

Boss Mercedes Toto Wolff pun mengakui ancaman nyata dari Red Bull. Dua pekan ini, mereka bekerja keras mencari solusi. Penyebab masalah di mobil Rosberg yang membuat kecepatannya berkurang hingga 0,5 detik per lap di Monaco akhirnya bisa diatasi. Beberapa spare part mesin sudah diganti. Hasilnya bakal dibuktikan akhir pekan ini.

Hal lain yang membuat Mercedes boleh optimistis adalah status Lewis Hamilton sebagai King of Montreal. Mantan pacar Nicole Scherzinger itu sudah empat kali berjaya di Kanada. Terbanyak kedua sepanjang sejarah setelah Michael Schumacher (menang tujuh kali).

Sementara itu, bagi Daniel Ricciardo, GP Kanada bakal menjadi momen penebus kekecewaan. Bagaimana tidak, dalam dua balapan terakhir, driver yang wajahnya mirip aktor Mahabharata Shaheer Sheikh itu nyaris menang jika timnya tidak melakukan kesalahan.

Di GP Spanyol, strategi pemilihan ban yang kurang tepat membuat podium tertinggi yang seharusnya ditempati Ricciardo direbut oleh rekan setimnya, pebalap ababil Max Verstappen. Di Monaco, dua pekan lalu, gara-gara miskomunikasi dengan pit crew-nya saat pit stop mengganti ban membuat kemenangannya sirna. Ditikung oleh Hamilton.

Oleh karena itu, Sirkuit Montreal akhir pekan menjadi tempat yang pas untuk mengembalikan senyum pada wajah pebalap yang dijuluki “The Smiling Assassin” itu. Apalagi, Ricciardo juga memiliki kenangan indah di Kanada.

Pada tahun 2014, musim debutnya bersama Red Bull, driver asal Aussie itu meraih kemenangan F1 perdananya di Montreal. Sejarah yang dicetak Riccardo waktu itu memang cukup fenomenal karena dia mengalahkan Mercedes yang sedang berjaya dan mengungguli rekan setimnya, juara dunia empat kali, Sebastian Vettel.

Pengalaman buruk yang terjadi tahun lalu juga diharapkan tidak terulang. Karena mobil Red Bull saat ini sudah jauh lebih baik. Musim lalu, di Kanada, Ricciardo memang hanya berhasil start dari posisi ke-9 dan finish di posisi ke-13. Hasil jeblok itu lebih banyak disebabkan memblenya performa mesin Renault.

Akhir pekan ini, Red Bull yakin kondisinya bakal berubah. Mesin Renault yang dibawa ke Montreal sudah mengalami upgrade besar-besaran dan mengalami peningkatan yang signifikan. Secara power, gap mereka dengan Mercedes sudah tidak terlalu jauh. Quantum leap ala Red Bull ini membuat banyak pihak terkejut, mengingat betapa desperate-nya mereka musim lalu.

Di sisi lain, karakter Sirkuit Gilles Villeneuve yang stop and go juga bisa menguntungkan bagi dua penggawa Red Bull. Di sini, selain ketahanan mesin, skill pebalap sangat menentukan. Ricciardo mengaku sangat menyukainya. Dia cinta Kanada. Dia cinta Montreal. Karena bisa melakukan overtaking di chicane dengan cepat.

Sebagai catatan, di GP Kanada, pole position tidak terlalu menentukan. Secara statistik, dalam 15 balapan terakhir, hanya ada enam pemenang yang start dari posisi terdepan. So, Mercedes, yang selama ini menjadi pelanggan pole sitter, harus berhati-hati.

Sementara itu, Ferrari, yang seolah tenggelam di tengah bersinarnya Red Bull, masih berusaha untuk bangkit. Sudah cukup lama La Scuderia puasa kemenangan. Terakhir, di GP Singapura tahun lalu. Sedangkan, untuk GP Kanada, lebih lama lagi. Terakhir kali Fratelli d’Italia berkumandang di Montreal pada tahun 2004 yang lalu. Saat Michael Schumacher sedang jaya-jayanya.

Demi memenuhi ambisi “berbuka puasa” tersebut, akhir pekan ini, tim Kuda Jingkrak akan memasang turbo baru di mesin ketiga Vettel. Diharapkan, power mereka bakal meningkat dan tidak lagi malu-maluin.

Meski demikian, ada konsekuensi yang harus diterima Ferrari dengan upgrade mobil yang mereka lakukan. Jatah token pengembangan mesin Vettel dan Kimi saat ini hanya tersisa empat lagi. Dalam enam balapan pertama, tim asal Italia itu sudah ngabisin 28 token. Padahal, musim ini masih panjang.

Kimi sendiri memilih bersikap realistis. Pebalap asal Finlandia yang kursinya di Ferrari sedang terancam itu tidak mengharapkan keajaiban. The Iceman hanya berharap komponen baru yang dipasang di mesin bisa meningkatkan performanya. Minimal, untuk bersaing dengan Mercedes di podium dan mengungguli Red Bull.

Selain upgrade mesin, tim Kuda Jingkrak juga bisa berharap pada faktor cuaca. Menurut ramalan, kemungkinan bakal turun hujan di selatan Montreal pada hari Minggu, saat lomba berlangsung. Semua pebalap non-Mercedes pasti berharap wet race terjadi. Karena dengan begitu, peluang mereka akan lebih terbuka.

Untuk saat ini, mengalahkan Mercy di trek kering sangat sulit, kalau tidak bisa dibilang mustahil. Bahkan, Red Bull, yang sudah habis-habisan, hanya berhasil mencuri satu kemenangan di Barcelona. Sedangkan, Ferrari? Sejauh ini, nol besar. Maka dari itu, jika semua upgrade yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil, harapan terakhir tim Kuda Jingkrak adalah hujan.

Formula 1 Grand Prix du Canada 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 10 Juni 2016, dengan sesi Free Practice 1 (21.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 11 Juni 2016 dengan sesi Free Practice 2 (01.00 WIB) dan sesi Free Practice 3 (21.00 WIB). Hari Minggu, 12 Juni 2016, adalah sesi Qualifying pada pukul 00.00 WIB dan hari Senin, 13 Juni 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 01.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Grand Prix du Canada 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s