Preview Formula 1 Grand Prix of Europe 2016

Tidak ada waktu lama bagi para kru sirkus Formula 1 untuk berleha-leha. Begitu selesai GP Kanada akhir pekan kemarin, ajang balap jet darat itu langsung pindah benua. Kembali ke kandang mereka, yaitu: Eropa. Tepatnya, di negeri yang dijuluki Land of Fire, Azerbaijan. Yang baru pertama kali ini menjadi tuan rumah.

Tim-tim F1 memang sudah terbiasa menjalani balapan back-to-back dalam sepekan. Namun, biasanya berlangsung dalam satu benua, di Asia atau Eropa. Kali ini, tantangannya berlipat ganda karena jarak Kanada dan Azerbaijan begitu jauh. Apalagi, ini adalah balapan perdana di negara kaya minyak tersebut.

Bisa dibilang, seluruh tim F1 saat ini belum familier dengan sirkuit baru yang melintasi ibu kota Azerbaijan tersebut. Sebagai solusinya, pada hari Sabtu yang lalu (11/6), para personel sudah mulai mengepak peralatan yang dibutuhkan untuk dikirim ke Kota Baku. Padahal, saat itu, balapan GP Kanada belum selesai.

Di ajang sekelas F1, persaingan antartim memang tidak hanya terjadi di lintasan. Namun, juga berlangsung di bagian logistik. Bahkan, seksi perlengkapan tersebut memegang peran penting dalam kesuksesan seorang pebalap. Bayangkan, jika sampai ada satu komponen penting yang lupa mereka bawa. Bisa fatal akibatnya.

Berbeda dengan Sochi, di Rusia, yang dua tahun lalu menjadi sirkuit baru. Meski sama-sama melintasi jalanan, Baku, di Azerbaijan, bakal menyajikan tantangan tersendiri. Sirkuit yang terletak di tepi Laut Kaspia ini tergolong sebagai sirkuit tercepat di F1.

Karakter Sirkuit Baku memang unik. Didesain oleh sang Master, Herman Tilke, city circuit tersebut terdiri dari trek lurus panjang, tikungan cepat, dan rute menanjak. Tilke memang sengaja merancang sirkuit jalanan ini menjadi yang tercepat di F1. Jadi, bisa dibilang, GP Eropa weekend ini semacam GP Monako versi fast and furious.

Saking cepatnya, para pebalap diperkirakan hanya membutuhkan waktu 1 menit 40-an detik untuk melibas satu lap di Baku. Padahal, panjangnya mencapai 6,006 kilometer. Terpanjang kedua di F1 setelah sirkuit legendaris Spa-Francorchamps di Belgia yang juga tergolong high-speed.

Trek lurus di Baku juga sangat panjang, mencapai 2,2 kilometer. Mobil-mobil yang bermesin Mercedes pasti sangat diuntungkan. Dengan power besar, mereka bisa mencatat top speed di sini. Yang diperkirakan bisa menembus 340 kilometer/jam. Sementara itu, kecepatan rata-rata bisa mencapai 200-an kilometer/jam.

Dilain pihak, mobil dengan aerodinamika ciamik semacam Red Bull-nya Adrian Newey juga tidak perlu minder. Mereka bakal leluasa melibas high-speed corner yang banyak menghiasi Baku. Mulai dari Tikungan 16 hingga Tikungan 20.

Selain itu, juga ada trek menanjak sempit yang diapit oleh tembok-tembok di kota tua di Tikungan 6. Bakal dibutuhkan konsentrasi dan keberanian untuk melewatinya. Salah perhitungan sedikit, bisa crash akibatnya.

Bagian lain yang juga harus dicermati oleh para pebalap adalah jalur masuk menuju pit yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Nyaris seluruh driver mengkhawatirkan hal ini. Kemungkinan, hari ini, Jumat (17/06), setelah sesi free practice, akan dibahas apakah tikungan ini bakal diubah.

Sebelum masuk pit, mobil memang harus menurunkan kecepatan dari trek lurus (300 kilometer/jam) menuju chicane (80 kilometer/jam). Setelah itu, masih ada trek lurus 100 meter sebelum masuk area speed limit menuju pit lane.

Dalam kondisi balapan, chicane di atas bukan merupakan bagian jalur lambat. Berarti, para pebalap yang tidak masuk pit boleh melibasnya dengan kecepatan setinggi mungkin. Hal inilah yang dikhawatirkan bakal memicu kecelakaan.

Sekilas, jalur masuk pit lane di Baku ini mirip dengan Sirkuit Interlagos di Brasil. Yang akhirnya diubah pada tahun 2014 karena dianggap terlalu berbahaya. Padahal, di sana, jalurnya lebih mudah dan tidak secepat di Azerbaijan ini.

Jika akhirnya nanti tidak ada perubahan, siap-siap saja seandainya terjadi crash hebat saat balapan. Hal ini ternyata mengundang pro dan kontra di antara para pebalap. Meski banyak yang khawatir, ada juga driver yang merasa tertantang.

Salah satu yang pro adalah Daniel Ricciardo. Pebalap Red Bull tersebut malah melihat tikungan sebelum pit lane itu sebagai suatu tantangan. Jika bisa melewatinya dengan mulus, menurut dia, para driver bakal mendapat keunntungan 0,5 sampai 1 detik lebih cepat. Yang mana sangat berarti di F1.

Demikian juga dengan Sebastian Vettel. Menurut penggawa Ferrari tersebut, para driver berpeluang mencuri waktu di jalur menuju pit lane jika mereka tidak membuat kesalahan. Namun, bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Kesalahan sekecil apapun berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Jika tidak crash, ya, minimal, pebalap bakal kehilangan banyak waktu.

Sementara itu, untuk yang kontra, seperti Marcus Ericsson, menginginkan danger zone di atas diubah. Pebalap Sauber tersebut memang termasuk yang paling kritis menuntut perubahan. Berbeda dengan Fernando Alonso dan Felipe Massa yang ingin mencoba dulu, meski mereka juga cenderung meminta jalur menuju pit lane tersebut dikaji ulang.

Komentar paling menarik mungkin yang dilontarkan oleh Lewis Hamilton. Menurut mantannya Nicole Scherzinger itu, Sirkuit Baku adalah sirkuit jalanan yang nanggung. Lebar di beberapa titik, lalu sempit di bagian lainnya. Bahkan, ada yang terlalu lebar kek jalan tol, katanya. Pebalap binaan McLaren itu lebih menyukai classic city circuit semacam Monako.

Seperti Hamilton, Team Principal Mercedes Toto Wolff juga agak khawatir menjelang GP Eropa akhir pekan ini. Apalagi, Mercy juga belum berpengalaman dengan Sirkuit Baku yang benar-benar baru ini. Keunggulan mereka juga mulai terancam seiring dengan kebangkitan Ferrari dan Red Bull.

Wolff sendiri merasa terintimidasi dengan Vettel yang memang membalap dengan excellent saat GP Kanada weekend kemarin. Kegagalannya menapak podium tertinggi hanya disebabkan kesalahan Ferrari dalam menerapkan strategi pergantian ban. Secara kecepatan, dia tidak kalah dengan Hamilton yang akhirnya memenangi lomba.

Menurut Wolff, berbeda dengan Red Bull yang hanya bagus saat kualifikasi, performa Ferrari di Montreal sangat oke, baik di qualifying maupun race. Untuk mengantisipasi bangunnya tim Kuda Jingkrak, Mercedes sampai menyiapkan upgrade untuk mobil mereka. Tapi, sayangnya, paket aerodinamika anyar itu baru bisa dicoba saat seri ke-10 di Sirkuit Silverstone, Inggris.

Di lain pihak, Rio Haryanto bakal membalap di Baku dengan masa depannya yang masih mengambang di F1. Jika belum bisa melunasi sisa dana sponsor sebesar USD 7 juta, Manor hanya bisa menjamin Rio balapan hingga seri ke-11 di Hungaria, pada 24 Juli 2016.

Oleh karena itu, Manor kini membuka pintu lebar-lebar bagi perusahaan lokal Indonesia yang ingin menjadi sponsor. Cukup dengan USD 500 ribu saja, logo dan brand mereka bisa menempel di mobil MRT05. Yang tentu saja bakal mendapat global exposure dan go international, di samping menjamin kelangsungan karier Rio di F1.

Di sisi lain, Rio sebenarnya tidak terlalu khawatir dalam menyongsong GP Eropa. Menurut pebalap kebanggaan Indonesia itu, Sirkuit Baku berkarakter cepat, tapi menyenangkan. Meski demikian, Rio menyebut ada beberapa bagian trek yang sempit, mepet tembok, seperti di Monako. Sedikit saja gagal fokus, bakal buruk akibatnya. Terutama di Tikungan 15.

Untuk beradaptasi dengan Sirkuit Baku, Rio mengaku sudah berlatih melibas 80 lap dengan menggunakan simulator. Meski kondisi nyata saat balapan nanti sangat berbeda dengan simulasi, perjaka 23 tahun itu menyatakan sudah memiliki gambaran untuk menghadapi trek lurus dan tikungan-tikungan cepat di sana.

Berbeda dengan Rio, Nico Hulkenberg mengaku tidak sempat menjajal Sirkuit Baku lewat simulator. Pebalap asal Jerman itu menyatakan bakal butuh 10 lap free practice untuk menghafal layout-nya.

Pengakuan Hulk di atas dianggap terlalu berlebihan oleh dua juara dunia, Fernando Alonso dan Sebastian Vettel. Secara bercanda, Alonso mengaku cuma butuh dua lap untuk menguasai Sirkuit Baku. Sedangkan, Vettel? Cukup satu setengah lap saja. Hehehe..

Formula 1 Grand Prix of Europe 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 17 Juni 2016, dengan sesi Free Practice 1 (16.00 WIB) dan Free Practice 2 (20.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 18 Juni 2016 dengan sesi Free Practice 3 (17.00 WIB) dan Qualifying (20.00 WIB). Hari Minggu, 19 Juni 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 20.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Grand Prix of Europe 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s