Menjelang Final Four Copa America Centenario 2016

Perhelatan Copa America Centenario 2016 memasuki saat-saat terakhir. Empat tim sudah memastikan lolos ke babak semifinal, yaitu: Argentina, Cile, Kolombia, dan tuan rumah Amerika Serikat, setelah mendepak lawan-lawan mereka di babak 8 besar.

Dari empat partai yang tersaji di perempat final, yang paling mengejutkan adalah tersisihnya salah satu tim yang diunggulkan lolos ke final, yaitu: Meksiko. Tidak ada yang menduga sebelumnya kalau Pasukan Sombrero bakal di-Brasil-kan oleh Cile dengan skor sangat telak, 7-0.

Bagaimana tidak, selama dibesut oleh pelatih asal Kolombia, Juan Carlos Osorio, Meksiko tak terkalahkan dalam 22 laga sebelumnya. Penampilan mereka di fase grup juga cukup meyakinkan dengan menghempaskan juara dunia dua kali, Uruguay. Tak salah jika Chicharito dkk digadang-gadang sebagai lawan yang pas bagi Argentina di final Copa America edisi khusus seratus tahun ini.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Meksiko harus mengepak koper dan pulang lebih awal dari negara tetangganya, AS, yang kali ini menjadi tuan rumah. Cile-lah yang sekarang menjadi favorit untuk kembali menantang Lionel Messi dkk di partai puncak. Menjadi ulangan laga final tahun lalu yang mereka menangkan di rumah sendiri melalui adu penalti.

Sempat diragukan sejak tampuk kepelatihan beralih dari sang juara Amerika Latin, Jorge “Gunawan” Sampaoli, ke Juan Antonio Pizzi, Cile memang sedikit demi sedikit memperbaiki penampilan. Setelah kalah dari Argentina di laga perdana, Arturo Vidal dkk menang secara kontroversial melawan Bolivia, sebelum akhirnya melibas Panama untuk lolos ke 8 besar sebagai runner-up grup D.

Meski demikian, banyak juga yang menyangsikan kebangkitan Cile. Kemenangan besar atas Meksiko dianggap lebih disebabkan tim Sombrero bermain sangat buruk. Bukan karena kehebatan Alexis Sanchez dkk.

Untuk membungkam suara nyinyir tersebut, Cile harus mampu menghabisi Kolombia di semifinal. Di atas kertas, tim asuhan Jose Pekerman itu sebenarnya tidak lebih baik daripada Meksiko. Los Cafeteros dianggap terlalu bergantung pada James Rodriguez.

Maka dari itu, jika Cile benar-benar sudah bangkit seperti ketika menjuarai Copa America tahun lalu, seharusnya mereka tidak kesulitan untuk mengeliminasi Kolombia. Kalau menghadapi Juan Cuadrado dkk saja kerepotan, jangan harap untuk mengulang mimpi mempermalukan Argentina di final.

Di lain pihak, meski sangat diunggulkan untuk lolos ke partai puncak, bahkan, menjuarai Copa America Centenario ini, Lionel Messi dkk tetap harus berhati-hati. Tuan rumah USA tidak bisa dianggap enteng. Tim asuhan Juergen Klinsmann itu berpotensi membuat kejutan di hadapan para pendukung mereka seperti yang dilakukan Cile tahun lalu.

Untuk mengakhiri puasa gelar sejak tahun 1993, tim Tango memang harus melepaskan diri dari Messi-dependencia, alias ketergantungan berlebih pada sang Messias. Gonzalo Higuain harus menunjukkan tajinya seperti yang dia pertontonkan di Serie A musim lalu. Demikian juga dengan Sergio Aguero.

Jika bisa melewati empat besar, siapa pun yang menjadi lawan Argentina di final, baik Cile atau Kolombia, di atas kertas, bakal lebih berat daripada Amerika Serikat. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama tim dan lebih dari sekadar Messi jika La Albiceleste tidak ingin kecewa lagi. Seperti yang sudah mereka alami selama dua tahun terakhir di partai puncak Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015.

Menjelang Final Four Copa America Centenario 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s