Review Formula 1 Grand Prix of Europe 2016

Nico Rosberg is back! Setelah puasa kemenangan dalam tiga balapan beruntun, jagoan Mercedes itu kembali melanjutkan keperkasaannya musim ini. Tepatnya, di city circuit of Baku, Azerbaijan, yang untuk kali pertama menjadi tuan rumah gelaran GP Eropa, pada hari Minggu (19/06) kemarin.

Kemenangan Rosberg tersebut sekaligus memutus tren positif rekan setim, sekaligus pesaing utamanya, Lewis Hamilton, yang meraih victory dalam dua balapan terakhir sebelum Azerbaijan. Alhasil, anak juara dunia F1 Keke Rosberg itu menyambut gembira keberhasilannya kemarin.

Setelah menuai hoki dalam dua balapan sebelumnya, Hamilton kembali bernasib sial dalam seri kedelapan ini. Semua bermula saat sesi kualifikasi Q3. Mantan pacar Nicole Scherzinger itu crash di Tikungan 15. Akibatnya, dia tidak bisa mencatat waktu dan harus puas start dari posisi ke-10.

Sialnya lagi, saat balapan, Hamilton tak mampu merangsek ke depan seperti biasanya karena mengalami masalah pada rem. Meski terus menggeber mobilnya dengan maksimal, bujangan asal Inggris itu harus menerima hasil akhir dengan finis di posisi kelima.

Berbeda dengan Hamilton, Rosberg menjalani GP Eropa di Baku dengan sempurna. Penggawa Mercedes itu berhasil mencatat “grand slam” dengan memulai balapan dari pole position, selalu memimpin dari lap pertama, hingga akhirnya menyentuh garis finish terdepan dari 22 pebalap.

Kemenangan kelima dari delapan seri yang sudah berlangsung tersebut juga membuat posisi Rosberg makin kukuh di puncak klasemen sementara. Saat ini, pebalap yang mukanya mirip Leonardo DiCaprio itu unggul 24 poin atas Hamilton (117) yang setia menguntitnya di posisi kedua.

Di lain pihak, Ferrari kembali harus mengubur ambisinya untuk mengalahkan Mercedes. Sebastian Vettel hanya mampu finish di posisi kedua, 16 detik di belakang Rosberg. Sementara itu, Kimi Raikkonen, yang terkena penalti lima detik karena melanggar garis putih saat pit stop, mengakhiri lomba di posisi keempat.

Seandainya Kimi tidak mendapat hukuman, Ferrari berpotensi menempatkan dua drivernya di atas podium. Meski demikian, masalah pada mesin membuat the Iceman tidak bisa menggeber mobilnya dengan maksimal.

Selain itu, ada ganjalan dari Sergio Perez yang kemarin finish ketiga, alias podium keduanya beruntun dalam dua balapan terakhir. Penampilan pebalap Force India itu memang cukup moncer di Kanada dan Azerbaijan. Bahkan, Perez layak disebut sebagai driver of the day. Putra asli Meksiko itu sukses menyalip Kimi di trek lurus lap terakhir dan finish di belakang Vettel.

Sementara itu, Rio Haryanto kembali apes. Start dari posisi ke-16, pebalap kebanggaan Indonesia tersebut diserempet Esteban Gutierrez di lap pertama. Mobilnya pun menabrak tembok dan sayap depannya rusak.

Untungnya, Rio masih mampu kembali ke pit dan memperbaiki mobilnya. Namun, karena waktu yang terbuang cukup banyak, anak boss buku tulis Kiky itu hanya mampu finish di posisi ke-18, alias yang terakhir dari seluruh pebalap yang tersisa (ada empat driver yang gagal finish).

Meski demikian, Rio tak perlu berkecil hati. Jika dilihat secara hasil, balapan GP Eropa kemarin adalah yang terbaik sepanjang karirnya yang masih pendek di F1. Untuk pertama kalinya, perjaka asal Solo itu mengungguli rekan setimnya, Pascal Wehrlein, yang juga untuk pertama kalinya mengalami DNF, alias gagal finish, karena remnya rusak.

Secara head-to-head saat balapan, Rio memang masih tertinggal dengan skor 1-7 dari Pascal. Namun, dari hasil kualifikasi, Rio mampu menyamai Pascal dengan skor 4-4 dari 8 seri. Ini artinya, secara kecepatan, dua pebalap Manor itu cukup berimbang.

Sesi qualifying pada hari Sabtu (18/6) yang lalu juga bisa disebut sebagai momen terbaik bagi Rio. Sukses meraih posisi ke-17, hampir saja dia lolos ke Q2. Waktunya hanya tertinggal 0,1 detik dari Felipe Nasr. Bahkan, Rio tercatat sebagai satu-satunya pebalap yang belum pernah membuat kesalahan saat menggeber sirkuit jalanan Kota Baku yang masih baru itu.

Saat lomba, Rio mendapat berkah. Posisi start-nya maju ke P16 setelah pebalap Toro Rosso, Carlos Sainz, Jr. kena penalti turun lima grid karena mengganti girboks. Namun, sayangnya, peruntungan Rio tidak berlanjut setelah di lap pertama disenggol pebalap tim Haas.

Balapan selanjutnya bakal berlangsung di Austria. Apakah Red Bull yang kemarih melempem, hanya finish di posisi kelima dan keenam, bakal berjaya dan mencuri kemenangan di kandang sendiri? Sampai jumpa di Spielberg!

Review Formula 1 Grand Prix of Europe 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s