Preview Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2016

Setelah melewati balapan yang penuh drama di Azerbaijan, sirkus Formula 1 bakal berlanjut pekan ini. Tepatnya, di Sirkuit Red Bull Ring, yang merupakan kandang tim Red Bull Racing, di Spielberg, Austria.

Meski demikian, kali ini, bukan tuan rumah yang menjadi unggulan. Melainkan, Nico Rosberg, yang dua pekan lalu merebut kemenangan di GP Eropa, yang diadakan di sirkuit jalanan Kota Baku, Azerbaijan. Bagi penggawa Mercedes itu, GP Austria bisa menjadi batu loncatan untuk semakin menjauh dari Lewis Hamilton, rekan setim sekaligus pesaing utamanya.

Apalagi, rekor Rosberg di Spielberg juga sangat mentereng. Dalam dua tahun terakhir, 2014 dan 2015, putra juara dunia F1 Keke Roberg itu selalu menang di Austria. Weekend ini, pebalap Jerman tersebut mengincar hat-trick, sekaligus kemenangan keenamnya musim ini.

Di Azerbaijan, terlepas dari crash yang dialami Hamilton saat kualifikasi, Rosberg memang sangat dominan. Suami Vivian Sibold itu mencetak “grand slam” dengan meraih pole position, memimpin sejak lap pertama, hingga finish terdepan. Namun, kali ini, Rosberg tidak mau jumawa.

Selain mewaspadai Hamilton, Ferrari, dan tuan rumah Red Bull, pebalap Silver Arrows itu juga mengkhawatirkan Williams. Dalam dua balapan terakhir di Austria, meski tidak menang, tim yang dimiliki oleh Sir Frank Williams itu memang mampu naik podium bersama duo Mercedes.

Pada edisi 2014, Valtteri Bottas finish di posisi ketiga di belakang Rosberg dan Hamilton, sedangkan Felipe Massa kelima. Sementara itu, tahun lalu, saat Bottas finish keempat, giliran Massa yang naik podium di belakang duet Silver Arrows.

Catatan positif Williams di Austria itulah yang membuat Rosberg cukup was-was. Apalagi, dia juga merasa Bottas dan Massa sangat menyulitkan jika berlaga di Spielberg. Meski gagal menang, mereka konsisten melakukan tekanan bertubu-tubi terhadap Mercedes dalam dua tahun terakhir.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Silver Arrows sudah menyiapkan setting-an mobil terbaik untuk Rosberg dan juga Hamilton. Di Red Bull Ring yang panjangnya 4,326 kilometer, paket aerodinamika yang handal memang dibutuhkan. Sulit melakukan overtaking di sana. Jarak antara garis start dan tikungan pertama juga sangat dekat.

Oleh karena itu, untuk bisa menang di Austria, sesi kualifikasi menjadi sangat menentukan. Peraih pole position berpeluang untuk terus memimpin hingga garis finish, asalkan bisa mulus melewati tikungan pertama.

Selain Williams, tim lain yang patut diwaspadai oleh Rosberg adalah Force India. Dalam tiga balapan sebelum ini, di Monako, Kanada dan Azerbaijan, tim milik Vijay Mallya itu selalu naik podium melalui Sergio Perez. Prestasi tersebut langsung mengerek kepercayaan diri mereka.

Force India pun langsung memancang target untuk menyalip Williams, yang saat ini nangkring di posisi keempat klasemen sementara. Mereka yakin bisa mereduksi gap 31 poin jika bisa terus konsisten naik podium. Bahkan, bukan tidak mungkin, di akhir musim nanti, tim asal Asia itu bersaing dengan Red Bull atau Ferrari.

Meski demikian, Force India juga tidak boleh terlalu gegabah melihat ke atas. Karena, tepat di bawah mereka, di posisi keenam, ada Scuderia Toro Rosso yang hanya tertinggal 27 poin. Jika Carlos Sainz Jr. bisa konsisten tampil apik dan Daniil Kvyat mengurangi gaya ugal-ugalannya, bukan tidak mungkin, tim satelit Red Bull itu malah menyalip Perez dkk di akhir musim nanti.

Di lain pihak, bagi Rio Haryanto, GP Austria weekend ini menjadi kesempatan berikutnya untuk mengalahkan Pascal Wehrlein, sekaligus untuk meraih poin perdananya di F1. Dua pekan lalu, pebalap kebanggaan Indonesia itu untuk pertama kalinya finish di depan rekan setimnya. Di Baku, juga untuk pertama kalinya, Pascal mengalami DNF, alias gagal menyelesaikan lomba, karena rem mobilnya rusak.

Selain persaingan antartim, balapan F1 akhir pekan ini juga diramaikan oleh silly season, alias gossip perpindahan antarpebalap. Rosberg, yang semula dirumorkan bakal menggantikan Kimi Raikkonen di Ferrari musim depan, ternyata tinggal selangkah lagi memperpanjang kontrak bersama Mercedes.

Non-executive Chairman Mercedes, Niki Lauda, menyatakan, Rosberg hampir pasti memperbarui kerjasamanya dengan Silver Arrows selama dua tahun. Tinggal menyelesaikan beberapa detail terkait hal teknis yang tidak akan mengganggu jalannya negosiasi kontrak.

Dengan kenyataan ini, Rosberg dipastikan tercoret dari bursa pebalap Ferrari musim depan. Sebelumnya, nama pebalap yang mukanya mirip dengan Leonardo DiCaprio itu bersanding dengan Sergio Perez, Carlos Sainz Jr, Valtteri Bottas, Romain Grosjean, dan Daniel Ricciardo untuk menjadi kandidat pengganti the Iceman.

Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 1 Juli 2016, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 2 Juli 2016 dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 3 Juli 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s