Menjelang Semifinal EURO 2016

Di antara empat tim yang lolos ke semifinal EURO 2016, Wales, mungkin, yang paling tidak diduga. Status sebagai tim debutan tak membuat nyali Gareth Bale dkk ciut saat harus menghadapi salah satu tim unggulan, Belgia, di babak 8 besar. Hasilnya, Pasukan Setan Merah berhasil mereka kirim pulang lebih cepat.

Sempat tertinggal lebih dahulu oleh gol dahsyat Radja Nainggolan, Wales berhasil membalik keadaan dengan skor 3-1. Kesuksesan ini, sebenarnya, mengulang capaian mereka pada babak kualifikasi. Kala itu, dalam dua kali pertemuan, Aaron Ramsey dkk mampu mengalahkan Belgia sekali, dan menahan imbang sekali.

Di lain pihak, Portugal terus melanjutkan nasib baik mereka. Seleccao das Quinas lolos ke semifinal tanpa sekali pun pernah menang dalam waktu normal 90 menit di EURO 2016 ini. Banyak yang menduga, sang Dewi Fortuna telah dipacari, atau, bahkan, ditiduri oleh Cristiano Ronaldo.

Di perempat final, meski sempat tertinggal oleh gol cepat Robert Lewandowski, yang akhirnya pecah telur, Portugal mampu menyamakan kedudukan berkat gol spektakuler si ababil ajaib, Renato Sanches. Polandia, pada akhirnya, harus menerima kenyataan pahit, kalah dalam adu penalti. Winger yang namanya sulit dieja, Jakub Blazsczsczsykowski, menjadi pesakitan. Tembakannya gagal menembus gawang Rui Patricio.

Meski sama-sama diakhiri oleh adu tos-tosan, laga Polandia melawan Portugal, sebenarnya, masih kalah dramatis bila dibandingkan Jerman melawan Italia. Pertandingan antara dua tim juara dunia itu, bisa dibilang, merupakan partai yang paling menguras emosi dan membuat jantung deg-degan di EURO 2016 ini. Mengalahkan deg-degannya menunggu jawaban dari gebetan.

Jerman, yang selama ini selalu gagal mengalahkan Italia di turnamen mayor, Piala Dunia dan Piala Eropa, akhirnya berhasil pecah telur. Itupun harus melalui adu penalti yang panjang dan melelahkan. Bahkan, merupakan rekor terpanjang dalam sejarah EURO karena sampai membutuhkan 18 penendang.

Der Panzer, yang selama ini dikenal sebagai rajanya adu penalti, akhirnya mampu menjaga reputasi. Mereka unggul dengan skor 6-5. Hanya tiga eksekutor Jerman yang gagal. Lebih sedikit daripada empat algojo Italia yang tak mampu menunaikan tugas dengan baik.

Nama besar kedua kiper, Manuel Neuer dan Gianluigi Buffon, diyakini membuat para penendang menjadi gugup. Bahkan, tiga pemain Jerman yang gagal menjebol gawang Buffon, semuanya berstatus bintang. Yaitu, Thomas Mueller, Mesut Oezil, dan Bastian Schweinsteiger. Berbeda dengan Italia, yang kali ini memang berstatus sebagai tim medioker, tanpa seorang superstar di sektor gelandang dan penyerang.

Sementara itu, partai terakhir perempat final berlangsung antiklimaks bagi Islandia. Tim Cinderrella dari negeri es tersebut dibantai oleh tuan rumah Prancis dengan skor telak 5-2. Tidak ada lagi kejutan seperti ketika mereka memulangkan Inggris dalam laga #Brexit vol. 2 di babak 16 besar.

Meski demikian, capaian Islandia tetap patut diapresiasi. Sebagai tim debutan, prestasi lolos ke babak 8 besar EURO 2016 bagi negara antah-berantah dengan populasi hanya 300 ribuan jiwa itu adalah sebuah raihan yang monumental. Dan layak dikenang sepanjang masa.

Di lain pihak, ambisi Prancis untuk menjadi juara di rumah sendiri bakal mendapat tantangan berat dari Jerman. Jika mengingat kembali Piala Dunia 2014 yang lalu, tim asuhan Joachim Loew itulah yang menghabisi Paul Pogba dkk di perempat final. Maka dari itu, jika tak ingin kecewa lagi di EURO 2016 ini, Les Blues wajib mengulang penampilan apik mereka seperti saat memulangkan Islandia.

Selain itu, Prancis juga harus berusaha untuk menang dalam waktu normal, atau, maksimal, dalam 120 menit. Bakal sangat riskan jika menantang Jerman dalam adu penalti. Apalagi, secara tradisi, catatan Les Blues dalam adu tos-tosan juga kurang baik.

Italia, dengan skuat yang semenjana, sudah menunjukkan bahwa Jerman bisa ditahan. Prancis, dengan kualitas pasukan yang jauh lebih mentereng, seharusnya juga mampu melakukan yang lebih baik. Apalagi, dukungan penonton bakal lebih melimpah karena status mereka sebagai tuan rumah.

Siapa pun pemenang laga Jerman melawan Prancis, bakal menghadapi Portugal atau Wales di partai puncak. Cristiano Ronaldo dkk memang sedikit diunggulkan. Namun, sihir Gareth Bale tidak boleh diremehkan. Bahkan, penampilan the Welsh Wizard di EURO 2016 ini, bisa dibilang, lebih ciamik daripada rekan sesama Real Madrid-nya yang pesolek itu.

Apapun yang terjadi di semifinal, partai puncak EURO 2016 ini bakal mempertemukan wakil tim juara dunia dan Eropa (Prancis/Jerman) melawan tim kuda hitam yang belum pernah menjadi juara di turnamen mayor (Portugal/Wales). Menarik untuk ditunggu, siapa yang akhirnya bersua di Saint-Denis weekend nanti.

Prediksi:
Portugal 55-45 Wales
Jerman 50-50 Prancis

Menjelang Semifinal EURO 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s