Review Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2016

Duel sengit antara duo Mercedes kembali tersaji di ajang Formula 1. Kali ini, terjadi pada lap terakhir GP Austria di Red Bull Ring, hari Minggu (3/7), kemarin. Sang juara dunia tiga kali, Lewis Hamilton, akhirnya yang keluar sebagai pemenang setelah mobilnya serempetan dengan Nico Rosberg beberapa saat menjelang garis finish.

Saat balapan masih tersisa sepuluh lap, Rosberg sebenarnya sudah memimpin di depan setelah menyalip Max Verstappen. Sedangkan, Hamilton, yang memulai lomba dari pole position, menguntit di belakangnya. Namun, dalam beberapa lap terakhir, pebalap asal Inggris itu semakin mendekat dan memperpendek jarak.

Upaya Hamilton untuk menduduki kembali posisi terdepan akhirnya mendapat jalan pada lap pamungkas. Saat melaju di trek lurus panjang menjelang Tikungan 1, mantan pacar Nicole Scherzinger itu berhasil mendahului Rosberg.

Meski sudah tertinggal, Rosberg tidak mau menyerah begitu saja. Suami Vivian Sibold itu berusaha menyalip kembali dari sisi luar. Sayang, mobilnya malah menyerempet Hamilton dan membuat sayap depannya rusak setelah menabrak ban kiri belakang rekan setimnya tersebut.

Untungnya, Rosberg masih mampu melanjutkan balapan hingga selesai. Putra juara dunia F1 Keke Rosberg itu akhirnya cuma finish di urutan keempat setelah disalip oleh Max Verstappen dan Kimi Raikkonen. Meski demikian, dia tetap merasa frustrasi, karena sudah yakin bakal menang, eh, ternyata, malah sirna di lap terakhir.

Usai lomba, Rosberg langsung menyalahkan Hamilton. Dia merasa sudah berada di jalur yang tepat, di sisi dalam, untuk menyalip. Namun, Hamilton tiba-tiba berbelok di Tikungan 2 untuk menutupnya. Senggolan pun terjadi.

Para fans yang menonton di Spielberg juga tampak mendukung Rosberg. Saat penyerahan trofi di atas podium, Hamilton pun di-boo oleh para penonton. Mereka menganggapnya telah mencuri kemenangan dari Rosberg.

Hamilton sendiri, saat diwawancarai, merasa tak bersalah. Meski menyayangkan boo dari para penonton, pebalap binaan McLaren itu menanggapinya dengan santai. Menurut dia, setiap orang berhak memiliki opini masing-masing.

Hamilton pun semakin berbesar hati. Steward, alias pengawas lomba, menyatakan bakal menginvestigasi Rosberg. Driver asal Jerman itu dianggap memicu kecelakaan dan membahayakan pebalap lain karena terus melanjutkan balapan dengan kondisi mobil rusak.

Akhirnya, Rosberg dijatuhi penalti 10 detik. Namun, hukuman tersebut tidak mengubah hasil lomba karena pebalap Silver Arrows itu finish 14 detik di depan Daniel Ricciardo. Statusnya yang mengakhiri lomba di posisi keempat tidak berubah.

Sementara itu, pihak Mercedes, yang menaungi dua pebalap di atas, merasa kecewa. Finish 1-2 yang seharusnya bisa mereka raih, akhirnya sirna. Team Principal Toto Wolff menyebutnya sebagai suatu kebodohan. Dia juga khawatir insiden itu bakal memperpanas friksi antara Hamilton dan Rosberg.

Sebelum ini, dou Mercedes itu sudah pernah clash di lap pertama GP Spanyol. Mobil keduanya rusak dan gagal meneruskan lomba. Padahal, saat itu, mereka start dari posisi 1-2. Ternyata, kejadian tersebut terulang lagi di lap terakhir GP Austria kemarin.

Untuk mencegah agar tidak terjadi insiden serupa, Toto Wolff tampaknya bakal memberlakukan team order. Namun, Hamilton tidak setuju jika kebijakan tersebut diterapkan. Dia ingin dibebaskan bersaing dengan Rosberg. Menarik untuk ditunggu bagaimana kelanjutannya weekend ini.

Terlepas dari hasil lomba yang mengecewakan, nasib buruk sebenarnya sudah menaungi Rosberg saat sesi free practice ketiga. Mobilnya mengalami crash. Suspensi belakang bagian kirinya rusak karena kelebihan beban saat melintasi kerb di Tikungan 2.

Akibat kerusakan mobil tersebut, Rosberg terpaksa mengganti girboks. Konsekuensinya, pebalap yang mukanya mirip Leonardo DiCaprio itu harus terkena penalti mundur lima posisi start. Dari semula posisi kedua menjadi ketujuh.

Penalti yang sama juga didapatkan oleh Sebastian Vettel. Jagoan Ferrari itu mengganti girboks dan terkena penalti turun lima grid. Dia akhirnya start dari posisi kesembilan setelah memungkasi sesi kualifikasi di posisi keempat.

Saat lomba, Vettel sebenarnya tampil cukup apik. Sialnya, saat lagi memimpin di depan pada lap ke-27, ban belakang kanannya tiba-tiba meletus. Juara dunia F1 empat kali beruntun itu pun langsung menghajar pagar pembatas dan gagal menyelesaikan balapan.

Disinyalir, ban Vettel meletus karena sudah terlalu aus. Seharusnya, satu atau dua lap sebelumnya, pebalap asal Jerman itu masuk pit untuk mengganti ban. Namun, dia terus menundanya karena ingin menabung waktu mumpung lagi memimpin lomba. Akibatnya, dhuar! Meledaklah ban Pirirelli-nya.

Untungnya, Ferrari tidak mengakhiri GP Austria kemarin dengan tangan hampa. Kimi Raikkonen berhasil naik podium di belakang jagoan ababil tim tuan rumah, Max Verstappen. The Iceman patut bersyukur. Insiden antara Hamilton dan Rosberg di lap tetakhir telah mengerek posisinya dari P4 menjadi P3.

Di lain pihak, sejarah berhasil ditorehkan oleh Pascal Wehrlein. Pebalap binaan Mercedes itu mampu finish di posisi kesepuluh. Rekan setim Rio Haryanto itu menjadi pebalap Manor/Marussia kedua sepanjang sejarah yang mampu meraih poin setelah almarhum Jules Bianchi di GP Monaco 2014.

Saat sesi kualifikasi, sehari sebelumnya, Pascal juga mencatat rekor sebagai pebalap Manor pertama yang lolos ke sesi Q2. Driver asal Jerman itu berhasil start dari posisi ke-12. Mengungguli Rio yang hanya mampu mencatat waktu terbaik di posisi ke-19.

Saat lomba, di lap terakhir, Pascal sebenarnya sudah sempat hopeless di posisi kesebelas. Namun, tiba-tiba, seperti mendapat durian runtuh, Sergio Perez yang berada di depannya mengalami kecelakaan. Pebalap Manor itu pun langsung menempati posisi kesepuluh hingga melewati garis finish.

Bagi Rio, meski kemarin kalah telak dari Pascal, tidak ada yang perlu disesali. Bocah asal Solo itu mampu finish di posisi ke-16 dari 22 pebalap. Malah, kesuksesan Wehrlein itu bisa menjadi motivasi baginya untuk menembus top ten di balapan-balapan selanjutnya.

Mobil Rio kemarin memang kembali bermasalah. Tepatnya, di bagian motor generator unit-kinetic (MGU-K). Akibatnya, kecepatannya menurun hingga 15-20 kilometer per jam di 15 lap awal. Untungnya, masalah itu bisa segera diatasi sehingga Rio mampu memperbaiki posisinya di lap-lap terakhir.

Yang terdekat adalah GP Inggris akhir pekan ini. Apakah Rio bisa menjadi pebalap Manor ketiga yang mampu meraih poin? Tahun lalu, saat berlaga di GP2, dia berhasil menaak podium tertinggi saat sprint race. Lalu, akankah Hamilton kembali menang di rumah sendiri? Sampai jumpa di Silverstone!

Review Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s