Review Formula 1 British Grand Prix 2016

Lewis Hamilton kembali mengukir rekor pada balapan GP Britania Raya yang berlangsung hari Minggu (10/07) yang lalu. Driver kebanggaan Inggris itu menjadi orang pertama dalam sejarah yang mencetak hat-trick tiga kemenangan beruntun di sirkuit legendaris, Silverstone.

Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan keempatnya di British GP. Menyamai rekor Nigel Mansell. Hamilton meraihnya dengan finish 6,9 detik di depan Nico Rosberg, rekan setim sekaligus pesaing utamanya dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1.

Hamilton juga hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyejajarkan dirinya dengan Jim Clark. Yang hingga kini tercatat sebagai pebalap Inggris dengan kemenangan terbanyak di kandang sendiri (5 kali). Clark mencatatnya pada tahun 1960-an, kala British GP masih diadakan di Aintree, Silverstone, dan Brands Hatch.

Balapan di rumah sendiri tersebut sebenarnya tidak berlangsung mulus bagi Hamilton. Sebelum lomba, hujan deras sudah mengguyur. Alhasil, enam lap pertama harus dimulai di belakang safety car. Hamilton memimpin di depan, diikuti Rosberg dan Max Verstappen, dengan menggunakan ban intermediate.

Sementara itu, duo Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, menerapkan strategi berbeda dengan langsung masuk pit untuk mengganti ban. Lintasan yang semula basah, lalu kering tersebut memang menyulitkan para pebalap. Akhirnya, banyak yang mengalami kecelakaan.

Salah satu korbannya adalah Pascal Wehrlein. Pebalap Manor tersebut tergelincir pada lapa lap ketujuh dan gagal menyelesaikan lomba. Sialnya, nasib buruk Pascal tersebut diikuti oleh Rio Haryanto. Driver kebanggaan Indonesia itu menyusul rekan setimnya, out dari lomba pada lap ke-26.

Bagi, GP Inggris pekan lalu dan GP Hungaria pekan depan, bisa jadi, merupakan dua balapan terakhirnya di F1. Jika manajemennya tidak mampu melunasi dana sponsor tambahan sebanyak USD 7 juta, nasib bocah Solo itu kemungkinan besar bakal tamat.

Kursi Rio di Manor kabarnya bakal ditempati oleh Jordan King, putra Justin King, salah satu investor utama tim asal Inggris tersebut. Selain itu, juga ada Alexander Rossi, pemenang Indy 500 asal Amerika Serikat yang siap mengucurkan dana segar.

Di lain pihak, Rosberg kembali tertimpa sial. Dalam dua balapan beruntun, suami Vivian Sibold itu terkenal penalti 10 detik. Kali ini, nasibnya tidak sebaik saat GP Austria. Di Silverstone, Rosberg harus merelakan posisinya melorot dari runner-up menjadi ketiga, di belakang Verstappen.

Pebalap Mercedes itu dijatuhi penalti karena dianggap melanggar aturan tentang komunikasi via radio oleh pengawas lomba. Sekitar lima lap menjelang finish, Rosberg merasa girboksnya bermasalah. Kru Mercedes kemudian memberi solusi lewat radio agar dia menghindari penggunaan gigi ketujuh. Jadi, dari gigi keenam langsung loncat kedelapan.

Berkat solusi tersebut, Rosberg akhirnya bisa menjaga kecepatan mobilnya. Selain itu, dia juga berhasil menghindari masalah dan lolos dari kejaran Verstappen yang terus menguntitnya di posisi ketiga. Padahal, pebalap Red Bull itu sudah sangat dekat di belakangnya.

Namun, info dari tim Mercedes itulah yang kemudian dipermasalahkan oleh pengawas lomba. Menurut aturan, pebalap memang dilarang mendapat bantuan lewat radio. Sempat berniat untuk mengajukan banding, Mercy akhirnya memutuskan untuk menerima hukuman yang dijatuhkan untuk Rosberg.

Bagi Hamilton, penalti yang diterima Rosberg itu merupakan kabar gembira. Memang, posisinya masih tertinggal di klasemen sementara. Namun, keunggulan Rosberg di puncak kini menjadi sangat tipis. Tinggal satu poin. Perburuan gelar juara dunia pun menjadi terbuka lebar.

Sementara itu, meski pebalapnya diuntungkan oleh penalti Rosberg, Boss Red Bull Christian Horner menyatakan aturan pembatasan komunikasi via radio adalah aturan sampah. Bagi suami Geri Spice Girls itu, dengan semakin rumit dan canggihnya teknologi, tidak masuk akal membiarkan para pebalap mengendarai mobil F1 “sendirian” tanpa bantuan.

Boss Mercedes Toto Wolff juga mengisyaratkan hal serupa. Dia ingin mengajak FIA duduk semeja untuk membahas aturan tersebut secara lebih detail. Atau, jika mau ekstrem, sekalian saja komunikasi via radio di F1 dilarang sama sekali, ujar suami pebalap Susie Wolff itu sewot.

Sementara itu, Max Verstappen yang akhirnya dinyatakan finish kedua setelah Rosberg dijatuhi penalti, kembali menunjukkan tajinya sebagai calon juara masa depan. Di Silverstone, putra Jos Verstappen itu sempat menyalip Rosberg pada lap ke-16 dengan manuver hebatnya.

Kedua pebalap berbeda generasi itu kemudian terlibat pertarungan sengit dan menjadi salah satu tontonan menarik di GP Inggris. Rosberg akhirnya baru bisa menyalip kembali bocah 18 tahun itu pada lap ke-36. Namun, nasib baik tampaknya lebih berpihak pada Verstappen karena posisi kedua kembali menjadi miliknya seusai lomba.

Selain mempermalukan Rosberg, kesuksesan Verstappen juga membuat rekan setimnya kembali tertekan. Daniel Ricciardo hanya mampu finish keempat. Apakah pebalap Red Bull tersebut mampu bangkit di Hungaria pekan depan? Sampai jumpa di Hungaroring!

Review Formula 1 British Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s