Preview Formula 1 Magyar Nagydij 2016

Sejak era mesin turbo-hybrid diberlakukan di Formula 1 pada musim 2014, Mercedes langsung menggebrak dengan menjadi penguasa sirkus jet darat tersebut. Tidak tanggung-tanggung, dua gelar juara dunia beruntun berhasil direngkuh oleh the Silver Arrows melalui Lewis Hamilton. Mengakhiri hegemoni Red Bull yang superior bersama Sebastian Vettel empat tahun sebelumnya.

Akan tetapi, di balik keperkasaan Mercedes selama dua setengah musim terakhir, ada satu cacat yang tak bisa mereka bantah. Yaitu, tim asal Jerman tersebut selalu gagal meraih kemenangan di Hungaria. Baik Lewis Hamilton maupun Nico Rosberg tak kuasa menapak podium tertinggi di Hungaroring sejak era mesin turbo dimulai.

Kemenangan terakhir Mercedes di Hungaria malah didapat ketika mereka belum menjadi penguasa di F1. Yaitu, pada musim 2012 dan 2013, saat Red Bull Racing sedang jaya-jayanya. Dua kemenangan tersebut dipersembahkan oleh Hamilton.

Akhir pekan ini, F1 kembali mengunjungi Negeri Magyar. Mercedes tentu berusaha menghapus kutukan dengan meraih victory di Budapest. Hamilton, dan, terutama, Rosberg memiliki misi untuk pecah telur di Hungaroring, satu-satunya sirkuit yang belum pernah mereka taklukkan sejak tahun 2013.

Ambisi Mercy tersebut tidak akan mudah dilakukan. Meski saat ini masih tercatat sebagai tim terkuat di F1, kondisi internal tim besutan Toto Wolff itu sedang tidak kondusif. Dua pebalap mereka, Hamilton dan Rosberg, sedang terlibat persaingan sengit. Posisi keduanya di puncak klasemen hanya terpisah satu poin!

Sempat mengawali musim ini dengan gemilang, menyapu bersih kemenangan di empat lomba perdana, Rosberg malah selalu tertimpa masalah dalam lima balapan terakhir. Akibatnya, Hamilton mampu mengejar ketertinggalan 43 poin dengan meraih empat victory secara beruntun.

Bermula dari Barcelona saat dirinya crash dengan Hamilton di lap pertama, Rosberg kehilangan lebih dari 40 poin dari lima balapan terakhir. Alhasil, tensi pun memanas. Apalagi, duo Mercedes itu kembali terlibat insiden “civil war” di Austria. Rosberg memang mengaku masih menghormati Hamilton. Tapi, menurut dia, mereka kini sudah bukan sahabat lagi seperti dulu.

Keunggulan Rosberg yang terus diperpendek oleh Hamilton, tentu saja, membuat pebalap asal Jerman tersebut dalam tekanan. Apalagi, dia juga terancam kena penalti jika weekend ini mengganti girboks yang rusak saat GP Inggris dua pekan lalu.

Keputusan untuk mengganti girboks baru bisa diambil setelah hasil inspeksi dari FIA keluar. Tapi, yang pasti, saat sesi free practice hari Jumat (22/7), Rosberg bakal tetap menggunakan girboks lama. Mercedes juga akan terus mengevaluasinya seandainya terjadi tanda-tanda kerusakan.

Meski saat ini sedang dalam tekanan, Rosberg sudah jauh lebih matang bila dibandingkan dengan dua musim terakhir. Tahun ini, bisa dibilang, adalah kesempatan terbaik bagi Rosberg untuk merebut gelar juara dunia F1 pertamanya. Tahun depan, dengan regulasi baru, belum tentu peluangnya sebesar sekarang. Oleh karena itu, putra Keke Rosberg itu harus berusaha menang di Hungaroring agar bisa menjauh dari kejaran rekan setimnya.

Di lain pihak, meski sedang berada di atas angin, usai menang di kampung halaman dua pekan lalu, Hamilton tidak boleh terlalu jumawa. Pebalap asal Inggris itu juga sedang dalam tekanan karena jatah pemakaian mesinnya sudah habis.

Musim ini, mantan pacar Nicole Scherzinger itu memang selalu diganggu oleh problem mesin. Hamilton sudah menghabiskan jatah lima unit turbocharger dan MGU-H saat Mercedes memberinya power unit baru di GP Austria tiga pekan lalu. Artinya, jika sekali lagi ganti mesin, pebalap binaan McLaren itu bakal kena penalti, start dari posisi buncit.

Di Silverstone, dua pekan lalu, Hamilton bisa “selamat” sampai finish tanpa mengalami problem pada power unit-nya. Bahkan, dia mampu menjadi pemenang setelah mengangkangi Rosberg yang girboksnya ngadat. Akhir pekan ini, Hamilton belum tentu bisa seberuntung itu lagi. Sekali saja dia melakukan kesalahan, atau mobilnya bermasalah, Rosberg bisa kembali menjauh meninggalkannya.

Supaya tidak melulu dihantui oleh problem mesin, Hamilton sempat melontarkan ide bahwa dia rela dipenalti dua kali dalam satu balapan agar Mercedes bisa memberinya power unit yang sempurna. Pebalap asal Stevenage itu merasa, cepat atau lambat, dirinya pasti akan ganti mesin lagi. Musim ini masih panjang. Masih kurang separuh jalan. Nyaris mustahil bisa bertahan hanya dengan satu mesin.

Sebagai solusi, Mercedes bisa memberi Hamilton dua mesin baru sekaligus untuk digunakan hingga akhir musim. Namun, konsekuensinya, mesin tersebut tidak boleh di-upgrade atau diutak-atik. Selain itu, si pebalap juga bakal kena penalti, start dari grid paling belakang di balapan selanjutnya.

Hamilton sendiri cenderung untuk mengambil opsi tersebut. Dia rela kena penalti asal bisa mendapatkan dua mesin baru hingga akhir musim. Keputusan tersebut mungkin baru akan diambil saat balapan digelar di sirkuit high-speed, yang lebih mudah melakukan overtaking, karena Hamilton bakal start dari posisi buncit. Yang pasti, bukan di Hungaroring.

Sebagai salah satu sirkuit terlambat di F1, nomor dua setelah Monako, memang sangat sulit melakukan overtaking di Hungaroring. Karakter treknya yang sempit dan berkelok-kelok membuatnya dijuluki sebagai Montecarlo tanpa gedung. Tak heran, sirkuit legendaris kebanggaan negerinya Ferenc Puskas ini sering diplesetkan menjadi Hungaboring. Karena saking membosankannya balapan di sana.

Oleh karena itu, tim-tim dengan keunggulan power mesin yang besar sering kali tak berdaya di Hungaria. Kecepatan menjadi tidak berarti karena sulit melakukan aksi salip-menyalip. Hal inilah yang menyebabkan Mercedes selalu gagal menang di Hungaroring.

Sebaliknya, tim-tim semenjana, yang bermesin lamban, seperti McLaren-Honda, berpeluang untuk mencuri, kalau bukan kemenangan, setidaknya, podium di Hungaria. Hal itulah yang dilakukan Ferrari tahun lalu. Meski kalah cepat dari Mercedes, Sebastian Vettel mampu meraih victory di Budapest.

Musim ini, Ferrari memang tidak sebaik musim lalu. Tim Kuda Jingkrak masih struggle dalam hal kecepatan. Meski demikian, tidak adanya high-speed corner di Hungaroring bakal sangat menguntungkan bagi La Scuderia. Jika bisa menjaga agar mobil mereka tidak bermasalah, Sebastian Vettel maupun Kimi Raikkonen berpeluang naik podium lagi.

Selain Ferrari, Red Bull juga patut diwaspadai untuk merangsek ke podium tertinggi di Hungaria. Max Verstappen berpeluang untuk menduduki posisi kedua seperti di Inggris dua pekan lalu. Penampilan pebalap ababil itu memang sedang menanjak dan mengungguli rekan setimnya yang lebih senior, Daniel Ricciardo.

Red Bull memang layak dijagokan di Hungaroring. Saat melakoni GP Monako, yang karakter sirkuitnya sama-sama superlambat, mobil mereka menjadi yang tercepat. Hanya kesalahan strategi saja yang membuat kemenangan kala itu lepas ke tangan Mercedes.

Di lain pihak, bagi Rio Haryanto, balapan di Hungaroring ini bisa jadi merupakan yang terakhir di F1. Masa depan karir pebalap kebanggaan Indonesia itu memang masih gelap. Jika tidak bisa menyetor dana sponsor ke Manor, yang masih kurang separuh (sekitar USD 7 juta), kursinya bakal digeser oleh Jordan King atau Alexander Rossi.

Bagi Manor, GP Hungaria merupakan ajang untuk mempertahankan posisi di urutan ke-10 klasemen sementara. Keberhasilan Pascal Wehrlein menyumbangkan poin memang membuat tim asal Inggris itu mentas dari juru kunci. Mengungguli Sauber, yang hingga kini menjadi satu-satunya tim yang belum mengais sebiji angka pun musim ini.

Sementara itu, Sauber, yang sempat dilanda krisis finansial, sudah mendapatkan dewa penyelamat. Perusahaan keuangan asal Swiss, Longbow Finance, resmi mengakuisisi tim milik Peter Sauber tersebut. Tante cantik, Monisha Kaltenborn, teteup menjadi CEO dan team principal. Nama tim pun tidak berubah, masih Sauber, meski kepemilikan sudah berpindah tangan.

Dengan adanya investor baru tersebut, Sauber berharap bisa melakukan upgrade mobil sehingga performa mereka bisa meningkat. Minimal, untuk beranjak dari juru kunci dan mengalahkan Manor. Karena, tempat tim asal Swiss ini seharusnya di papan tengah, bukan papan bawah.

Formula 1 Magyar Nagydij 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 22 Juli 2016, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 23 Juli 2016 dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 24 Juli 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Magyar Nagydij 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s