Review Formula 1 Grosser Preis von Deutschland 2016

Nico Rosberg terancam menjadi pebalap Formula 1 pertama dalam sejarah yang gagal menjadi juara dunia setelah menyapu bersih kemenangan di empat lomba perdana. Ya, jagoan asal Jerman itu kembali dipecundangi oleh rekan setimnya, Lewis Hamilton, di kandang sendiri, Hockenheimring, pada hari Minggu (31/7) kemarin.

Keunggulan 43 poin atas Hamilton yang Rosberg raih di awal musim menjadi tidak berarti. Dia kini malah tertinggal 19 angka dari Hamilton yang semakin nyaman di puncak klasemen. Rosberg pun memasuki summer break dengan penyesalan yang mendalam.

Seperti halnya di Hungaria pekan lalu, di Jerman kemarin, Rosberg juga membuang peluang emas untuk menang. Padahal, putra juara dunia F1 Keke Rosberg itu memulai balapan dari pole position. Kesalahannya pun sama. Yaitu, start yang buruk.

Bahkan, di Hockenheimring, yang notabene merupakan kandangnya sendiri, Rosberg tak berkutik. Selepas start, posisinya langsung melorot ke urutan keempat setelah disalip oleh Hamilton dan duo Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, yang memulai lomba di belakangnya.

Hamilton sendiri, begitu memimpin balapan, langsung melesat meninggalkan para pesaingnya. Mantan pacar Nicole Scherzinger itu baru melakukan pit stop pertamanya pada lap ke-15. Saat jaraknya dengan Verstappen sudah 23 detik.

Alhasil, Hamilton tetap di posisi pertama setelah kembali ke trek, karena dia hanya menghabiskan waktu 18 detik saat pit stop. Setelah itu, Hamilton sudah tak terkejar lagi. Bujangan asal Stevenage itu berhasil finish pertama dengan mulus. Berbeda halnya dengan Rosberg yang terus menuai masalah setelah start buruknya tadi.

Saat melakukan pit stop pertamanya di lap ke-10, pemasangan ban kiri belakangnya bermasalah. Rosberg pun harus kehilangan banyak waktu. Akibatnya, saat keluar dari pit, posisinya melorot ke urutan ketujuh. Beruntung, dengan kecepatan mobilnya, perlahan-lahan dia bisa kembali ke empat besar.

Pada lap ke-28, Rosberg melakukan pit stop keduanya untuk memasang ban soft. Hal itu diikuti oleh Verstappen satu lap sesudahnya. Saat kembali ke trek, posisi pebalap ababil itu di depan Rosberg. Namun, mereka sangat berdekatan. Keduanya pun terlibat duel sengit.

Rosberg akhirnya berhasil menyalip Verstappen di tikungan hairpin Spitzkehre dengan cara memepet pebalap Red Bull itu hingga keluar jalur melewati kerb. Sontak, bocah 18 tahun itu pun melakukan komplain lewat radio.

Menurut Verstappen, Rosberg sengaja telat mengerem sehingga tidak bisa berbelok lebih dalam di tikungan hairpin. Jika dia tidak mengalah dengan keluar dari lintasan, serempetan pasti akan terjadi. Sebaliknya, Rosberg mengaku setirnya sudah dalam kondisi berbelok penuh. Namun, dia tidak bisa menikung karena ada Verstappen yang bermanuver di zona pengereman.

Pengawas lomba kemudian menginvestigasi insiden tersebut. Hasilnya, pada lap ke-35, Rosberg dinyatakan bersalah karena memaksa pebalap lain hingga keluar jalur. Hukumannya, penalti selama lima detik, yang baru dia jalani saat melakukan pit stop pada lap ke-45.

Akibatnya, setelah terkena penalti dan mengganti ban, Rosberg kehilangan waktu hingga 8,2 detik di pit lane. Kesempatan untuk mendekati Verstappen pun tak pernah datang lagi. Pebalap yang mukanya mirip Leonardo DiCaprio itu akhirnya hanya mampu finish di posisi keempat.

Senasib dengan Rosberg, duo Ferrari juga belum mampu bangkit. Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen hanya mampu finish di urutan kelima dan keenam, sesuai dengan posisi start mereka. Memang tidak terlalu buruk. Namun, hasil tersebut membuat tim Kuda Jingkrak (242) secara resmi disalip Red Bull (256) di klasemen konstruktor.

Ferrari yang awalnya dijagokan menjadi pesaing Mercedes, kini malah tak tersuruk di peringkat ketiga. Team Principal Maurizio Arrivabene mengakui masalah La Scuderia terletak pada downforce. Oleh karena itu, sepanjang summer break ini, mereka bakal bekerja keras melakukan perbaikan di Maranello.

Di lain pihak, Rio Haryanto mengakhiri GP Jerman dengan finish di posisi ke-20. Start dari posisi ke-19, performa putra boss buku tulis Kiky tersebut sebenarnya cukup apik. Sayangnya, di tengah lomba, saat hendak menyalip Pascal Wehrlein, Rio bersenggolan dengan rekan setimnya tersebut.

Sayap depan pebalap yang disponsori oleh Pertamina itu pun prothol. Beberapa lap kemudian, Rio masuk ke pit untuk mengganti ban dan hidung mobilnya dengan yang baru. Namun, dia sudah kehilangan banyak waktu dan tak kuasa mengejar Pascal yang melaju di depannya.

GP Jerman kemarin bisa jadi merupakan balapan terakhir bagi Rio Haryanto. Nasib pebalap kebanggaan Indonesia itu bakal ditentukan saat jeda musim panas ini. Jika selama tiga pekan mendatang tim manajemen Rio tidak mampu menyetor kekurangan dana sponsor sebesar USD 7 juta, petualangan bocah asal Solo tersebut di F1 terancam tamat.

Sebagai calon pengganti Rio, Manor saat ini sedang menggodok empat kandidat. Yaitu, Jordan King, Alexander Rossi, Esteban Ocon, dan Stoffel Vandoorne. Nama pertama mungkin bakal tersisih. Karena, hingga kini, King belum punya superlicense, alias SIM untuk membalap di F1.

Sementara itu, meski pekan lalu sempat membantah tentang rumor Vandoorne, Eric Boullier, petinggi McLaren, kemarin terlihat mondar-mandir di paddock Manor. Apakah ini pertanda bagi Stoffel, yang merupakan pebalap cadangan mereka, untuk mengisi posisi Rio?

Prestasi Vandoorne musim ini memang cukup fenomenal. Di balapan debutnya di F1, saat menggantikan Fernando Alobso yang cedera di GP Bahrain, pebalap muda asal Belgia itu mampu finish di 10 besar dan menyumbangkan poin buat McLaren. Padahal, kita semua tahu, mobil bermesin Honda yang dia geber termasuk salah satu yang paling lemah musim ini.

Duet Vandoorne dengan Pascal Wehrlein jelas merupakan duet idaman bagi Manor. Keduanya disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan. Keduanya juga sudah sama-sama meraih poin musim ini, dengan sama-sama bermodalkan mobil “rongsok” semacam mobil McLaren dan Manor.

Apalagi, balapan selanjutnya bakal dilangsungkan di Belgia, yang merupakan home race bagi Vandoorne. Apakah juara GP2 tahun 2015 itu bakal benar-benar menggantikan posisi Rio? Apakah Rosberg bisa bangkit dan mengejar Hamilton? Sampai jumpa di Spa! Happy summer holiday!

Review Formula 1 Grosser Preis von Deutschland 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s