Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Musim lalu, Juventus sempat terseok-seok di awal musim. Hengkangnya Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez disebut-sebut sebagai penyebab utama. Namun, untungnya, di pertengahan musim, sang Nyonya Tua berhasil bangkit dan akhirnya bablas menjadi juara Liga Italia Serie A lima kali beruntun.

Musim ini, dominasi La Vechhia Signora diperkirakan bakal berlanjut. Kembalinya Paul Pogba ke Manchester United diperkirakan tidak akan menggangu laju Juventus. Sederet nama tenar sudah mereka datangkan untuk meneruskan kejayaan. Antara lain, Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Marko Pjaca, Daniel Alves, dan Medhi Benatia.

Juara

Prediksi bahwa hegemoni Bianconeri susah diruntuhkan memang tidak berlebihan. Membandingkan kualitas Juve dengan tim-tim lainnya di Italia ibarat membandingkan ukuran dada Salma Hayek dengan Alicia Vikander. Berbeda jauh. Secara materi pemain, Bianconeri, bisa dibilang, termasuk top five di dunia saat ini.

Keunggulan utama Juventus terletak di bagian pertahanan mereka yang sangat tangguh. Trio BBC (Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini), ditambah dengan Daniele Rugani dan Medhi Benatia, adalah benteng kokoh yang membuat gawang Guanluigi Buffon susah ditembus.

Di lini tengah, sepeninggal Andrea Pirlo, Juve kehilangan sosok kreatif yang mampu mengatur permainan. Kini, sudah ada Miralem Pjanic. Gelandang asal Bosnia-Herzegovina yang dibajak dari Roma itu bakal menjadi dirigen baru, senyampang Sami Khedira dan Claudio Marchisio masih cedera.

Yang menjadi “pekerjaan rumah” bagi Juve adalah menemukan pengganti Paul Pogba yang “balik kucing” ke Manchester United dengan mahar EUR 100 juta. Bianconeri tidak perlu mencari yang se-skillful gelandang asal Prancis tersebut. Karena hal itu bakal sulit. Yang penting, work-rate-nya setara. Blaise Matuidi atau Axel Witsel tampaknya bisa menjadi solusi.

Sementara itu, di lini depan, sang Nyonya Tua bakal semakin menggigit dengan kedatangan pemain termahal di Serie A saat ini, Gonzalo Higuain. Duet striker yang dibajak dari Napoli tersebut dengan Paul Dybala bakal menjadi momok yang menyeramkan bagi pertahanan tim manapun di Italia.

Oleh karena itu, scudetto keenam beruntun seharusnya bisa direbut. Hanya kuasa Tuhan yang mampu menggagalkan tim besutan Max Allegri tersebut. Jika tidak ada keajaiban, memang sulit menghentikan laju sang Kuda Zebra.

Zona Liga Champions

Meski sangat diunggulkan, bukan berarti Juventus tidak bisa terpeleset. Dua tim yang diperkirakan bisa menjadi kerikil bagi sang Nyonya Tua adalah Roma dan Napoli. Musim lalu, dua klub asal Italia Selatan itu juga sukses menembus tiga besar.

Musim ini, zona Liga Champions sepertinya masih akan dihuni oleh tiga tim yang sama. Meski Roma sudah kehilangan Miralem Pjanic dan Gonzalo Higuain cabut dari Napoli, kekuatan keduanya, di atas kertas, masih yang terbaik setelah Juve.

Napoli sebenarnya bisa menggunakan dana melimpah dari hasil penjualan Higuain untuk merekrut bintang baru. Namun, hingga kini, mereka hanya berhasil mendaratkan Arkadiusz Milik dari Ajax. Meski demikian, bursa transfer masih terbuka hingga akhir bulan Agustus ini.

Sementara itu, Roma, yang ditinggal Pjanic, selain mematenkan pemain pinjaman seperti Stephan El Shaarawy juga merekrut para penggawa baru. Di antaranya, kiper Alisson Becker, Juan Jesus, Mario Rui, Thomas Vermaelen, dan Bruno Peres.

Kembalinya Kevin Strootman dari cedera juga menjadi kabar gembira bagi Serigala Ibu Kota. Minimal, pelatih Luciano Spalletti tidak terlalu pusing dalam menambal lubang di lini tengah pasca hengkangnya Pjanic ke Juve. Gelandang asal Belanda itu bisa diandalkan untuk menjadi motor permainan bersama Daniele De Rossi dan Radja Nainggolan.

Zona Liga Europa

Untuk papan tengah, dua tim “medioker” asal Kota Milano, Inter dan AC Milan menjadi unggulan utama. Dua klub yang kini dikuasai oleh grup investor asal China itu seharusnya bisa menerobos posisi lima besar dan lolos ke Liga Europa musim depan.

Meski sama-sama baru berganti pelatih musim ini, materi pemain Inter dan Milan masih sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan tim-tim kuda hitam semacam Fiorentino, Lazio, Torino, dan Sassuolo. Malah, jika ada di antara top three yang terpeleset, dua tim besutan Frank De Boer dan Vincenzo Montela tersebut berpeluang menyodok ke atas.

Meski demikian, para tifosi dari duo Milano sebaiknya tidak “ngarep” terlalu berlebihan terhadap tim pujaan mereka. Musim ini adalah masa transisi bagi dua raksasa yang sedang semaput tersebut. Bisa kembali ke Liga Champions saja merupakan kejutan. Apalagi, kalau sampai merebut scudetto. Itu bakal setara dengan keajaiban Leicester City menjuarai Premier League.

Top Scorer

Untuk bursa pencetak gol terbanyak, Gonzalo Higuain masih menjadi kandidat utama. Meski banyak dicibir karena perutnya menggendut di awal musim, el Pipita diprediksi mampu mempertahankan predikat top scorer yang dia rebut musim lalu.

Memang, untuk mengulangi torehan 36 gol bakal sulit. Terlebih, jika Higuain tak kuasa menurunkan kelebihan lemaknya. Namun, di Juventus, dia bakal dimanjakan oleh umpan-umpan matang dari Miralem Pjanic.

Pesaing utama Higuain untuk meraih sepatu emas adalah rekan setimnya di Juve, Paulo Dybala. Selain itu, jika tidak hengkang ke Inggris, Mauro Icardi juga menjadi calon kuat capocannoniere. Tiga striker asal Argentina tersebut memang menjadi bintang utama di Serie A saat ini.

Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s