Preview Formula 1 Belgian Grand Prix 2016

Setelah menikmati summer break hampir sebulan, sirkus Formula 1 kembali berputar akhir pekan ini. Tepatnya, di sirkuit legendaris, Spa-Francorchamps, di Belgia. Dibandingkan sirkuit-sirkuit lainnya di dunia, Spa memang termasuk yang paling klasik. Mungkin, secara gengsi, hanya bisa disaingi oleh Monza, Monaco, Silverstone, Le Mans, dan Indianapolis.

Keunikan lain dari Spa adalah panjang sirkuitnya yang mencapai 7,004 kilometer. Terpanjang di kalender F1. Selain itu, trek lurusnya juga sangat panjang. Lebih dari 20 kali panjang lapangan sepak bola! Di sana, pebalap bisa gas poll hingga 23 detik lamanya. Oleh karena itu, Spa juga dikenal sebagai sirkuit tercepat di F1.

Selepas start dan keluar dari La Source (Tikungan 1) sampai Les Combes (Tikungan 7), para pebalap memang bisa menggeber mobil mereka habis-habisan. Tidak perlu mengangkat kaki dari pedal gas sedikit pun! Itu adalah gas poll terpanjang dalam kalender F1. Tidak ada sirkuit lain yang seperti Spa. Benar-benar memacu adrenalin. Layaknya Need for Speed di dunia nyata.

Dari 20 tikungan yang ada di Spa, hampir semuanya berkarakter cepat. Satu-satunya yang bisa dibilang lambat adalah Tikungan 1 (La Source). Di tikungan tusuk konde (hairpin) tersebut, para pebalap biasanya mengurangi kecepatan hingga 70 kilometer/jam setelah sebelumnya memacu mobil mereka dengan kecepatan 320 km/jam. Putaran mesin pun turun sampai 8.700 rpm.

Selain menawarkan sensasi dengan karakternya yang sangat cepat, Spa juga termasuk sirkuit yang teknikal dan menuntut presisi tinggi dari para pebalap. Tekanan pada pedal gas harus stabil. Sekali saja mereka kehilangan konsentrasi dan gagal fokus, bisa fatal akibatnya.

Salah satu titik rawan di Spa adalah ketika mobil melalui tikungan Eau Rouge dan Radillon yang legendaris. Di sana, para driver harus mampu melibas tikungan zig-zag kiri-kanan kemudian ke kiri lagi dengan jalur yang menanjak. Menaiki bukit! Feeling mereka harus tepat. Sensasinya sangat luar biasa, karena seperti naik roller coaster. Naik turun yang sangat cepat bisa membuat pebalap sedikit pusing.

Selain itu, tikungan lambat La Source setelah start juga bisa menjadi penyebab utama kecelakaan. Romain Grosjean sudah pernah mengalaminya pada tahun 2012. Kala itu, mobil pebalap asal Prancis tersebut crash di Tikungan 1 sampai menabrak Lewis Hamilton dan Fernando Alonso.

Meski tergolong sebagai sirkuit tercepat, bukan berarti hanya mobil-mobil bermesin Mercedes saja yang bakal berjaya. McLaren-Honda, yang selama ini lamban, menyambut GP Belgia dengan optimisme tinggi. Tim kolaborasi Inggris-Jepang itu membawa upgrade besar weekend ini untuk membuat mobil mereka semakin kompetitif.

Tidak tanggung-tanggung, tujuh token pengembangan mesin telah dihabiskan oleh Mclaren-Honda. Di antaranya, untuk meningkatkan kinerja ruang bakar, turbo, dan kompresor. Mereka sudah memasang komponen-komponen baru untuk bagian-bagian tersebut.

Sebelum ini, McLaren hanya fokus pada penambahan power mesin. Dengan pengembangan terbaru di Spa, mereka berharap performa Fernando Alonso dan Jenson Button bisa semakin meningkat. Honda juga menyatakan masih bakal ada dua upgrade lagi tahun ini sebelum mereka mengalihkan fokus pada perancangan mesin untuk musim 2017.

Meski demikian, upgrade yang McLaren lakukan juga mengundang risiko. Saat ini, Alonso sudah menghabiskan jatah enam komponen utama untuk power unit. Konsekuensinya, jika dia menggunakan komponen baru lagi di sisa musim ini, bakal terkena penalti mundur 10 posisi start. Begitu juga dengan Button yang sudah menghabiskan cadangan turbo charger, MGU-K, dan MGU-H.

Problem yang menghantui duo McLaren tersebut juga sedang dialami oleh Lewis Hamilton. Pebalap Mercedes itu bakal mendapat penalti mundur 10 starting-grid setelah melewati batas maksimal penggantian lima power unit. Di Spa, weekend ini, Hamilton akan menggunakan MGU-H dan mesin turbo baru.

Mercedes sebenarnya sudah jauh-jauh hari mengantisipasi hal tersebut. Sebelum summer break, Hamilton sudah menggunakan jatah MGU-H dan turbo charger-nya yang kelima. Oleh karena itu, mereka sudah merancang strategi agar penalti yang diterima Hamilton tidak sampai terlalu mempengaruhi hasil lomba.

Solusinya, Hamilton harus melakukan penggantian komponen baru saat balapan berlangsung di Belgia dan Italia. Karakter Sirkuit Spa dan Monza yang terkenal cepat, yang tercepat di F1, menjadi alasan utamanya. Di dua sirkuit tersebut, Hamilton bakal dengan mudah menyodok ke depan dan melakukan overtaking meski harus start dari belakang. Di sirkuit lain, yang berkarakter lebih lambat, bakal sulit melakukan salip-menyalip.

Meski sedang memimpin klasemen sementara, posisi Hamilton saat ini masih rawan. Mantan pacar Nicole Scherzinger itu hanya leading 19 poin dari Nico Rosberg. Agar mencapai titik aman, setidaknya, dia harus unggul satu balapan di depan (25 poin), sehingga tidak akan terkejar seandainya gagal menambah angka setelah terkena penalti.

Oleh karena itu, Hamilton sebenarnya mengambil risiko saat memutuskan untuk memakai power unit baru di GP Belgia. Pebalap binaan McLaren itu harus gas poll di Spa karena bakal start dari posisi belakang. Jika sampai gagal menambah angka, posisinya di puncak klasemen bisa dikudeta oleh Rosberg.

Sementara itu, bagi Rio Haryanto, GP Belgia weekend ini bakal menjadi babak baru sebagai reserve driver Manor Racing. Kursi pebalap kebanggaan Indonesia itu memang telah diduduki oleh Esteban Ocon setelah tim manajemennya gagal menyetor kekurangan dana sponsorship sebesar USD 7 juta.

Praktis, petualangan Rio di F1 harus terhenti pada lomba ke-12. Meski demikian, perjaka asal Solo itu tidak perlu berkecil hati karena dia tidak sepenuhnya terbuang dari F1. Posisi sebagai pebalap cadangan di tim Manor harus disyukuri. Daripada tidak sama sekali.

Peluang Rio untuk kembali membalap penuh di F1 sebenarnya masih terbuka. Para fans di Indonesia selalu berdoa dan berharap. Semoga tim manajemen yang digawangi oleh Kiki Sports mampu mengumpulkan dana sponsor agar pebalap pujaan mereka bisa berkiprah kembali di F1 musim depan. Entah bersama Manor atau pun tim lainnya.

Formula 1 Belgian Grand Prix 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 26 Agustus 2016, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 27 Agustus 2016 dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 28 Agustus 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Belgian Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s