Review Formula 1 Belgian Grand Prix 2016

Nico Rosberg akhirnya bisa kembali merasakan puncak podium di GP Belgia. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertamanya di Spa-Francorchamps. Start dari pole position, pebalap asal Jerman itu memutus lima victory beruntun yang sebelumnya dibukukan oleh Lewis Hamilton.

Pada balapan hari Minggu (28/8) kemarin, Hamilton memang start dari urutan paling belakang. Mantan pacar Nicole Scherzinger itu terkena penalti harus memulai lomba dari posisi buncit setelah melewati batas penggantian power unit alias mesin mobilnya.

Meski demikian, Hamilton tetap berhasil mengakhiri GP Belgia di atas podium. Pebalap binaan McLaren itu finish di belakang Rosberg dan Daniel Ricciardo. Praktis, hasil tersebut membuat posisi Hamilton di puncak klasemen masih aman. Meski keunggulannya kini berkurang menjadi hanya sembilan poin, dari sebelumnya 19 poin.

Berbagai insiden yang mewarnai balapan kemarin sebenarnya menjadi faktor utama keberhasilan Hamilton menembus podium. Safety car dan virtual safety car beberapa kali harus keluar setelah banyak pebalap mengalami kecelakaan. Tanpa hal tersebut, Hamilton mengaku mungkin dia hanya bisa finish di posisi ke-10.

Insiden di GP Belgia kemarin sudah terjadi di awal lomba, tepatnya tikungan pertama setelah start. Duo Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, serempetan. Hal tersebut dipicu oleh aksi Max Verstappen yang ingin mendahului Kimi dari sisi dalam. Akibatnya, kedua pebalap berbeda generasi itu sama-sama mengalami kerusakan di sayap depan mereka.

Meski demikian, Verstappen tak mau disalahkan begitu saja atas insiden yang mengakibatkan duo Ferrari melorot ke belakang tersebut. Menurut dia, malah Kimi dan Vettel yang telah memepetnya. Pebalap ababil itu mengaku sama sekali tidak melebar alias tidak keluar dari jalur balapnya.

Setelah insiden threesome di tikungan pertama tersebut, beberapa lap kemudian terjadi peristiwa pecah ban kanan belakang yang dialami oleh Carlos Sainz Jr. Mobilnya sempat mengalami spin sebelum berakhir di gravel. Untungnya, tak ada pebalap lain yang menabraknya. Meski demikian, virtual safety car tetap dikeluarkan untuk membersihkan trek dari serpihan ban mobil Sainz.

Puncak dari insiden yang menghiasi GP Belgia kemarin adalah kecelakaan hebat yang dialami oleh Kevin Magnussen di pertengahan lomba. Saat melintasi tikungan Eau Rouge yang legendaris, pebalap Renault itu tak kuasa mengendalikan mobilnya. Akibatnya, dia menghajar dinding pembatas sampai tunggangannya yang berwarna kuning tersebut hancur lebur.

K-Mag agak sedikit beruntung. Yang membentur tembok lebih dulu adalah bagian belakang mobilnya. Jika moncongnya, mungkin bisa fatal akibatnya. Pebalap asal Denmark itu masih mampu keluar sendiri tanpa dibantu dari mobilnya, yang ringsek total, tak berbentuk lagi.

Meski demikian, cara berjalan K-Mag tampak gontai. Setelah melalui pemeriksaan awal, pebalap Renault itu diketahui mengalami cedera di engkel kaki kirinya. Magnussen pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Setelah kecelakaan hebat tersebut, pengawas lomba langsung mengeluarkan safety car. Beberapa lao kemudian, red flag pun dikibarkan. Lomba untuk sementara dihentikan. Memberi waktu pada para petugas untuk memperbaiki dinding pembatas yang jebol setelah dihajar oleh Magnussen.

Setelah lomba dimulai kembali, Hamilton, yang tadinya sudah berhasil menembus 10 besar, mampu merangsek ke depan bersama Fernando Alonso. Meski demikian, dia tetap tidak kuasa mengejar Rosberg dan Ricciardo yang sudah terlanjur nyaman memimpin lomba hingga garis finish.

Di lain pihak, kecelakaan yang menimpa Magnussen kemarin bisa menjadi blessing in disguise bagi Rio Haryanto. Jika akhir pekan ini di Monza K-Mag masih belum pulih dari cedera, Rio berpeluang kembali memperkuat Manor di GP Italia. Kok bisa?

Ceritanya, jika Magnussen absen, posisi dia seharusnya digantikan oleh pebalap cadangan Renault, Esteban Ocon, yang baru saja menggantikan Rio di Manor. Maka dari itu, jika Ocon jadi membalap untuk Renault weekend ini, ada kemungkinan Rio ditarik kembali oleh Manor untuk turun di Monza.

Kondisi yang sama pernah dialami oleh Fernando Alonso setelah dia mengalami kecelakaan hebat di lomba pertama, GP Australia, awal musim ini. Pebalap asal Spanyol itu diketahui mengalami retak tulang iga. Akibatnya, dia tidak bisa turun di balapan selanjutnya, di Bahrain. Posisinya kemudian digantikan oleh Stoffel Vandoorne, yang akhirnya berhasil menyumbangkan poin perdana untuk McLaren-Honda.

Pihak Rio sendiri hingga kini belum bisa memberi kepastian. Mungkin penentuannya pada hari Kamis (1/9), saat Magnussen menjalani tes medis untuk menilai apakah dia mampu turun di GP Italia. Bagaimana hasilnya? Mari kita tunggu sama-sama. Sampai jumpa di Monza!

Review Formula 1 Belgian Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s