Preview Formula 1 Gran Premio d’Italia 2016

Hingga pertengahan musim ini, pencapaian Scuderia Ferrari bisa dibilang mengecewakan. Di GP Belgia hari Minggu (28/8) yang lalu, jangankan meraih kemenangan, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen kembali gagal untuk sekadar menaiki podium. Alhasil, di klasemen sementara, posisi tim Kuda Jingkrak dikangkangi oleh Red Bull Racing, yang menduduki urutan kedua di bawah Mercedes.

Weekend ini, sirkus Formula 1 kembali menyambangi sirkuit legendaris Monza. Ferrari, yang notabene adalah tim tuan rumah, optimistis bisa membalik keadaan di GP Italia. Di lomba-lomba yang lain mereka boleh kalah. Namun, di kandang sendiri, haram hukumnya menuai malu di hadapan para tifosi setia.

Saat balapan di Spa pekan lalu, duo Ferrari sebenarnya memiliki peluang yang bagus. Raikkonen dan Vettel start dari posisi tiga dan empat, di belakang Nico Rosberg dan Max Verstappen. Tapi, sayangnya, di tikungan pertama, mereka berdua serempetan.

Akibatnya, kedua mobil Ferarri mengalami kerusakan. Yang paling parah adalah mobil Kimi yang sayap depannya patah. Untungnya, mereka masih bisa melanjutkan lomba, meski akhirnya Vettel hanya finish di urutan keenam dan Raikkonen di posisi kesembilan.

Kegagalan itu memang cukup mengecewakan bagi Ferrari. Tapi, Team Principal Maurizio Arrivabene tetap pede menyongsong balapan di Monza weekend ini. Menurut pria berewok tersebut, performa mobil mereka sekarang sudah jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Hanya nasib sial yang membuat La Scuderia gagal menaiki podium.

Secara kecepatan, mobil Ferrari saat ini memang sudah mengalami peningkatan. Memang, belum secepat Mercedes yang mesinnya sangat powerful. Namun, untuk sekadar bersaing dengan Red Bull di Monza, seharusnya mereka bisa.

Bagi Vettel, GP Italia merupakan salah satu lomba favoritnya. Pebalap asal Jerman itu mengukir rekor sebagai pebalap F1 termuda yang pernah memenangi lomba pada tahun 2008 di Monza. Kala itu, dia masih bersama Scuderia Toro Rosso, tim satelit Red Bull.

Setelah dipromosikan ke tim utama, Vettel menambah catatannya dengan menang dua kali lagi di Monza pada tahun 2011 dan 2013 bersama Red Bull. Namun, setelah pindah ke Ferrari, juara dunia empat kali tersebut belum berhasil mencicipi kembali podium tertinggi.

Seandainya weekend ini Vettel berhasil meraih victory. Dia bakal mencatat rekor sebagai salah satu dari dua pebalap yang pernah menang di Monza dengan tiga tim berbeda. Meski hal tersebut bakal sulit untuk direalisasikan, tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Jika dilihat dari karakternya, Monza memang tidak berbeda jauh dengan Spa di Belgia. Keduanya dikenal sebagai sirkuit tercepat di F1 karena didominasi oleh banyaknya trek lurus. Di sana, para pebalap bisa menggeber mobil mereka hingga lebih dari 300 kilometer/jam. Nyaris nonstop.

Oleh karena itu, mobil yang bermesin Mercedes tetap menjadi unggulan di Monza, terutama Lewis Hamilton yang menjadi raja GP Italia dalam dua tahun terakhir. Jika weekend ini kembali menang, mantan pacar Nicole Scherzinger itu bakal menyamai rekor Juan Manuel Fangio, sebagai satu-satunya pebalap yang mampu mencetak hat-trick, tiga kemenangan beruntun (1953-1955), di Monza.

Selain memburu catatan Fangio, Hamilton juga wajib menang di Monza jika ingin menjadi juara dunia lagi tahun ini. Statistik membuktikan, dalam tiga tahun terakhir, pemenang GP Italia selalu menjadi juara dunia di akhir musim. Yaitu, Vettel pada tahun 2013, serta Hamilton sendiri pada tahun 2014 dan 2015.

Hal lain yang diburu oleh Hamilton adalah mendekati torehan Michael Schumacher sebagai Raja Monza. Hingga sekarang, juara dunia tujuh kali yang kini terbujur lemah tak berdaya itu tercatat sebagai pemenang terbanyak GP Italia (lima kali). Sedangkan, Hamilton, dan Vettel, “baru” tiga kali.

Di lain pihak, lomba di Monza weekend ini juga dijadikan ajang untuk mengumumkan pengunduran dirinya oleh Felipe Massa. Pebalap asal Brasil itu menyatakan musim ini adalah musim terakhirnya di F1. Kontraknya yang tidak diperpanjang oleh Williams menjadi pemicunya.

Massa memang tidak sepenuhnya mundur dari dunia balap. Namun, pebalap 35 tahun itu mengaku masih belum mengetahui bakal berlomba di mana tahun depan. Yang pasti, tim-tim F1 saat ini sudah tidak ada yang berminat pada mantan driver Ferrari tersebut.

Williams sendiri saat ini sedang memburu Jenson Button untuk diduetkan dengan Valtteri Bottas musim depan. Namun, hingga kini, pebalap McLaren-Honda tersebut belum memberikan jawaban. Jika gagal menggaet Button, alternatif lainnya adalah Sergio Perez (Force India) dan Felipe Nasr (Sauber), yang berasal dari Brasil, sama seperti Massa.

Sementara itu, Kevin Magnussen, yang pekan lalu mengalami kecelakaan hebat di Spa, mengaku siap berlomba di Monza meski engkel kakinya sempat cedera. Kepastian K-Mag untuk turun di GP Italia ditentukan saat tes medis hari Kamis (1/9) kemarin. Dokter FIA memberi lampu hijau kepadanya untuk kembali membalap.

Dengan dinyatakan fitnya pebalap asal Denmark tersebut, maka tertutup sudah peluang bagi Rio Haryanto untuk kembali ke lintasan. Pebalap kebanggaan Indonesia itu akan tetap menjadi reserve driver Manor Racing karena kursinya sudah diduduki oleh Esteban Ocon.

Formula 1 Gran Premio d’Italia 2016 akan dimulai pada hari Jumat, 2 September 2016, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 3 September 2016 dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 4 September 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Gran Premio d’Italia 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s