Preview Film: Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (2016)

Tim Burton adalah sutradara terkenal yang kerap menghasilkan film-film fantasi yang banyak disukai penonton. Sebut saja, Edward Scissorhands (1990), Charlie and the Chocolate Factory (2005), dan Alice in Wonderland (2010).

Tahun ini, sutradara Batman (1989) dan Batman Returns (1992) tersebut kembali terlibat dalam dua proyek film fantasi. Yang pertama adalah Alice Through the Looking Glass. Hanya saja, di sekuel Alice in Wonderland ini, dia hanya bertindak sebagai produser, bukan sutradara.

Hasil yang ditorehkan oleh Alice Through the Looking Glass ternyata cukup mengecewakan. Selain mendapat kritik negatif dari para pengamat, film rilisan Disney tersebut juga jeblok di pasaran. Tidak mampu mengulangi pendahulunya yang mampu meraup pemasukan di atas USD 1 miliar secara global.

Daya magis Tim Burton dalam memikat hati penonton pun mulai dipertanyakan. Lewat film fantasi keduanya tahun ini, yang berjudul Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children, di mana dia terjun langsung sebagai sutradara, nama besar pria berusia 58 tahun tersebut dipertaruhkan.

Dengan mengadaptasi novel best-seller berjudul sama karya Ransom Riggs, Burton menggarap Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children dengan tampilan yang lebih kelam daripada film-film fantasi lain yang pernah dia hasilkan. Menurut Riggs, kisah dalam buku karangannya tersebut memang dark, tapi juga ada unsur fun-nya. Oleh karena itu, tidak ada sutradara yang lebih pas untuk membesutnya selain Burton.

Untuk menulis naskahnya, Burton kemudian menggandeng Jane Goldman. Perempuan berusia 46 tahun dengan ukuran payudara jumbo tersebut sudah berpengalaman dalam menghasilkan skenario film-film terkenal semacam Kick-Ass (2010), X-Men: First Class (2011), The Woman in Black (2012), dan Kingsman: The Secret Service (2015).

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children sendiri mengisahkan tentang petualangan seorang bocah ababil bernama Jacob Portman (Asa Butterfield). Sejak kecil, Jake, demikian ia biasa disapa, sering didongengi oleh kakeknya, Abraham (Terence Stamp), tentang rumah Miss Peregrine yang konon dihuni oleh anak-anak dengan kemampuan khusus. Bahkan, dia mengaku pernah tinggal di sana setelah Perang Dunia berakhir.

Saat Jake menginjak usia remaja, sang kakek tiba-tiba meninggal secara misterius. Sebelumnya, dia sering bermimpi dan mengigau tentang monster dan rumah Miss Peregrine. Abraham juga sempat meninggalkan wasiat. Dia meminta Jake untuk pergi mencari rumah tersebut.

Sebagai cucu yang berbakti, Jake pun memenuhi permintaan terakhir kakeknya. Ababil 16 tahun tersebut pergi ke rumah Miss Peregrine (Eva Green) yang terletak di Cairnholm Island. Di sana, dia mendapati bahwa memang benar adanya para peculiar children seperti yang pernah diceritakan oleh Abraham.

Anak tertua yang menghuni rumah misterius tersebut bernama Emma Bloom (Ella Purnell). Meski sifatnya sedikit menjengkelkan, dia punya kemampuan mengendalikan cuaca dan menciptakan gelembung cair yang bisa membuatnya melayang di udara.

Di versi film ini, kemampuan Emma sedikit berbeda dengan di versi novel. Atau, lebih tepatnya, ditukar dengan kekuatan Olive Elephanta. Karakter yang diperankan oleh Lauren McCrostie itu punya kemampuan pyrokinesis, alias mengendalikan api. Saat masih berusia 10 tahun, Olive pernah membakar ranjangnya sendiri. Padahal, ketika itu, dia sedang tertidur pulas.

Selain dua cewek di atas, masih ada banyak bocah-bocah aneh lainnya, seperti Hugh Apiston (Milo Parker), yang mampu mengendalikan lebah yang hidup dalam perutnya (iya, lebah), dan Millard Nullings (Cameron King), si invisible boy yang tidak kasat mata dan sangat cerdik.

Sementara itu, si Jacob sendiri ternyata juga memiliki keistimewaan yang baru dia sadari saat tiba di rumah Miss Peregrine. Cucu Abraham tersebut mampu merasakan hollowness, alias aura jahat yang dipancarkan para monster yang mengincar anak-anak dengan kemampuan super.

Jake pun akhirnya terpaksa membantu Miss Peregrine untuk melindungi para peculiar children dari ancaman para monster jahat yang dipimpin oleh Mr. Barron (Samuel L. Jackson). Selain itu, dia juga masih penasaran ingin mengungkap misteri yang menyelimuti kematian kakeknya.

Meski ada beberapa bagian cerita yang diubah dan penambahan beberapa tokoh jahat yang baru, secara garis besar, kisah Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children ini tidak berbeda jauh dari novelnya. Selama ini, Tim Burton memang suka melakukan beberapa eksperimen agar film adaptasinya menjadi lebih menarik.

Untuk tempat syutingnya, Burton menggunakan tiga lokasi yang berbeda. Yang pertama adalah di Florida, Amerika Serikat, yang menjadi tempat adegan pembuka. Lalu, yang kedua di Portholland, Inggris, yang menjadi lokasi bagi pantai fiksi Wales yang hanya dihuni oleh 40 orang penduduk. Sementara itu, untuk setting rumah Miss Peregrine, tim produksi mengambil tempat di Torenhof Castle di Brasschaat, Belgia.

Lokasi-lokasi tersebut sengaja dipilih karena memang cocok dengan unsur kelam yang ingin ditampilkan oleh Burton. Para penonton diharapkan bisa ikut merasakan keanehan dan keganjilan setelah menonton adegan yang diambil dari tempat-tempat tersebut.

Burton sendiri terinspirasi untuk membuat film rilisan 20th Century Fox ini menjadi lebih dark setelah melihat foto-foto klasik dan vintage dari para peculiar children di novelnya. Sang pengarang, Ransom Riggs, mengaku mulanya mendapatkan gambar-gambar kuno tersebut dari pasar loak. Riggs kemudian mencoba membuat alur cerita berdasarkan foto-foto itu. Dia merasa ada sebuah misteri dan emosi kelam saat melihat gambar-gambar yang dia kumpulkan tersebut.

Hal lain yang menarik perhatian di Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children adalah penampilan Eva Green sebagai bintang utamanya. Bisa dibilang, film berdurasi 127 menit ini adalah panggung besar perdana bagi aktris sexy asal Prancis berusia 36 tahun tersebut. Selama ini, Green hanya bermain sebagai supporting role di film-film terkenal semacam Kingdom of Heaven (2005) dan James Bond’s Casino Royale (2006).

Setelah tayang perdana di Fantastic Fest pada hari Minggu (25/9) yang lalu, film berbujet USD 110 juta ini mendapat review yang lumayan dari beberapa situs dan kritikus. Meski narasinya dianggap masih kurang, secara visual, film 3D dark fantasy adventure ini cukup kuat, seperti karya-karya Tim Burton sebelumnya.

***

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children

Sutradara: Tim Burton
Produser: Peter Chernin, Jenno Topping
Penulis Skenario: Jane Goldman
Pengarang Cerita: Matthew Sand
Berdasarkan: Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children by Ransom Riggs
Pemain: Eva Green, Asa Butterfield, Chris O’Dowd, Allison Janney, Rupert Everett, Terence Stamp, Ella Purnell, Judi Dench, Samuel L. Jackson
Musik: Mike Higham
Sinematografi: Bruno Delbonnel
Editor: Chris Lebenzon
Produksi: Chernin Entertainment, Tim Burton Productions, TSG Entertainment
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 127 menit
Budget: USD 110 juta
Rilis: 25 September 2016 (Fantastic Fest), 30 September 2016 (Indonesia & Amerika Serikat)

Ratings

IMDb: 7,4
Rotten Tomatoes: 61%
Metacritic: 53

Preview Film: Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s