Preview Formula 1 Malaysia Grand Prix 2016

Dua pekan lalu, di Singapura, Nico Rosberg akhirnya meraih kemenangan perdana di balapan malam tersebut. Pebalap asal Jerman itu sudah mendominasi sejak babak latihan bebas dan kualifikasi sehari sebelumnya. Pesaing terdekatnya, Lewis Hamilton, hanya mampu finish ketiga tanpa memberi ancaman yang berarti.

Akhir pekan ini, masih di Asia Tenggara, tepatnya di Malaysia, Rosberg berambisi untuk meneruskan kejayaannya, sekaligus mengulang catatan manisnya di awal musim. Yaitu, menang empat lomba beruntu! Kala itu di Australia, Bahrain, China, dan Rusia.

Meraih victory di Sirkuit Sepang musim ini memang sangat krusial bagi Rosberg. Hal itu demi mempertahankan puncak klasemen dari kejaran Hamilton. Kemenangan di Singapura dua pekan lalu memang berhasil membuat suami Vivian Sibold tersebut mengkudeta rekan setimnya. Saat ini, Rosberg unggul delapan angka atas Hamilton (273-265).

Kebangkitan Rosberg sebenarnya dimulai sejak summer break berakhir, tepatnya di Sirkuit Spa, Belgia. Setelah itu, putra juara dunia F1 Keke Rosberg tersebut seakan meluncur tanpa halangan. GP Italia di Sirkuit Monza dan kemudian GP Singapura juga ia sapu bersih.

Alhasil, peluang untuk meraih juara dunia, yang sempat mengecil di pertengahan musim, kini kembali terbuka. Syaratnya, Rosberg harus terus mengungguli Hamilton di enam balapan tersisa. Dimulai dari Malaysia weekend ini.

Masalahnya, di Malaysia, catatan Rosberg tidak terlalu positif. Bahkan, mantan pebalap Williams tersebut tak pernah menang di Sepang. Prestasi terbaiknya hanya menjadi runner-up pada 2014. Tahun lalu, Rosberg malah hanya finish ketiga di belakang Hamilton dan Sebastian Vettel yang kala itu menjadi pemenangnya.

Meski demikian, jagoan Mercedes tersebut tak perlu pesimistis. Dia hanya perlu belajar lagi dari keberhasilannya “pecah telur” di Singapura dua pekan lalu. Pada musim-musim sebelumnya, seperti halnya di Sepang, Rosberg memang selalu gagal berjaya di sirkuit jalanan Marina Bay. Dengan performa mobil Silver Arrows yang terus meningkat, sangat mungkin pebalap yang wajahnya mirip Leonardo DiCaprio itu juga mampu menghapus kutukan di Malaysia.

Sementara itu, dibanding Rosberg, catatan Hamilton di Sepang bisa dibilang lebih moncer. Mantan pacar Nicole Schzinger itu sudah pernah menang sekali di Malaysia pada tahun 2014. Selain itu, bujangan asal Inggris itu sudah tiga kali naik podium. Sekali bersama McLaren dan dua kali bersama Mercy.

Di lain pihak, tim yang parut diwaspadai oleh Mercedes weekend ini adalah Red Bull Racing. Penampilan Daniel Ricciardo dan Max Verstappen memang terus merangkak naik. Jika Rosberg dan Hamilton lengah, atau terlibat friksi seperti di Barcelona, bukan tidak mungkin tim Krating Daeng asal Austria tersebut bakal mencuri kemenangan kedua mereka musim ini.

Selain Red Bull, Ferrari juga tidak bisa dikesampingkan. Malah jika kita berbicara soal sejarah, si Kuda Jingkrak adalah penguasa Sepang. Meski saat ini sedang melempem, tim asal Italia itu sudah sering berjaya di Malaysia sejak negeri tersebut menghelat balapan F1 perdana pada tahun 1999.

Setelah gatot, alias gagal total, sepanjang musim ini, di Sepang inilah tempat terbaik bagi Ferrari jika ingin meraih kemenangan perdana. Tahun lalu, mereka berhasil menapak podium tertinggi lewat Vettel. Hanya saja, kala itu, GP Malaysia diadakan di awal musim, bukan di akhir musim seperti tahun ini. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi salah satu dari “hanya” tiga kemenangan yang diraih Ferrari musim lalu.

Tahun ini, Ferrari sudah mati-matian melakukan upgrade mobil. Bahkan, mereka menjadi tim pertama yang menghabiskan jatah 32 token untuk pengembangan mesin di GP Italia yang lalu. Namun, hingga kini, kemenangan tak kunjung mereka raih. Padahal, peluang untuk memperbaiki mobil sudah tertutup seiring dengan ludesnya jatah token mereka.

Bandingkan dengan Red Bull yang masih menyisakan enam token. Tim besutan Adrian Newey tersebut masih berpeluang untuk melakukan pengembangan mesin hingga akhir musim nanti. Jika tak segera bangkit, kesempatan Ferrari untuk mengejar Red Bull bakal semakin tipis.

Satu-satunya harapan tim Kuda Jingkrak untuk mengalahkan Red Bull kini terletak pada dua pebalapnya. Karena mobil dan mesin sudah mentok, tak bisa dikembangkan lagi, maka Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel harus habis-habisan di enam balapan tersisa agar mereka tak sampai dipermalukan si ababil Max Verstappen di akhir musim nanti.

Di Sepang, catatan Kimi dan Vettel sebenarnya sangat mentereng. Bahkan, Vettel adalah Raja Diraja Malaysia. Dalam enam lomba terakhir di sana, juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah itu menang empat kali. Tiga kali saat masih bersama Red Bull dan sekali bersama Ferrari, tahun lalu.

Begitu juga dengan Kimi yang sudah pernah berjaya dua kali di GP Malaysia (2003 dan 2008). Jika ditotal, duet Ferrari tersebut sudah menang enam kali di Sepang. Maka dari itu, tak mengherankan jika secara statistik mereka disebut sebagai penguasa sirkuit terpanas dalam kalender F1 tersebut.

Weekend ini, Vettel berambisi untuk mengulangi kejayaannya sekaligus kembali menaklukkan panasnya Sepang. Kita tunggu saja apakah Ferrari akhirnya bisa “pecah telur” musim ini. Karena mengakhiri tahun 2016 tanpa sebuah kemenangan adalah sebuah aib bagi tim raksasa sekaliber mereka.

Sementara itu, manager Rio Haryanto, Piers Hunnisett menyatakan belum ada kepastian bakal membalap di mana driver kebanggaan Indonesia tersebut musim depan. Meski demikian, pembicaraan dengan beberapa sponsor potensial berlangsung cukup positif. Menurutnya, kita bakal mendapat kabar tentang Rio kira-kira dua pekan mendatang.

Jika melihat situasi terkini, opsi terbaik bagi cah Solo tersebut memang balikan dengan Pascal Wehrlein di Manor. Esteban Ocon, yang saat ini menggeser posisi Rio, kabarnya bakal ditarik lagi oleh Renault untuk menjadi pebalap utama mereka musim depan. Jadi, Rio sebenarnya berpeluang menempati kembali kursinya, asalkan dia membawa sponsor.

Seperti halnya Manor dan Renault, hampir semua tim menengah ke bawah lainnya belum menentukan susunan pebalap mereka musim depan. Sebut saja Haas, Sauber, dan Toro Rosso. Bahkan, Williams juga masih belum memastikan pengganti Felipe Massa, meski nama driver ababil Lance Stroll sudah banyak dirumorkan bakal masuk ke tim asal Inggris tersebut.

2016 Formula 1 Petronas Malaysia Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 30 September 2016, dengan sesi Free Practice 1 (09.00 WIB) dan Free Practice 2 (13.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 1 Oktober 2016 dengan sesi Free Practice 3 (13.00 WIB) dan Qualifying (16.00 WIB). Hari Minggu, 2 Oktober 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 14.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Malaysia Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s