Preview Formula 1 Japanese Grand Prix 2016

Lewis Hamilton benar-benar bernasib sial saat berlaga di GP Malaysia hari Minggu (2/10) yang lalu. Kemenangan yang sudah di depan mata tiba-tiba lenyap setelah mesin mobilnya meledak. Padahal, saat itu ia tengah memimpin lomba dengan jarak 22,7 detik di depan Daniel Ricciardo.

Saking frustrasinya, Hamilton sampai meracau bahwa ada pihak yang tidak ingin melihatnya menjadi juara dunia lagi tahun ini. Tuduhan itu, secara tidak langsung, sebenarnya, mengarah ke timnya sendiri, Mercedes.

Wajar saja Hamilton curiga. Dari 43 mesin Mercedes musim ini (untuk tim utama dan dua tim pelanggan) plus tiga lainnya yang dibuat sebagai tambahan untuk Hamilton, hanya di Sepang kemarin yang bermasalah. Padahal, selama ini, mesin Mercy terkenal reliable dan merupakan yang terbaik di F1.

Memang, ada rumor bahwa Mercy lebih mendukung Nico Rosberg untuk menjadi juara dunia musim ini. Hal itu dikarenakan Hamilton sudah merajai Formula 1 dalam dua tahun terakhir. Apalagi, Rosberg merupakan pebalap asli Jerman, negara asal the Silver Arrows.

Untuk menepis gossip tersebut, Mercedes meyakinkan Hamilton agar dia tidak perlu galau berkepanjangan. Mereka memastikan jatah dua mesin yang dia miliki di sisa musim ini mempunyai kemampuan setara dengan mesin Rosberg.

Niki Lauda, selaku non-executive chairman dari Mercedes, mengaku KZL dengan isu sabotase untuk menjegal Hamilton menjadi juara dunia tahun ini. Menurut rival mendiang James Hunt itu, tuduhan tersebut sangat ngawur, sekaligus bodoh dan konyol. Mercy tidak akan melakukan hal yang merugikan pebalap mereka sendiri.

Untuk meredam amarah Hamilton, Lauda sampai meminta maaf secara langsung kepadanya. Juara dunia F1 tiga kali itu bakal mengajak Hamilton terbang bersama jet pribadinya menuju Jepang. Dia berharap bisa meredakan tensi pebalap asal Inggris tersebut sebelum lomba di Suzuka weekend ini.

Musim ini, jebolnya mesin Hamilton di Malaysia hari Minggu (2/10) yang lalu memang menjadi catatan DNF (do not finish) Mercedes yang pertama karena masalah teknis. Oleh karena itu, mereka masih berusaha menginvestigasi apa penyebabnya.

Namun, hingga saat ini, Mercedes masih belum bisa menjelaskan kenapa mesin Hamilton tiba-tiba meledak di Sepang. Mereka hanya menegaskan bakal melakukan segala upaya agar insiden serupa tak terulang lagi di Jepang.

Secara teknis, Sirkuit Suzuka sebenarnya tidak berbeda jauh dengan sirkuit di Malaysia. Layout treknya sangat teknikal dan menuntut ketahanan mesin. Bedanya, meski termasuk panas, suhu udara di Jepang tidak akan setinggi di Sepang.

Di Malaysia, weekend lalu, suhu udaranya memang sempat mencapai 61 derajat Celsius di atas trek pada hari Sabtu (1/10). Itu merupakan suhu udara tertinggi dalam kalender balap F1 musim ini. Saat lomba, esok harinya, suhu turun menjadi 56-59 derajat Celsius. Namun, itu masih tergolong hot jika dibandingkan dengan Eropa.

Maka dari itu, meski Mercy sudah menjamin tidak akan terulang, bukan tidak mungkin mesin mereka bakal kembali jebol di Jepang. Dan, bisa jadi, masalah tersebut juga bakal dialami Rosberg, bukan hanya Hamilton. Apalagi, jika mereka terlalu menggeber mobil karena mendapat tekanan dari Red Bull.

Di Suzuka, Red Bull memang kembali dijagokan untuk mencuri kemenangan dari Mercedes. Karakter sirkuit yang teknikal dan membutuhkan aerodinamika sangat cocok dengan mobil besutan Adrian Newey yang dikendarai oleh Daniel Ricciardo dan Max Verstappen. Bukan suatu hal yang mustahil seandainya di Jepang ini tim asal Austria itu juga finish 1-2 seperti di Sepang.

Sementara itu, Hamilton memang sangat membutuhkan kemenangan di Suzuka untuk menjaga peluangnya mengejar Rosberg. Saat ini, dia tertinggal 23 poin. Dengan lima lomba tersisa, Hamilton, bahkan, wajib menyapu bersih kemenangan jika ingin menjadi juara dunia untuk kali keempat sepanjang karirnya.

Jika gagal memenangkan lima lomba tersisa, katakanlah, “hanya” empat kali menang dan sekali runner-up, Hamilton mungkin harus merelakan gelar juara dunianya melayang. Itu bakal terjadi jika Rosberg menang ketika dia hanya finish kedua. Poin totalnya hanya 383, bakal kalah dua angka dari Rosberg (385).

Hamilton memang masih bisa menjadi juara dunia jika dia “hanya” menang empat kali. Tetapi, itu dengan catatan Rosberg “cuma” finish runner-up di lima balapan tersisa dan dia finish ketiga di seri terakhir. Poin totalnya bakal mencapai 380, unggul dua angka atas Rosberg (378).

Dua skenario di atas, tentu saja, hanya berlaku jika lomba berjalan “normal”. Artinya, duo Mercedes tersebut selalu finish 1-2 di lima balapan tersisa. Jika sampai terjadi “drama”, misalnya, mesin jebol, atau, Red Bull mencuri kemenangan, perhitungannya bakal semakin rumit.

Yang pasti, lima seri terakhir ini ibarat final bagi Rosberg maupun Hamilton. Insiden sekecil apapun bisa mempengaruhi peluang mereka untuk menjadi juara dunia. Saat ini, Rosberg memang masih di atas angin. Namun, di lomba terakhir nanti, bisa jadi situasinya bakal berbeda.

Di lain pihak, lima lomba terakhir ini juga menjadi pertaruhan bagi nama besar Ferrari. Untuk menyalip Red Bull di peringkat kedua klasemen tampaknya semakin sulit. Kini, target realistis bagi Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, terutama Vettel, adalah mencuri, setidaknya, sekali saja victory tahun ini.

Jika sampai mengakhiri musim 2016 tanpa kemenangan, mungkin, musim ini layak disebut sebagai salah satu musim terkelam sang Kuda Jingkrak sepanjang masa. Padahal, di awal musim, Ferrari digadang-gadang bakal menjadi penjegal Mercedes. Nyatanya, mengatasi Red Bull saja mereka tak kuasa.

2016 Formula 1 Emirates Japanese Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 7 Oktober 2016, dengan sesi Free Practice 1 (08.00 WIB) dan Free Practice 2 (12.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 8 Oktober 2016 dengan sesi Free Practice 3 (10.00 WIB) dan Qualifying (13.00 WIB). Hari Minggu, 9 Oktober 2016, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 12.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Japanese Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s