Preview Film: Bridget Jones’s Baby (2016)

Saat dirilis pada 2001, Bridget Jones’s Diary menuai sukses secara komersial. Film komedi romantis yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Helen Fielding tersebut mampu meraup pemasukan hingga USD 281 juta, dengan modal “hanya” USD 25 juta.

Sejumlah situs review dan kritikus juga memberi rating sangat positif untuk film berdurasi 97 menit yang dibintangi oleh Renee Zellweger tersebut. Bahkan, lawan main Hugh Grant itu akhirnya masuk nominasi Piala Oscar kategori Aktris Terbaik.

Berkat kesuksesan film pertama, sekuel Bridget Jones pun langsung dibuat dan dirilis tiga tahun kemudian dengan subjudul The Edge of Reason. Kisahnya kembali diambil dari novel Helen Fielding yang terbit pada 1999. Hanya saja, meski cukup berhasil secara komersial, meraup pemasukan USD 262 juta, dengan bujet “hanya” USD 40 juta, film yang kedua ini mendapat review negatif dari sejumlah kritikus.

Bridget Jones sendiri merupakan tokoh rekaan karya penulis Helen Fielding. Pertama kali muncul lewat tulisan pendek di harian The Independent, di Inggris, pada tahun 1995. Fielding kemudian membuatnya menjadi tiga jilid novel, yaitu Bridget Jones’s Diary (1996), Bridget Jones: The Edge of Reason (1999), dan Bridget Jones: Mad About the Boy (2013).

Tahun ini, setelah lebih dari satu dekade, Bridget Jones kembali ke layar lebar. Berbeda dengan dua film pendahulunya, film ketiga yang berjudul Bridget Jones’s Baby ini tidak diadaptasi dari novel, melainkan sebuah cerita baru. Meski demikian, Helen Fielding tetap menjadi penulis naskahnya, dengan dibantu oleh Dan Mazer dan Emma Thompson.

Kisah seri ketiga ini tetap berkutat pada sosok jenaka Bridget Jones (Renee Zellweger) yang kini sudah menjadi wanita karir, sebagai produser acara televisi, di London, Inggris. Namun, sayangnya, di balik kesuksesannya tersebut, dia masih merasa kesepian dan tidak kunjung menemukan kekasih sejatinya.

Meski demikian, bukan berarti Bridget benar-benar jones, alias jomblo ngenes. Cewek berumur fourthy something yang mengalami masalah kelebihan berat badan tersebut masih belum bisa sepenuhnya menuntaskan hubungan dengan sang mantan, Mark Darcy (Colin Firth). Status mereka putus-nyambung.

Selain itu, juga ada sosok baru, yaitu cogan, alias cowok ganteng, asal Amerika bernama Jack Qwant (Patrick Dempsey), yang naksir dia. Mungkin karena sudah “gatal”, Bridget pun “melayani” dua-duanya, Darcy dan Jack. Masalah kemudian muncul ketika dia positif hamil, dan menjadi beyond complicated karena Bridget ternyata tidak yakin siapa ayah dari janin yang dikandungnya! Jack atau Darcy?

Salah satu perbedaan utama seri ketiga ini dari dua film pendahulunya adalah ketiadaan sosok Daniel Cleaver. Playboy nakal yang dulu diperankan oleh Hugh Grant itu memang selalu berhasil menarik perhatian Bridget dan menjadi pesaing sejati bagi sang kekasih, Mark Darcy.

Meski demikian, absennya Hugh Grant sebenarnya tidak perlu disesali. Menurut para pengamat, karakter Daniel yang dia mainkan sudah tidak memiliki peran yang signifikan seperti di film yang pertama. Bahkan, di seri kedua, kemunculannya terlalu dipaksakan. Jadi, malah bagus jika di film yang ketiga ini dia benar-benar menghilang.

Hugh Grant sendiri mengaku mundur dari Bridget Jones’s Baby karena masalah naskah. Menurutnya, skenario film ketiga ini tidak sebaik dua film pendahulunya. Mantan pacar Elizabeth Hurley itu akhirnya memutuskan untuk cabut.

Di lain pihak, bagi Renee Zellweger, Bridget Jones’s Baby ini menandai comeback-nya di dunia perfilman setelah enam tahun absen. Film terakhir aktris yang sudah berusia 47 tahun tersebut adalah My Own Love Song yang tayang pada 2010.

Zellweger sendiri mengaku dirinya menghilang bukan karena tidak laku, melainkan karena sengaja ingin istirahat. Bintang yang melejit lewat Jerry Maguire (1996) dan Nurse Betty (2000) itu merasa jenuh karena sudah 25 tahun berkecimpung dalam dunia film. Dia ingin sejenak hidup normal dan melakukan hal lain yang tak ada hubungannya dengan riset pendalaman karakter.

Meski mengaku berat untuk menolak tawaran berakting, mantan tunangan Jim Carrey itu mengaku terpaksa rehat karena dia merasa jadwalnya terlalu padat. Zelly pun akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan lain dan mulai menerapkan pola hidup sehat selama masa istirahat. Alhasil, dia menjadi lebih kurus dan lebih bugar dibandingkan dulu.

Di film Bridget Jones’s Baby ini, Zelly memang masih kelihatan agak gemuk. Tapi, itu semua demi tuntutan peran. Agar tampak meyakinkan sebagai sosok yang sedang hamil, alumnus University of Texas itu menaikkan beberapa kilogram bobot tubuhnya, sekaligus memasang implan agar buah dadanya membesar dan perut hamilnya terlihat nyata.

Dibandingkan peran-peran lainnya, peran sebagai Bridget Jones memang paling melekat bagi Zelly. Penampilannya sangat pas dalam membawakan karakter Bridget yang konyol, mandiri, sekaligus rapuh tersebut.

Zelly mengaku sangat mencintai karakter Bridget Jones. Dia bersyukur bisa kembali mendapat peran tersebut. Meski demikian, peraih Piala Oscar sebagai Best Supporting Actress lewat Cold Mountain (2003) itu awalnya tidak menyangka bakal ada film ketiga, karena jaraknya memang terpisah cukup lama dari film keduanya yang tayang pada 2004.

Sharon Maguire, sutradara Bridget Jones’s Baby, yang dulu juga membesut film pertamanya, menyatakan dia tak akan bisa membuat Bridget tanpa Renee. Produser Eric Fellner pun mengamini pernyataan sang sutradara. Menurutnya, Zelly adalah komedian wanita terbaik di generasinya. Sulit baginya membayangkan ada aktris lain yang bisa memerankan tokoh Bridget sebaik Zellweger.

Meski banyak dipuji, bukan berarti peran sebagai Bridget merupakan peran yang mudah bagi Zelly. Apalagi, sudah 12 tahun dia tidak berkutat dengan karakter tersebut. Salah satu yang paling berat bagi Zellweger, yang asli Texas, adalah ketika dia harus berbicara dengan aksen British demi memerankan sosok Jones, yang memang dikisahkan berasal dari London, Inggris.

Setelah tayang perdana di Amerika Serikat pada 16 September 2016 yang lalu, Bridget Jones’s Baby mendapat rating cukup positif dari beberapa situs review. Para kritikus juga menilai film ketiga ini lebih lucu bila dibandingkan dua film sebelumnya. Humornya tajam dan mengena, serta sangat terkait dengan kondisi saat ini.

Secara komersial, film rilisan Universal Pictures ini sudah meraup pemasukan hingga USD 157 juta dan masih bisa bertambah karena belum semua negara menayangkannya, termasuk Indonesia. Yang pasti, sudah balik modal karena bujetnya “hanya” USD 35 juta.

Jika melihat kesuksesan di atas, tidak menutup peluang franchise Bridget Jones bakal terus berlanjut. Renee Zellweger bahkan pernah menyatakan ada kemungkinan untuk film keempat. Demikian juga dengan Colin Firth dan Patrick Dempsey, yang mengindikasikan film berdurasi 123 menit ini mungkin tidak menjadi yang terakhir.

***

Bridget Jones’s Baby

Sutradara: Sharon Maguire
Produser: Tim Bevan, Eric Fellner, Debra Hayward
Penulis Skenario: Helen Fielding, Dan Mazer, Emma Thompson
Berdasarkan: Para karakter ciptaan Helen Fielding
Pemain: Renée Zellweger, Colin Firth, Patrick Dempsey, Jim Broadbent, Gemma Jones, Emma Thompson
Musik: Craig Armstrong
Sinematografi: Andrew Dunn
Penyunting: Melanie Ann Oliver
Produksi: Miramax, StudioCanal, Working Title
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 123 menit
Budget: USD 35 juta
Rilis: 5 September 2016 (London), 16 September 2016 (Amerika Serikat), 5 Oktober 2016 (Prancis), 21 Oktober 2016 (Indonesia)

Ratings

IMDb: 7,4
Rotten Tomatoes: 77%
Metacritic: 59
CinemaScore: B+

Preview Film: Bridget Jones’s Baby (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s