Preview Formula 1 United States Grand Prix 2016

Tahun lalu, di Austin, Texas, Lewis Hamilton sukses mengunci gelar juara dunianya yang ketiga setelah memenangkan GP Amerika Serikat. Padahal, balapan Formula 1 musim itu masih tersisa tiga seri.

Tahun ini, di tempat yang sama, situasinya berbeda. Bahkan, bertolak belakang. Hamilton masih “tercecer” di peringkat kedua, tertinggal 33 angka dari rekan setimnya, Nico Rosberg, yang duduk nyaman di puncak klasemen.

Memang, balapan F1 musim ini masih tersisa empat seri lagi. Masih ada maksimal 100 poin yang bisa direbut. Secara matematis, Hamilton masih sangat berpeluang untuk mendongkel Rosberg. Namun, itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan, mengingat performa pebalap asal Jerman tersebut sedang moncer, alias on fire.

Bagi Hamilton, memang tidak ada pilihan selain mati-matian di empat lomba terakhir. Dia harus menyapu bersih seluruh kemenangan, sembari berharap Rosberg terpeleset dan finish di luar dua besar di salah satu dari empat seri terakhir.

Jadi, meskipun nantinya menang di empat lomba terakhir, Hamilton belum tentu menjadi juara dunia. Apalagi, jika dia sampai sekali saja gagal naik podium karena crash atau karena mobilnya bermasalah. Bakal semakin susah baginya untuk mengejar Rosberg.

Situasi Hamilton saat ini memang sedang sulit. Ibaratnya, mantan pacar Nicole Scherzinger itu harus menuntaskan mission impossible di sisa musim ini. Hanya finish ketiga di Jepang serta empat kemenangan Rosberg di lima lomba terakhir memang membuat posisi Hamilton semakin terjepit.

Untungnya, GP Amerika Serikat termasuk balapan yang disukai oleh Hamilton. Bujangan asal Inggris itu menganggap Sirkuit Austin, Texas, sebagai rumah keduanya. Rekornya di sana juga cukup mentereng. Empat kali menang di Circuit of the Americas, termasuk satu kemenangan yang dia raih musim lalu.

Maka dari itu, lomba weekend ini sangat krusial bagi Hamilton. Mission impossible yang harus dia tuntaskan diawali di Amerika. Jika sampai gagal menang, langkahnya di tiga seri terakhir akan semakin berat.

Sementara itu, bagi Rosberg, meski sedang memimpin klasemen, bebannya tidak terlalu berat. Suami Vivian Sibold itu “hanya” butuh finish minimal di posisi kedua dalam empat seri terakhir untuk merebut gelar juara dunianya yang pertama.

Jadi, Rosberg sebenarnya tidak perlu menyapu bersih kemenangan di sisa musim ini. Jagoan Mercedes tersebut cukup bermain aman dan tidak meladeni jika Hamilton mengajak bertarung wheel-to-wheel. Rosberg “hanya” perlu menjaga agar posisinya tidak keluar dari dua besar.

Melihat performa apiknya dalam lima seri terakhir, finish minimal dua besar di empat lomba terakhir, di atas kertas, bukan hal yang sulit bagi Rosberg. Bisa dibilang, satu kaki putra juara dunia F1 Keke Rosberg itu sudah menginjak tangga jawara. Hanya keajaiban dan kehendak Tuhan yang bisa menggagalkan.

Musim ini, Rosberg sudah mengoleksi kemenangan di delapan seri. Jika sampai dikudeta Hamilton di akhir tahun nanti, cowok yang sekilas mirip Leonardo DiCaprio itu bakal menjadi pebalap F1 dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah yang gagal menjadi juara dunia.

Rosberg pun menyatakan bakal membalap dengan hati-hati di Amerika. Dia tidak ingin kesalahan musim lalu terulang. Kala itu, saat sedang memimpin lomba di Austin, Rosberg tiba-tiba melebar keluar lintasan setelah melewati trek basah. Hamilton pun akhirnya memanfaatkan hal tersebut dengan mencuri kemenangan dan mengunci gelar juara dunia tahun 2015.

Faktor cuaca memang sangat berpengaruh dalam menentukan hasil lomba. Jika turun hujan, atau balapan berlangsung dalam lintasan basah, akan semakin sulit untuk menebak pemenangnya. Bisa saja hal itu menguntungkan Rosberg. Atau, malah sebaliknya, Hamilton yang mendapat durian runtuh, seperti tahun lalu.

Dalam menyikapi persaingan dua pebalap mereka dalam empat lomba terakhir, Mercedes sudah menegaskan tidak bakal pilih kasih. Siapa pun yang akhirnya menjadi juara dunia, Rosberg atau Hamilton, the Silver Arrows akan menyambut gembira. Apalagi, gelar juara dunia konstruktor sudah mereka kuasai dua pekan lalu di Jepang.

Setelah mesin mobilnya meledak di Sepang, saat sedang memimpin lomba, Hamilton memang langsung muntab dan menuduh ada konspirasi besar yang ingin menjegalnya agar tidak meraih gelar juara dunia tahun ini. Merasa tersindir, Mercedes pun kebakaran jenggot.

Boss Toto Wolff langsung membantah isu sabotase tersebut. Mercedes tidak menganakemaskan Rosberg meski dia adalah pebalap asli Jerman, negara asal Mercy. Wolff pun berjanji akan membebaskan dua pebalapnya untuk bertarung secara fair. Prioritas mereka adalah memberikan peluang yang sama bagi kedua pebalap tersebut untuk meraih kemenangan di empat seri tersisa.

Selain perseteruan Rosberg dan Hamilton, yang tak kalah seru untuk diikuti adalah bursa perpindahan pebalap untuk musim depan. Menjelang GP Amerika, Nico Hulkenberg memastikan hengkang ke Renault mulai tahun 2017. Kursi rekan setim Sergio Perez di Force India itu pun menjadi kosong.

Pascal Wehrlein, kabarnya, mengincar salah satu posisi lowong di Force India tersebut. Rekan setim Rio Haryanto di Manor Racing itu memanfaatkan koneksinya yang notebene adalah pebalap binaan Mercedes. Force India, yang mesinnya disuplai oleh Mercy, tertarik menggunakan jasa Wehrlein karena Mercedes menjanjikan paket mesin yang lebih kompetitif jika mereka mengontraknya.

Seandainya Wehrlein jadi hengkang ke Force India, kursinya di Manor bakal kosong. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Rio untuk kembali membalap musim depan. Apalagi, jika Estban Ocon juga kembali ditarik oleh Renault untuk mendampingi Hulkenberg.

Meski demikian, jalan bagi Rio untuk menjadi pebalap utama Manor tetap tidak mudah. Selain masih harus mengumpulkan uang sponsporship, cah Solo itu harus bersaing dengan Jordan King yang bakal turun dalam sesi latihan bebas GP Amerika Serikat weekend ini.

Diberinya kesempatan King oleh Manor untuk unjuk gigi di Austin menjadi pertanda bahwa tim asal Inggris itu menyiapkan satu kursi untuknya musim depan. Sebelum ini, King memang sudah beberapa kali menjajal mobil Manor. Namun, US GP akhir pekan ini bakal menjadi pengalaman pertamanya turun di sesi free practice resmi balapan F1.

2016 Formula 1 United States Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 21 Oktober 2016, dengan sesi Free Practice 1 (22.00 WIB). Lalu, dilanjutkan hari Sabtu, 22 Oktober 2016, dengan sesi Free Practice 2 (02.00 WIB) dan Free Practice 3 (22. 00 WIB). Qualifying berlangsung pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 (01.00 WIB). Sedangkan Raceday adalah hari Senin, 24 Oktober 2016, dengan start lomba mulai pukul 02.00 WIB. Live di GlobalTV, iNewsTV, dan FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 United States Grand Prix 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s