Preview Film: Doctor Strange (2016)

Saat muncul pertama kali pada tahun 1960-an di komik terbitan Marvel, Doctor Strange menuai kontroversi. Berbeda dengan superhero-superhero lainnya yang berlatar belakang alien, sci-fi, dan teknologi canggih, Doctor Strange penuh dengan hal-hal mistik dan klenik. Bisa dibilang, ini adalah dukun sakti yang di-superhero-kan.

Awalnya, kisah Doctor Strange hanya berupa sisipan lima lembar dalam antologi komik Strange Tales yang terbit pada bulan Juli 1963. Steve Ditko, sang kreator, dan Stan Lee, si pengarang cerita, menyatakan proyek tersebut semula hanyalah proyek coba-coba Oleh karena itu, terciptalah karakter yang tergolong aneh untuk dunia barat tersebut.

Tak dinyana, proyek iseng Steve Ditko dan Stan Lee tadi mendapat sambutan luas. Meski bertema psikedelik dan penuh halusinasi, Doctor Strange dianggap sebagai superhero cutting edge yang paling mutakhir dan fresh. Kisahnya menggabungkan mitologi Mesir dan Sumeria, serta dunia mistis Asia.

Meski cukup populer sejak tahun 1960-an, yang sejalan dengan era hippies, komik Doctor Strange belum pernah diangkat ke layar lebar. Sejauh ini, salah satu anggota The New Avengers tersebut hanya pernah dibuat dalam versi live-action berupa film televisi. Pemeran utamanya Peter Hooten. Tayang pada tahun 1978.

Selain itu, juga ada versi animasinya. Namun, film yang berjudul Doctor Strange: The Sorcerer Supreme itu hanya dirilis dalam bentuk DVD pada tahun 2007, dan tidak tayang di bioskop. Pengisi suaranya adalah Bryce Johnson.

Niat untuk mengangkat Doctor Strange ke layar lebar baru dilakukan secara serius setelah Marvel Studios sukses mengembangkan proyek Marvel Cinematic Universe (MCU) tahap pertama dengan Iron Man, Hulk, Thor, Captain America, dan The Avengers, serta tahap kedua dengan Guardians of the Galaxy dan Ant-Man.

Doctor Strange pun direncanakan untuk menjadi awal dari MCU fase ketiga. Film solonya mendahului film solo tokoh-tokoh anyar yang baru akan dirilis tahun depan, seperti Spider-Man, Black Panther, dan Captain Marvel.

Kemunculan si Dokter Aneh dalam Jagad Sinema Marvel ini memang bisa dibilang tiba-tiba, tanpa perkenalan lebih dahulu di film-film sebelumnya. Satu-satunya petunjuk adalah ketika nama Stephen Strange, nama asli Doctor Strange, disebut secara sekilas dalam Captain America: The Winter Soldier (2014).

Menurut Presiden Marvel Studios Kevin Feige, sosok Doctor Strange memang tidak diperkenalkan seperti superhero-superhero lainnya karena karakternya sangat kompleks. Meski demikian, dia memiliki peran yang sangat penting dan sengaja dirilis sebelum MCU memasuki fase ketiga, Infinity War.

Stephen Vincent Strange (Benedict Cumberbatch) semula adalah seorang dokter bedah saraf terbaik di dunia. Namun, dibalik kesuksesan dan kepintarannya tersebut, dia memiliki tabiat yang buruk karena sangat arogan dan sombongnya minta ampun. Egonya setinggi langit.

Semacam kena karma, hidup Doctor Strange akhirnya berubah drastis setelah dia mengalami kecelakaan mobil. Kemampuan tangannya menurun dan menjadi sangat terbatas. Bagi seorang dokter bedah, tangan adalah salah satu aset utama.

Di tengah rasa frustrasi yang mendera, si dokter pongah itu kemudian bertekad untuk menyembuhkan dirinya. Dia berkelana ke seluruh penjuru dunia untuk memulihkan kemampuan tangannya.

Petualangan Doctor Strange untuk mencari kesembuhan itu sampai di Kathmandu, Nepal, dan akhirnya mempertemukan dia dengan The Ancient One (Tilda Swinton). Penyihir perempuan berkepala gundul tersebut kemudian mengangkatnya menjadi murid dengan tujuan menjadikan ia sebagai pelindung alam semesta.

Demi kesembuhan tangannya, Strange pun harus mengesampingkan egonya. Dia bersedia diajari oleh The Ancient One. Dokter bedah saraf itu akhirnya berubah menjadi dukun sakti pelindung jagad raya. Dia harus menggunakan segala kemampuannya untuk menjadi perantara bagi dimensi manusia dan dimensi lainnya.

Selain memiliki kemampuan mejik dan punya pengetahuan luas mengenai hal-hal mistik, Doctor Strange juga menyimpan berbagai “aksesoris” dan jimat sakti di “kuil”-nya, Sanctum Santorum, yang terletak di Greenwich Village, New York City.

Azimat-azimat tersebut, antara lain: Eye of Agamotto, Orb of Agamotto (sempat muncul sekilas di film Thor rilisan tahun 2011), Wand of Watoomb, Book of Vishanti, Mind Gem, berbagai macam batu akik dan benda-benda antik lain yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, Doctor Strange juga selalu memakai Cloak of Levitation, alias jubah sakti yang bisa membuatnya terbang!

Seperti halnya superhero lainnya, Strange juga hidup sebatang kara dan menjomblo. Meski demikian, si dukun ini diem-diem naksir ama Christine Palmer (Rachel McAdams), seorang dokter UGD yang semula sering membantunya saat masih bekerja di rumah sakit.

Di versi komik, Doctor Strange sebenarnya dekat dan menaruh hati pada superhero cewek bernama Clea. Namun, di versi film ini, Marvel Studios sengaja tidak memunculkannya. Mereka lebih memilih Christine Palmer yang memang manusia biasa dan lebih membumi.

Untuk memilih para cast di film berdurasi 115 menit ini, Marvel Studios menyerahkan sepenuhnya pada Scott Derrickson. Sutradara 39 tahun itu sejak semula memburu Benedict Cumberbatch untuk memerankan Doctor Strange.

Namun, ambisinya tersebut nyaris gagal. Cumberbatch kala itu masih sibuk syuting serial Sherlock Holmes. Derrickson pun kemudian rela mengalah dan mengubah timeline-nya untuk menyesuaikan dengan jadwal bintang The Imitation Game (2014) tersebut. Perilisan Doctor Strange akhirnya diundur, dari semula musim panas, menjadi bulan Oktober ini.

Dalam penentuan cast lainnya, Derrickson sempat dikritik oleh para fans Marvel Comics karena memilih Tilda Swinton, seorang tante-tante bule, sebagai The Ancient One, yang dikisahkan berasal dari Asia. Selain itu, di versi komik, guru Doctor Strange tersebut adalah seorang pria, bukan wanita. Derrickson pun dihajar dengan isu whitewashing.

Meski demikian, sutradara film horror Sinister (2012) tersebut membantah bahwa dirinya sengaja menganakemaskan pemain berkulit putih (whitewashing). Buktinya, di film berbujet USD 165 juta ini, dia melibatkan sejumlah aktor kulit berwarna yang cukup beragam, semacam Chiwetel Ejiofor dan Benedict Wong. Selain itu, di versi komik, menurutnya, tidak ada penjelasan detail mengenai latar belakang etnis dari The Ancient One.

Derrickson mengaku, dia memang ingin mengubah image karakter guru ilmu beladiri keturunan Asia di film-film Hollywood yang selama ini digambarkan selalu tua dan berjenggot putih. The Ancient One versi baru ini diharapkan bisa mendobrak stereotipe tersebut.

Apalagi, sosok penyihir plontos di atas bukan tokoh sampingan. Dalam kisah Doctor Strange, The Ancient One merupakan tokoh utama yang punya pengaruh besar dan kuat. Bukan hanya pendamping seperti Scarlet Witch ataupun Black Widow di The Avengers.

Menurut Tilda Swinton, karakter The Ancient One yang dia perankan sangat tenang, bijaksana, dan tidak pernah mempermasalahkan hal-hal kecil. Meski demikian, jangan coba-coba untuk mengganggu, karena dia sangat jago bertarung. Aktris senior yang pernah bermain di film Constantine (2005) itu bahkan siap jika harus kembali memerankan mentor Stephen Strange tersebut di film-film MCU lainnya.

Sementara itu, Derrickson menyatakan, film Doctor Strange yang dia buat ini tidak menyimpang dari versi komik. Sutradara The Exorcism of Emily Rose (2005) tersebut sangat berpegang teguh pada cerita asli yang dikarang oleh Stan Lee dan Steve Ditko. Dia hanya sedikit menyesuaikan plotnya agar bisa terangkum dalam film yang durasinya tak sampai dua jam ini.

Derrickson juga mempertahankan setting asli Doctor Strange yang bold, kelam, dan eksentrik. Alhasil, Marvel Studios pun harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menggarap efek visual yang sesuai dengan permintaannya.

Dalam membesut Doctor Strange, tantangannya memang besar, karena ini menyangkut dunia magis dan supranatural. Berbeda dengan film superhero lain yang lebih mengedepankan teknologi canggih. Secara cerita, mungkin lebih tidak masuk akal dan kurang logis bagi para penonton awam.

Untuk mengatasi hal tersebut, Derrickson berusaha membuat kisah Doctor Strange ini lebih fun agar bisa dinikmati oleh seluruh keluarga. Agar para penonton tidak bingung, tema yang berat, serius, dan kompleks, dia kemas sedemikian rupa agar tetap menghibur dan mengundang tawa, seperti film-film superhero Marvel lainnya.

Di lain pihak, sang pemeran utama, Benedict Cumberbatch, mengakui peran sebagai Doctor Strange ini merupakan salah satu yang paling berkesan sepanjang karirnya. Bintang Star Trek Into Darkness (2013) tersebut merasa tertantang utuk memerankan sosok dokter bedah saraf yang jenius, tapi sombongnya luar biasa dan selalu ingin menguasai takdir itu. Sekilas, memang hampir mirip dengan karakter detektif Sherlock Holmes yang dia perankan di serial televisi.

Selain suasana syutingnya yang menyenangkan, Cumberbatch juga menyukai pesan moral dari film rilisan Walt Disney Pictures ini. Yaitu, tentang seorang pria yang harus melawan egonya sendiri untuk bangkit dari keterpurukan. Jadi, dia harus mampu menaklukkan dirinya sendiri sebelum mengalahkan para musuhnya.

Berbeda dengan versi komik, di versi filmnya ini, tidak ada tokoh yang benar-benar jahat. Satu-satunya tokoh antagonis di Doctor Strange ini adalah Kaecilius (Mads Mikkelsen). Mantan murid The Ancient One itu berkhianat. Karena alasan tertentu, ia berusaha membunuh sang guru dan ingin mencuri rahasia ilmunya. Selain itu, dia juga ingin membangkitkan kuasa gelap dari dimensi lain.

Selain Kaecilius, sebenarnya juga ada Karl Mordo (Chiwetel Ejiofor). Saudara seperguruan Doctor Strange tersebut sama-sama murid dari The Ancient One. Meski demikian, di versi film ini, sutradara Scott Derrickson hanya menggambarkan Mordo sebagai sosok yang sangat ambisius, tidak sejahat di versi komiknya.

Saat menghelat world premiere alias tayang perdana di Hong Kong pada 13 Oktober 2016 yang lalu, Doctor Strange mendapat sambutan meriah. Berbagai situs review dan kritikus memberi rating yang sangat positif. Bahkan, ada yang bilang, ini adalah salah satu film superhero Marvel yang paling memuaskan yang pernah dibuat!

Secara box office, film berbujet USD 165 juta ini diharapkan mampu meraup pemasukan minimal USD 225 juta dari pasar domestik. Meski demikian, melihat animo para penonton, bukan tidak mungkin Doctor Strange menembus USD 500 juta secara global. Atau, bahkan, menyaingi Captain America: Civil War yang meraih pendapatan di atas semiliar dolar dan menjadi film terlaris tahun ini.

***

Doctor Strange

Sutradara: Scott Derrickson
Produser: Kevin Feige
Penulis Skenario: Scott Derrickson, C. Robert Cargill
Pengarang Cerita: Jon Spaihts, Scott Derrickson, C. Robert Cargill
Berdasarkan: Doctor Strange by Steve Ditko
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chiwetel Ejiofor, Rachel McAdams, Benedict Wong, Michael Stuhlbarg, Benjamin Bratt, Scott Adkins, Mads Mikkelsen, Tilda Swinton
Musik: Michael Giacchino
Sinematografi: Ben Davies
Penyunting: Wyatt Smith, Sabrina Plisco
Produksi: Marvel Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 115 menit
Budget: USD 165 juta
Rilis: 13 Oktober 2016 (Hong Kong), 26 Oktober 2016 (Indonesia), 4 November 2016 (Amerika Serikat)

Ratings

IMDb: 8,5
Rotten Tomatoes: 97%
Metacritic: 73

Preview Film: Doctor Strange (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s