Ulasan Paro Musim dan Prediksi Juara di Lima Liga Top Eropa 2016-2017

Tahun sudah berganti. Selamat tinggal, 2016. Selamat datang, 2017. Tak terasa, kompetisi sepak bola di Eropa pun memasuki pertengahan musim. Ini adalah saat yang tepat untuk menengok kembali apa yang sudah terjadi selama enam bulan terakhir, sekaligus memperkirakan apa yang bakal terjadi di penghujung musim nanti.

Seperti halnya musim lalu, ketika Leicester City menghebohkan jagad sepak bola dengan menduduki puncak klasemen Premier League, musim ini juga terjadi beberapa kejutan, meski skalanya tidak sebesar keajaiban yang dilakukan oleh Jamie Vardy dkk. Apa saja kejutan tersebut dan tim mana saja yang berpeluang besar menjadi juara di akhir musim, berikut adalah prediksinya..

La Liga

Di Spanyol, nyaris tak ada kejutan. Dua raksasa, Real Madrid dan Barcelona, masih menguasai puncak klasemen La Liga. Yang berbeda mungkin hanya tim penantang mereka, yang kini disandang oleh Sevilla, bukan lagi Atletico seperti musim-musim sebelumnya.

Tim rival sekota el Real itu musim ini memang tidak seganas biasanya. Tercecer di posisi keenam, bukan hanya dikalahkan Sevilla, Antoine Griezmann dkk juga dikangkangi Villarreal dan Real Sociedad. Belum jelasnya masa depan Diego Simeone, yang dirumorkan bakal cabut, ditengarai menjadi salah satu penyebab melorotnya Los Colchoneros.

Berbeda dengan Atletico, Sevilla dan Sociedad musim ini sedang bangkit. Mereka menjadi harapan baru bagi para La Ligamania yang sudah bosan dengan hegemoni Madrid dan Barcelona. Dua tim asuhan Jorge Sampaoli dan Eusebio Sacristan itu juga berhasil menampilkan permainan yang enak ditonton.

Saat menghadapi Barca beberapa waktu lalu, Sevilla bahkan sempat merepotkan dan mengimbangi sang juara bertahan. Hanya kehebatan individual Lionel Messi-lah yang akhirnya berhasil menyelamatkan tim asuhan Luis Enrique tersebut dari rasa malu.

Jika bisa menjaga level permainan mereka hingga akhir musim nanti, Sevilla dan Sociedad berpeluang menemani Madrid dan Barcelona lolos ke Liga Champions musim depan. Atletico, jika tak segera bangkit, harus pasrah menerima nasib turun kasta ke Europa League.

Prediksi akhir musim: 1. Madrid, 2. Barcelona, 3. Sevilla, 4. Atletico, 5. Sociedad, 6. Villarreal.

Bundesliga

Sementara itu, di Bundesliga, Bayern memang masih menjadi penguasa tunggal. Namun, musim ini, mereka mendapat penantang yang benar-benar baru, bukan lagi sang rival klasik, Borussia Dortmund, yang kini terseok-seok di peringkat keenam.

Baru didirikan tujuh tahun lalu, dan baru musim ini berlaga di kasta teratas Liga Sepak Bola Jerman, kiprah RB Leipzig memang tak bisa dianggap remeh. Tim yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan minuman berenergi Red Bull itu menjelma menjadi penantang baru bagi Muenchen di Bundesliga.

Meski dibenci oleh para supporter tim lawan, karena dianggap memanfaatkan kekayaan untuk membeli kejayaan, RB Leipzig tak ambil pusing. Die Rotten Bullen, hingga paro musim ini, berhasil membuktikan bahwa mereka lebih baik daripada tim-tim tradisional semacam Dortmund, Leverkusen, ataupun Moenchengladbach, yang kini termehek-mehek di papan tengah dan bawah.

Prediksi akhir musim: 1. Bayern, 2. RB Leipzig, 3. Dortmund, 4. Hertha, 5. Frankfurt, 6. Koeln.

Premier League

Beralih ke Inggris. Sempat megap-megap di awal musim, Chelsea dan Liverpool akhirnya berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah dua tim terbaik di Premier League. Setidaknya, itulah gambaran yang tersaji jika kita menengok klasemen sementara di awal tahun yang baru ini.

Antonio Conte dan Juergen Klopp, dengan gaya khas masing-masing, mampu membuktikan bahwa mereka sebenarnya lebih unggul daripada dua manager overrated, Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Bukan hanya inovasi taktik, namun juga tontonan yang menarik, sekaligus rentetan kemenangan, mampu mereka persembahkan untuk para fans Chelsea dan Liverpool.

Kemampuan Conte dalam menyulap Chelsea, yang amburadul di tangan Mourinho musim lalu, menjadi pemuncak klasemen sementara Premier League memang mengundang decak kagum. Pola 3-4-3 yang diterapkan oleh mantan pelatih Juventus itu ternyata menjadi obat yang mujarab bagi the Blues yang sakit-sakitan.

Kini, tak ada lagi yang menghina Chelsea, yang pernah dianggap sebagai juara Liga Champions terburuk sepanjang masa pada 2012. Berkat tangan dingin Conte, untuk pertama kalinya sejak diakuisisi oleh Roman Abramovich, the Blues dihormati oleh lawan-lawannya. Bahkan, lebih dihormati daripada ketika mereka berjaya di era pertama Mourinho.

Kemenangan Chelsea dengan skor telak 4-0 atas Manchester United, yang dibesut Mourinho, beberapa waktu lalu menjadi bukti sahih bahwa Conte mampu membentuk timnya sendiri, dengan materi pemain yang notabene gagal total bersama Mou musim lalu. Apalagi, dengan rekor kemenangan beruntun 13 kali, yang masih bisa bertambah, semakin membuat nama the Special One tenggelam, dilupakan, dan tidak lagi spesial bagi publik Stamford Bridge.

Mourinho, yang di awal musim digadang-gadang bakal bertarung sengit dengan Guardiola untuk memperebutkan gelar juara, ternyata malah melempem di Manchester United. Jangankan memuncaki klasemen, membawa timnya menembus empat besar saja dia tak becus!

Beruntung, di bulan Desember kemarin, penampilan the Red Devils mulai membaik. Hal itu seiring dengan meningkatnya performa Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic, yang memang menjadi dua senjata utama Manchester United musim ini.

Senasib dengan Mou, raihan Guardiola bersama Manchester City juga di bawah ekspektasi. Diunggulkan sebagai calon juara, mantan tetangga berisik United tersebut hanya nangkring di posisi kelima. Mereka bahkan dikangkangi oleh Tottenham Hotspur!

Jika tak mampu menambal keroposnya lini belakang the Citizens di bursa transfer Januari, Guardiola harus siap menuai malu: Tidak lolos ke Liga Champions musim depan! Menemani sang kawan lama, Mourinho, berjibaku di lembah nista Europa League.

Prediksi akhir musim: 1. Chelsea, 2. Liverpool, 3. Arsenal, 4. Man City, 5. Man United, 6. Tottenham.

Serie A

Di Serie A, Juventus memang masih menjadi penguasa tunggal Liga Italia. Namun, penampilan inkonsisten Miralem Pjanic dkk cukup membuat khawatir para Juventini. Hingga paro musim ini, tim Zebra sudah menelan kekalahan dari dua rival klasik, Inter dan Milan, serta sempat dibantai oleh tim medioker Genoa.

Belum adanya pengganti Paul Pogba di lini tengah dianggap menjadi mata rantai terlemah Juventus musim ini. Apalagi, gelandang yang menjadi buruan utama Bianconeri, yaitu Axel Witsel, kabarnya lebih tergoda dengan rayuan rejeki melimpah dari negeri Cina.

Kekalahan dari Milan di Supercoppa akhir bulan lalu, yang membuat Max Allegri naik pitam, menjadi pertanda bahwa Juventus sebenarnya tidak sekuat perkiraan banyak orang. Jika Allegri tak mampu memperbaiki kelemahan di lini tengah, bukan tidak mungkin, Roma, yang kini hanya tertinggal empat poin, bisa mengejar di akhir musim nanti. Sekaligus menggagalkan ambisi sang Nyonya Tua untuk meraih scudetto enam kali beruntun.

Selain Roma, pesaing yang patut diwaspadai oleh Juventus adalah Milan. Berkat sentuhan midas Vincenzo Montella, klub yang tahun ini bakal dibeli oleh konsorsium Cina dari Silvio Berlusconi itu berubah wujud.

Dalam satu dekade terakhir, Milan dikenal sebagai tim tua yang berpenyakitan. Kini, Rossoneri seakan habis mandi madu dan royal jelly. Skuad mereka berisi para pemain muda yang trengginas dan fresh, dengan permainan, yang meskipun masih mentah, tapi cukup menjanjikan di masa depan.

Prediksi akhir musim: 1. Juventus, 2. Roma, 3. Napoli, 4. Milan, 5. Inter.

Ligue 1

Musim ini, tim yang berpeluang besar mengikuti jejak Leicester City musim lalu adalah OGC Nice. Dengan mengandalkan Super Mario Balotelli sebagai ujung tombak, tim dengan warna kebesaran merah dan hitam itu nangkring dengan gagah di puncak klasemen Ligue 1.

PSG, yang dalam empat musim terakhir seakan tak ada lawan, kini malah terjerembab di posisi ketiga, di bawah Nice dan Monaco. Belum nyetelnya permainan para penggawa Les Parisiens dengan pelatih anyar Unai Emery menjadi salah satu alasan keterpurukan klub yang dimiliki oleh konsorsium Qatar tersebut.

Selain itu, hengkangnya Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United juga tidak mudah dilupakan. Layaknya Menara Eiffel, Ibra memang sudah menjadi simbol bagi Kota Paris. Edinson Cavani, Angel Di Maria, Marco Verratti, maupun Thiago Silva tampak gamang, seperti anak ayam kehilangan induk sepanjang musim ini.

Sebaliknya, Nice, yang dibesut oleh Lucien Favre, tampil atraktif dengan permainan yang enak ditonton. Sesuai dengan rekam jejaknya di Liga Swiss dan Jerman, Favre memang dikenal sebagai pelatih yang doyan membangun tim muda yang ganas dan tajam. Kehadiran si Apel Busuk Balotelli, yang kini mulai ranum kembali, ibarat buah cherry di atas kue tart racikan Chef Favre.

Prediksi akhir musim: 1. Nice, 2. PSG, 3. Monaco, 4. Lyon, 5. Marseille.

Advertisements
Ulasan Paro Musim dan Prediksi Juara di Lima Liga Top Eropa 2016-2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s