Preview Film: La La Land (2016)

Rindu dengan film drama musikal yang indah, fun, menghibur, dan sekaligus bikin baper? Tampaknya, La La Land adalah jawabannya. Unggulan utama untuk meraih Piala Oscar itu akhirnya tayang juga di Indonesia mulai hari Selasa (10/1) ini, setelah lebih dulu dirilis di Amerika Serikat sejak awal bulan Desember 2016.

Meski bukan merupakan film blockbuster, La La Land memang menjadi buah bibir. Itu tak bisa dilepaskan dari prestasi yang berhasil mereka torehkan di berbagai festival di dunia perfilman. Mahakarya sutradara Damien Chazelle ini bahkan sudah mengumpulkan lebih dari 100 penghargaan di berbagai ajang!

Yang terbaru, kemarin (9/1), La La Land mampu mendominasi Golden Globe Awards 2017 dengan meraup tujuh trofi. Dinominasikan dalam tujuh kategori, film berdurasi 128 menit tersebut berhasil mencatat rekor “sapu bersih”, yaitu Film Komedi/Musikal Terbaik, Sutradara Terbaik (Damien Chazelle), Penulis Skenario Terbaik (Damien Chazelle), Aktor Komedi/Musikal Terbaik (Ryan Gosling), Aktris Komedi/Musikal Terbaik (Emma Stone), Lagu Asli Terbaik (“City of Stars”), dan Penata Musik Terbaik (Justin Hurwitz).

Kisah yang naskahnya ditulis sendiri oleh Damien Chazelle tersebut sebenarnya sederhana, namun sangat inspiratif. Tentang perjuangan untuk mewujudkan impian. Mengambil setting di Los Angeles, yang dijuluki sebagai La La Land, karena banyak sekali orang yang datang ke sana, mengadu peruntungan, mengejar mimpi, untuk menjadi artis terkenal.

Tak heran, Damien Chazelle kemudian mendedikasikan film La La Land ini untuk semua pemimpi di seluruh dunia. Sutradara yang melejit setelah membesut Whiplash (2014), film drama tentang musik yang juga berhasil masuk nominasi Piala Oscar, itu mengaku memang ingin membuat film tentang merayakan impian.

Yang menjadi tokoh utama di La La Land adalah Mia Dolan (Emma Stone), seorang barista yang bermimpi menjadi aktris. Cewek tersebut kemudian bertemu dengan Sebastian Wilder (Ryan Gosling), seorang pianis jazz yang juga sedang berjuang meniti karir di Los Angeles yang kejam dan sering menghancurkan mimpi para artis muda. Keduanya lantas jatuh cinta dan berjuang bersama untuk mewujudkan impian masing-masing.

Dari trailer yang sudah dirilis beberapa waktu yang lalu, kita bisa menyaksikan Emma Stone dan Ryan Gosling menyanyi dan menari dengan lincah. Dua bintang Hollywood yang sedang menanjak itu butuh waktu hingga tiga bulan untuk belajar. Mereka berlatih dengan sangat keras.

Karena Emma Stone tidak memiliki latar belakang sebagai penyanyi, tim produksi pun terpaksa melakukan beberapa perubahan selama proses syuting. Jika ada nada yang tak bisa dinyanyikan oleh cewek berukuran dada 32B tersebut, lagunya diubah untuk menyesuaikan dengan suaranya. Di La La Land, lagu-lagu yang ditampilkan semuanya orisinal. Jadi, tak ada masalah jika mereka mengutak-atiknya.

Selain menari dan menyanyi, peran sebagai musisi jazz membuat Ryan Gosling harus belajar main piano. Pasangan kumpul kebo si sexy Eva Mendes itu berlatih keras main piano selama empat jam setiap hari, selama tiga bulan! Hasilnya, aktor asal Kanada itu tidak menggunakan pemain pengganti sama sekali kala melakoni adegan syuting main piano.

Gosling sendiri, ternyata, mengaku sudah sejak lama ingin belajar main piano. Oleh karena itu, dia sangat bersyukur bisa terlibat dalam proyek La La Land. Menurut pria 36 tahun tersebut, periode pra-produksi film berbujet USD 30 juta itu adalah salah satu yang paling memuaskan yang pernah ia alami.

Kepiawaian Gosling dalam bermain piano, bahkan, diakui oleh lawan mainnya, John Legend. Penyanyi terkenal yang juga seorang pianis itu menilai Gosling tidak terlihat seperti orang yang baru belajar main piano. Sambil bercanda, Legend curiga Gosling sudah berlatih piano sejak umur 4 tahun, seperti yang ia sendiri lakukan sejak masih anak-anak.

Ya, bagi yang bertanya-tanya, selain Emma Stone dan Ryan Gosling, La La Land juga diperkuat oleh John Legend. Peraih 10 Grammy Award itu memerankan karakter Keith, seorang musisi yang sukses secara komersial.

Bertolak belakang dengan Stone dan Gosling, Legend, yang tak punya background sebagai aktor, harus belajar akting sebelum memulai syuting. Apalagi, perannya di La La Land cukup krusial. Bukan hanya sekadar cameo atau numpang lewat.

Dari segi musik, tentu saja tak ada masalah bagi Legend. Namun, terkuak satu hal yang cukup mengejutkan selama proses produksi La La Land. Solis yang juga pianis handal itu ternyata tak bisa main gitar. Seperti halnya Gosling yang belajar piano, Legend pun sampai menyewa seorang pelatih untuk mengajarinya memetik dawai-dawai asmara, eh, gitar.

Selain bermain musik dan bernyanyi, La La Land juga banyak menampilkan adegan menari. Sang koreografer, Mandy Moore (bukan, ini bukan Mandy Moore yang penyanyi itu), mengaku terinspirasi dari salah satu adegan di film animasi terkenal, Wall-E (2008), untuk menciptakan tarian waltz di sebuah planetarium yang melibatkan Emma Stone dan Ryan Gosling.

Di film Wall-E, si robot menggunakan semprotan gas dari tabung pemadam kebakaran untuk mendorongnya ke luar angkasa. Moore kemudian membuat Gosling dan Stone terlihat seperti terdorong dengan cara yang sama, namun dengan bantuan spesial efek dan seutas kabel. Selain Wall-E, film lain yang menginspirasi adegan tari dalam La La Land adalah Top Hat (1935), West Side Story (1961), Sweet Charity (1969), dan Beauty and the Beast (1991).

Sebelum diperankan oleh Emma Stone dan Ryan Gosling, karakter Mia dan Sebastian awalnya diperuntukkan bagi Emma Watson dan Miles Teller. Namun, Watson, yang melejit lewat perannya sebagai Hermione Granger dalam franchise Harry Potter tersebut, ternyata, lebih memilih untuk terlibat dalam film live-action Beauty and the Beast yang bakal tayang bulan Maret ini.

Sementara itu, Miles Teller tidak bisa meninggalkan Fantastic Four (2015) dan Allegiant (2016), yang ternyata jeblok di pasaran. Rumor lainnya, Teller meminta bayaran terlalu besar untuk film La La Land, karena persiapannya memang tidak gampang, harus belajar menyanyi, menari, main piano, dsb.

Sutradara Damien Chazelle kemudian membatalkan tawarannya kepada Teller. Padahal, ia sebenarnya ingin mengulang kesuksesan saat mereka bekerja sama di Whiplash (2014) yang juga bernuansa musikal.

Sebelum bermain di Fantastic Four dan franchise Divergent, Teller memang termasuk aktor berbayaran rendah. Bahkan, di Whiplash, kabarnya, dia hanya mendapat honor USD 8.000. Tak heran, ia sampai mematok tarif yang tinggi untuk bermain di La La Land.

Sementara itu, bagi Emma Stone dan Ryan Gosling, La La Land ini merupakan film ketiga di mana mereka main bersama. Sebelumnya adalah Crazy, Stupid, Love (2011) dan Gangster Squad (2013). Namun, di dua film tersebut, mereka tidak menjadi tokoh utama.

Meski dari segi cerita tergolong biasa saja, penampilan apik Stone dan Gosling membuat La La Land banjir pujian dari para kritikus sejak tayang perdana di Venice Film Festival tahun lalu. Menonton film yang dirilis oleh Summit Entertainment ini dianggap menyegarkan. Seperti menyaksikan Moulin Rouge! (2001) yang romantis, ditambah keceriaan ala Mamma Mia! (2008), serta dipadukan dengan musik-musik yang orisinal seperti yang terdapat di Whiplash (2014).

Menurut sang produser, Jordan Horowitz, La La Land memang perpaduan dari semua hal yang tak semestinya dipadukan. Kisah cintanya terkesan aneh, antara aktris dan pianis jazz. Namun, film yang semula bakal diproduksi dengan low-budget itu ternyata mampu menghasilkan sesuatu yang menakjubkan.

Para kritikus menilai sutradara Damien Chazelle berhasil menghidupkan kembali genre musikal pada abad ke-21. La La Land dia sajikan sebagai sebuah kisah cinta modern yang difilmkan dengan gaya musikal klasik, yang bakal memanjakan mata, telinga, dan hati para penontonnya.

Maka dari itu, tak heran jika bursa taruhan menjagokan La La Land sebagai unggulan utama untuk meraih Piala Oscar kategori Film Terbaik tahun ini. Bahkan, sejumlah situs memberi rating sangat positif dan menganggap film berdurasi 128 menit tersebut lebih baik daripada Chicago (2002) dan Les Miserables (2012), dua film musikal yang pernah menjadi film terbaik dan masuk nominasi Academy Awards.

***

La La Land

Sutradara: Damien Chazelle
Produser: Fred Berger, Gary Gilbert, Jordan Horowitz, Marc Platt
Penulis Skenario: Damien Chazelle
Pemain: Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend, Rosemarie DeWitt
Musik: Justin Hurwitz
Sinematografi: Linus Sandgren
Penyunting: Tom Cross
Produksi: Gilbert Films, Impostor Pictures, Marc Platt Productions
Distributor: Summit Entertainment
Durasi: 128 menit
Budget: USD 30 juta
Rilis: 31 Agustus 2016 (Venice Film Festival), 9 Desember 2016 (Amerika Serikat), 10 Januari 2017 (Indonesia)

Ratings
IMDb: 8,8/10
Rotten Tomatoes: 92%
Metacritic: 93/100

Advertisements
Preview Film: La La Land (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s