Prediksi Last 16 Champions League 2016-2017

Fase knock-out Liga Champions bakal dimulai tengah pekan ini. Sebanyak 16 tim terbaik di Eropa akan berjibaku untuk lolos dari lubang jarum, menuju babak perempat final bulan depan.

Jika ditilik dari hasil drawing yang dilakukan pada bulan Desember 2016 yang lalu, setidaknya, bakal tersaji dua laga yang berstatus big match di babak 16 besar musim ini, yaitu Paris Saint-Germain melawan Barcelona dan Bayern Muenchen yang akan kembali ditantang oleh Arsenal. Bagaimana hasil akhirnya? Siapa saja tim yang bakal selamat dari kejamnya babak eliminasi? Berikut ini adalah prediksinya..

Paris Saint-Germain vs Barcelona

Dilihat dari situasi dan kondisi terkini, Barca, jelas, lebih diunggulkan daripada PSG. Lionel Messi dkk, musim ini, memang tidak seganas tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, mereka baru saja memastikan lolos ke final Copa Del Rey. Secara materi, kualitas pemain La Blaugrana juga berada sedikit di atas PSG.

Semenjak ditinggal Zlatan Ibrahimovic, yang hengkang ke Manchester United, PSG seakan-akan memang berubah menjadi sekumpulan anak ayam yang kehilangan induknya. Di Ligue 1, mereka yang biasanya perkasa, kini malah tercecer di peringkat kedua, di bawah Monaco.

Untungnya, memasuki tahun 2017, permainan tim asal Paris itu lambat laun mulai membaik. Para pemain mereka tampaknya sudah mulai paham dengan keinginan pelatih Unai Emery, yang baru bergabung pada awal musim yang lalu. Meski demikian, tetap saja, bakal sulit untuk mengeliminasi Luis Suarez dkk. Le Parisiens butuh kerja ekstra keras dan sedikit keberuntungan jika ingin lolos ke babak 8 besar.

Dalam 10 pertemuan terakhir melawan Barcelona, PSG keok lima kali, imbang tiga kali, dan hanya menang dua kali. Pertemuan kedua tim yang paling epik terjadi pada musim 2014-2015. Kala itu, mereka bertemu empat kali: dua kali di fase grup dan dua kali di perempat final. Hasilnya, Neymar dkk yang unggul, dan akhirnya bablas menjadi juara setelah menghancurkan Juventus di partai puncak.

Prediksi: Paris Saint-Germain 40-60 Barcelona

Benfica vs Borussia Dortmund

Secara tradisi, Benfica sebenarnya termasuk klub besar. Mereka pernah dua kali menjadi juara Eropa, sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh klub-klub semacam Paris Saint-Germain, Manchester City, ataupun Arsenal. Namun, prestasi tersebut terjadi di masa lampau, pada awal tahun 1960-an, di jamannya almarhum Eusebio.

Kini, Benfica lebih dikenal sebagai klub medioker di level Eropa. Nama Borussia Dortmund, jelas, jauh lebih mentereng. Klub asal Bundesliga itu sudah pernah mencicipi final Liga Champions pada tahun 2013. Bahkan, sudah pernah menjadi juara, meski itu terjadi dua puluh tahun yang lalu.

Dalam pertemuan di babak 16 besar ini, Dortmund memang lebih diunggulkan. Meski demikian, bukan berarti Benfica bisa diremehkan. Tim besutan Rui Vitoria itu sedang memimpin Liga Portugal. Sementara itu, Die Borussien kini malah tercecer di peringkat keempat Bundesliga.

Jadi, bila penampilan labil Dortmund di kompetisi domestik sampai terbawa ke Liga Champions, bakal berbahaya. Bisa-bisa, malah Benfica yang membuat kejutan dan lolos ke perempat final.

Prediksi: Benfica 35-65 Borussia Dortmund

Bayern Muenchen vs Arsenal

Dalam enam musim terakhir, Arsenal selalu kandas di babak 16 besar Liga Champions. Fase knock-out memang seakan-akan menjadi kutukan bagi the Gunners. Tahun ini, tim asuhan Arsene Wenger itu berusaha untuk memutus rangkaian nasib jelek tersebut. Hanya saja, jalan yang mereka lalui bakal sangat terjal karena harus kembali bertemu Bayern Muenchen.

Tim asal Bavaria tersebut memang menjadi momok bagi Arsenal dalam empat tahun terakhir. Pada 2013 dan 2014, Bayern menghabisi Mesut Oezil dkk di babak 16 besar. Musim lalu, kedua tim kembali bertemu di fase grup. Hasilnya, sudah bisa ditebak. Meriam London kembali mampet dan gagal mengangkangi Muenchen.

Dalam 10 pertemuan terakhir di Liga Champions sejak musim 2000-2001, Arsenal memang lebih sering menjadi pecundang. Bayern tercatat pernah menang lima kali, imbang tiga kali, dan hanya dua kali kalah saat bersua the Gunners.

Hanya saja, meski kali ini lebih diunggulkan, Bayern tetap tidak mau jumawa. Pelatih Carlo Ancelotti menegaskan, Arsenal harus diwaspadai dan tidak boleh diremehkan. Secara tradisi, dalam 14 musim terakhir, tim asal London Utara itu memang selalu berhasil lolos ke fase knock-out Liga Champions. Sebuah rekor yang sebenarnya tidak boleh dipandang sebelah mata oleh tim manapun.

Prediksi: Bayern Muenchen 60-40 Arsenal

Real Madrid vs Napoli

Sebelum drawing dilakukan, Zinedine Zidane sempat berharap agar tim asuhannya, Real Madrid, tidak bertemu mantan timnya, Juventus, di babak 16 besar Liga Champions. Namun, doa Zizou ternyata hanya setengah dikabulkan. Los Merengues memang tidak berjumpa Juve. Tetapi, mereka harus bersua tim Italia lainnya, Napoli.

Jika dilihat dari posisi di liga domestik masing-masing, Madrid memang layak diunggulkan. Cristiano Ronaldo dkk kini masih memimpin klasemen sementara di La Liga. Bandingkan dengan Napoli yang termehek-mehek mengejar Juventus dan Roma di Serie A.

Meski demikian, il Partenopei tetap tidak boleh diremehkan. Sepanjang sejarah, Napoli hanya pernah bertemu Madrid dua kali dengan hasil sekali imbang dan sekali kalah. Namun, pertemuan itu terjadi hampir tiga dekade silam, di era Diego Maradona.

Musim ini, setelah ditinggal Gonzalo Higuain ke Juve, Napoli memang kehilangan ujung tombak. Apalagi, Arkadiusz Milik, yang diplot sebagai pengganti, malah cedera parah dan baru sembuh bulan Januari kemarin. Meski demikian, pelatih Maurizio Sarri tampaknya sudah menemukan solusi dengan menempatkan Dries Mertens sebagai false nine.

Sejak bulan Desember 2016, trio Lorenzo Insigne, Dries Mertens, dan winger buangan Madrid, Jose Callejon, memang membuat tim asal Italia Selatan itu kembali ganas dan berhasil move-on dari pengkhianatan Gonzalo Higuain. Oleh karena itu, jika tidak hati-hati, Real bisa saja terlukai atau, bahkan, terpeleset gara-gara kerikil tajam bernama Napoli.

Prediksi: Real Madrid 65-35 Napoli

Manchester City vs Monaco

Musim ini, Manchester City memulai era baru di tangan Josep Guardiola. Misinya, jelas. Melanjutkan dominasi di Premier League, serta berusaha menggapai mimpi, menjadi juara di tingkat Eropa. Seperti yang pernah dilakukan oleh tim petrodollar lainnya, Chelsea, pada tahun 2012.

Namun, harapan the Citizens untuk meraih kejayaan instant bersama Pep Guardiola, tampaknya, tidak bakal mulus. Di level domestik, jangankan memimpin klasemen, untuk menembus empat besar saja, mereka harus jatuh bangun. Sementara itu, di babak 16 besar Liga Champions, City harus menghadapi lawan yang tricky, yaitu Monaco.

Tim asuhan Leonardo Jardim tersebut memang tidak se-glamour PSG. Namun, musim ini, Monaco berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang pantas di-bully. Di Ligue 1, mantan tim James Rodriguez itu nangkring di posisi pertama dan berhasil mengikis dominasi Le Parisiens.

Di fase grup Liga Champions yang lalu, Monaco berhasil menjadi juara grup dengan mengangkangi Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur. Bahkan, Spurs, yang secara materi pemain paling mentereng di grup tersebut, tak kuasa lolos ke babak 16 besar dan terpaksa turun kasta ke Europa League.

Kartu as Monaco musim ini adalah Radamel Falcao, yang seakan-akan bangkit dari kuburnya. Mantan striker Porto itu berhasil menemukan kembali ketajamannya. Memang, belum seganas seperti ketika dia bermain di Atletico. Namun, sudah lebih dari cukup kalau hanya untuk menjebol gawang Claudio Bravo, yang penampilannya angin-anginan di City.

Prediksi: Manchester City 65-35 Monaco

Bayer Leverkusen vs Atletico Madrid

Musim lalu, Atletico menelan pil pahit. Kembali kalah dari sang rival sekota, Real Madrid, di partai puncak Liga Champions. Melalui adu tendangan penalti pula. Musim ini, tim asuhan Diego Simeone itu bertekad untuk kembali ke final. Namun, mereka harus terlebih dahulu melewati hadangan Bayer Leverkusen di babak 16 besar.

Jika dilihat dari kualitas individu para pemain, Atletico memang jelas lebih unggul daripada Leverkusen. Meski demikian, tim milik perusahaan obat Bayer itu tidak boleh disepelekan. Saat berlaga di fase grup, Chicharito dkk berhasil mengeliminasi Tottenham Hotspur yang notabene lebih diunggulkan. Jika tidak hati-hati, Los Rojiblancos bisa saja tersandung dan terjungkal seperti Hugo Lloris dkk.

Prediksi: Bayer Leverkusen 30-70 Atletico Madrid

Porto vs Juventus

Tujuan Juventus membajak Gonzalo Higuain dari Napoli musim ini, selain melanjutkan hegemoni di Serie A, adalah untuk menjadi juara di Eropa. Ketiadaan striker world class memang dianggap sebagai salah satu faktor kegagalan sang Nyonya Tua saat dihabisi Barcelona di final Liga Champions tahun 2015.

Musim ini, dengan duet mematikan asal Argentina, Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain, Juve tidak punya alasan lagi untuk mandul di Eropa. Namun, kinerja lini tengah yang masih angin-anginan, sepeninggal Paul
Pogba ke Manchester United, bisa menjadi handicap bagi tim Zebra saat menghadapi Porto di babak 16 besar.

Untungnya, pelatih Max Allegri sudah mulai menemukan solusi dengan menerapkan skema 4-2-3-1 yang selama ini nyaris tidak pernah digunakan. Dengan pola baru tersebut, permainan Juve menjadi lebih agresif. Cocok untuk dipakai di Eropa yang memang membutuhkan kecepatan dan ketajaman. Hilangnya Paul Pogba juga menjadi tidak terlalu terasa.

Sementara itu, Porto, dari lini per lini, secara kualitas, memang masih di bawah Juventus. Oleh karena itu, seharusnya, tidak ada kesulitan bagi Gonzalo Higuain untuk membobol gawang mantan rekan setimnya di Madrid dulu, Iker Casillas. Jika sampai gagal lolos ke perempat final, itu bakal menjadi aib tersendiri bagi striker yang dibeli Juve seharga EUR 94 juta tersebut

Prediksi: Porto 35-65 Juventus

Sevilla vs Leicester City

Partai ini mungkin dianggap sebagai partai yang paling tidak menarik di babak 16 besar musim ini. Penyebabnya, jelas. Yang bertemu adalah dua tim yang dinilai sebagai tim medioker. Mungkin, Sevilla dan Leicester City lebih pantas jika bersua di Europa League, bukan di ajang seagung dan sekeramat Liga Champions.

Meski demikian, pertemuan dua tim semenjana ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Bahkan, dua leg pertandingan Sevilla melawan Leicester City ini berpeluang menjadi laga yang paling seru di round of 16 Champions League musim ini.

Sevilla, yang selama ini hanya dianggap sebagai rajanya Europa League, kompetisi kasta kedua di Eropa, mulai menunjukkan taji mereka sejak dibesut oleh Jorge Sampaoli. Pelatih gundul nan jenius asal Argentina itu mampu membawa Samir Nasri dkk nangkring di posisi ketiga di La Liga, menggusur tempat Atletico. Permainan yang mereka tampilkan juga cukup atraktif dan menghibur.

Sementara itu, Leicester City, yang kini termehek-mehek di papan bawah Premier League, juga tidak bisa dianggap enteng. Sisa-sisa keajaiban musim lalu memang sudah hilang dan tidak berbekas di kompetisi domestik. Namun, di Liga Champions, tim asuhan Claudio Ranieri itu mampu membuktikan bahwa mereka bukan tim pupuk bawang. Buktinya, Jamie Vardy dkk mampu keluar sebagai juara grup, mengalahkan Porto, yang notabene lebih berpengalaman dan dua kali menjadi juara Eropa.

So, meski tidak diunggulkan, jangan kaget jika miracle Leicester City di Premier League musim lalu bakal terulang di Liga Champions. Sebagai tim debutan, bisa melewati Sevilla dan lolos ke perempat final memang pantas dirayakan, seperti ketika mereka menjadi juara.

Prediksi: Sevilla 50-50 Leicester City

Advertisements
Prediksi Last 16 Champions League 2016-2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s