Preview Film: Silence (2016)

Selama ini, Martin Scorsese dikenal sebagai seorang sutradara kawakan yang sangat berpengaruh di dunia perfilman. Mulanya, sosok keturunan Italia yang sudah berusia 74 tahun itu bercita-cita menjadi pastor. Namun, akhirnya dia memilih sekolah film di New York University dan lulus pada tahun 1966.

Berbeda dengan sutradara ternama Hollywood lainnya, yang mementingkan sisi komersial, proyek-proyek film Scorsese lebih banyak berhubungan dengan passion-nya, yang sepertinya tidak mungkin menghasilkan uang banyak. Namun, karya-karya pria yang sudah menikah lima kali itu kerap mendapat sambutan positif dari insan perfilman.

Jika kita mengamati film-film garapan Scorsese sejak tahun 1970-an hingga saat ini, bakal terlihat ciri khasnya yang selalu menyampaikan pesan tersembunyi untuk direnungkan para penonton setianya. Sebut saja beberapa judul legendaris seperti Taxi Driver (1976), Raging Bull (1980), Goodfellas (1990), Casino (1995), Gangs of New York (2002), The Aviator (2004), The Departed (2006), Shutter Island (2010), Hugo (2011), hingga The Wolf of Wall Street (2013).

Akhir tahun 2016 yang lalu, Scorsese kembali merilis karya terbarunya. Kali ini, dia mengadaptasi novel Silence (judul aslinya Chinmoku) karya penulis Jepang, Shusaku Endo, yang terbit pada tahun 1966. Film drama berbalut sejarah tersebut baru mulai tayang di Indonesia mulai hari Jumat (10/3) ini.

Silence sendiri berkisah tentang dua pendeta muda Ordo Jesuit dari Portugal, Sebastiao Rodrigues (Andrew Garfield) dan Francisco Garupe (Adam Driver). Mereka berkelana ke Jepang, tepatnya ke Nagasaki, untuk mencari keberadaan sang mentor, Pastor Cristovao Ferreira (Liam Neeson), yang tiba-tiba menghilang saat sedang menyebarkan ajaran Katolik di Negeri Sakura tersebut.

Kala itu, tepatnya di abad ke-17, ajaran Kristen memang dilarang di Jepang yang tengah dikuasai oleh Shogun Tokugawa. Mereka yang ketahuan memeluk agama tersebut bakal disiksa dan dieksekusi secara sadis. Mulai dari digantung dalam posisi terbalik dengan kepala di dalam lubang, hingga disiram perlahan-lahan dengan air panas sampai mati!

Pada masa yang disebut sebagai Kakure Kirishitan (Hidden Christians) tersebut, puluhan ribu orang Kristen Jepang disiksa, dianiaya dan dibunuh. Apalagi, setelah Pemberontakan Shimabara (1637-1638), yang dilakukan oleh orang-orang Katolik Jepang, mampu dikalahkan oleh Keshogunan Tokugawa.

Selama 250 tahun kemudian, agama Kristen dilarang, dan larangan tersebut baru dicabut pada tahun 1873. Hingga kini, umat Kristiani masih merupakan minoritas di Jepang. Jumlahnya kurang dari 1% di negeri yang didominasi oleh agama Shinto dan Buddha tersebut.

Rodrigues dan Garupe khawatir mentor mereka, Romo Ferreira, telah dipaksa untuk murtad oleh rezim Tokugawa. Pada saat itu, memang dikenal yang namanya ritual Fumie, di mana orang-orang Kristen dipaksa untuk menginjak-injak ikon keagamaan, seperti salib, sebagai bukti bahwa mereka telah melepaskan keyakinan terhadap iman yang selama ini mereka peluk. Pilihannya hanya dua: murtad atau mati.

Tantangan yang harus dihadapi Rodrigues dan Garupe memang sangat berat. Selain mencari Pastor Ferreira yang hilang, mereka juga harus meloloskan diri dari buruan pasukan Keshogunan Tokugawa yang dipimpin oleh Inoue Masashige (Issey Ogata). Dengan hanya bermodalkan iman dan keyakinan, mampukah dua misionaris muda itu menuntaskan misi mereka dan bertahan hidup dalam kesunyian?

Martin Scorsese sendiri mengaku pertama kali membaca novel Silence pada tahun 1988. Permasalahan utama yang disajikan oleh sang pengarang, Shusaku Endo, dalam buku tersebut ternyata juga ia hadapi sejak masih sangat muda. Tentang iman dan keyakinan. Scorsese sejak kecil memang banyak terlibat dengan agama dan dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat.

Selama 25 tahun kemudian, Scorsese berusaha keras untuk mengadaptasi Silence menjadi sebuah film. Bisa dibilang, ini adalah “proyek passion”-nya yang sangat lama. Sejak 1990, dua tahun setelah merilis film bertema religiusnya yang paling kontroversial, The Last Temptation of Christ (1988), sutradara yang kerap bekerja sama dengan Leonardo DiCaprio itu mulai menggarap naskah Silence.

Berkat kolaborasinya dengan Jay Cocks, yang memang sudah sejak lama menjadi partner Scorsese, skenario tersebut akhirnya tuntas. Butuh waktu 15 tahun baginya untuk menyelesaikan naskah adaptasi dari novel Silence, yang pada 1971 sebenarnya sudah pernah difilmkan oleh sutradara Jepang, Masahiro Shinoda.

Pada 2009, tersiar kabar bahwa proses produksi Silence bakal dimulai. Sejumlah aktor kawakan, seperti Daniel Day-Lewis, Benicio Del Toro, dan Gael Garcia Bernal, sempat digadang-gadang untuk menjadi pemeran utamanya. Namun, proyek ini akhirnya ditunda karena Scorsese lebih memilih untuk menggarap Shutter Island (2010) dan Hugo (2011).

Barulah pada awal 2014, setelah menyelesaikan The Wolf of Wall Street (2013), Scorsese memiliki waktu untuk membesut proyek passion-nya yang sudah lama tertunda itu. Lokasi syuting pun segera dicari, dan akhirnya dia memilih Taipei, Taiwan, meski kisah Silence sendiri ber-setting di Nagasaki, Jepang.

Scorsese kemudian menggaet dua aktor muda yang sedang menanjak, Andrew Garfield dan Adam “Kylo Ren” Driver, serta dua aktor kawakan, Liam “Taken” Neeson dan Ken Watanabe, sebagai pemeran utama. Sayangnya, Watanabe akhirnya mengundurkan diri karena jadwalnya bentrok. Perannya digantikan oleh Tadanobu Asano.

Bagi Andrew Garfield, Silence adalah film keduanya di tahun 2016 setelah Hacksaw Ridge, dan dua-duanya memiliki nuansa religius yang kental. Tampaknya, mantan pacar Emma Stone itu memang sedang mencoba peran-peran yang menantang setelah dicap gagal sebagai Spider-Man.

Seperti halnya Hacksaw Ridge, Silence juga mendapat sambutan positif. Setelah tayang perdana di Vatikan pada 29 November 2016, yang dihadiri oleh setidaknya 400 orang pastor, film berbujet USD 40 juta itu mendapat pujian dari berbagai kritikus. Scorsese, sekali lagi, dianggap mampu menelurkan sebuah karya yang sarat makna dan sangat layak untuk direnungkan, baik secara emosional maupun spiritual.

Silence bahkan sempat dijagokan untuk meraih Piala Oscar dan masuk dalam daftar sepuluh Movies of the Year versi American Film Institute. Sayangnya, karena dirilis agak terlambat di Amerika Serikat, pada 23 Desember 2016, film berdurasi 161 menit ini kurang mendapat perhatian dari para voter Academy Awards, dan akhirnya hanya mampu masuk nominasi Best Cinematography.

***

Silence

Sutradara: Martin Scorsese
Produser: Barbara De Fina, Randall Emmett, Vittorio Cecchi Gori, Emma Tillinger Koskoff, Gaston Pavlovich, Martin Scorsese, Irwin Winkler
Penulis Skenario: Jay Cocks, Martin Scorsese
Berdasarkan: Silence by Shūsaku Endō
Pemain: Andrew Garfield, Adam Driver, Tadanobu Asano, Ciarán Hinds, Liam Neeson
Musik: Kim Allen Kluge, Kathryn Kluge
Sinematografi: Rodrigo Prieto
Penyunting: Thelma Schoonmaker
Produksi: SharpSword Films, AI Film, Emmett/Furla/Oasis Films, CatchPlay, IM Global, Verdi Productions, YLK Sikelia, Fábrica de Cine
Distributor: Paramount Pictures
Durasi: 161 menit
Budget: USD 40 juta
Rilis: 29 November 2016 (Vatikan), 23 Desember 2016 (Amerika Serikat), 10 Maret 2017 (Indonesia)

Rating (hingga 10 Maret 2017)
IMDb: 7,5/10
Rotten Tomatoes: 84%
Metacritic: 79/100

Advertisements
Preview Film: Silence (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s