Preview Film: Gold (2016)

Skandal Bre-X sempat heboh dan menjadi buah bibir di Indonesia pada bulan Maret 1997. Skandal yang terjadi pada masa akhir rezim Orde Baru tersebut kemudian dikenal sebagai skandal tambang emas terbesar yang pernah mengguncang dunia.

Kasus Bre-X bermula setelah perusahaan tambang asal Kanada tersebut mengumumkan penemuan cadangan emas sebanyak jutaan ton di pedalaman Busang, Kalimantan Timur. Hal itu membuat harga saham Bre-X langsung melejit.

Namun, di kemudian hari, terungkap bahwa penemuan tambang emas itu merupakan tipuan belaka. Berdasarkan penelitian tim independen, ternyata, tidak ada emas seperti yang diklaim oleh Bre-X. Harga sahamnya pun langsung terjun bebas. Uang puluhan milyar dollar Amerika Serikat milik instansi maupun masyarakat seketika menguap.

Kisah nyata tentang penipuan tambang emas terbesar di dunia itulah yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara Stephen Gaghan dengan judul Gold. Plotnya, bisa dibilang, sangat mirip. Hanya saja, untuk menghindari tuntutan hukum di kemudian hari, nama para karakter dan perusahaan di film yang baru tayang di Indonesia mulai hari Rabu (15/3) ini dibuat berbeda dengan kejadian aslinya.

Yang menjadi tokoh utama di film Gold adalah Kenny Wells (Matthew McConaughey), seorang pengusaha yang tengah dihimpit kesulitan finansial. Meski hampir bangkrut, Wells yang meneruskan bisnis tambang keluarganya tersebut tetap berusaha mencari investor.

Secercah harapan kemudian tampak setelah Wells bertemu ahli geologi bernama Michael Acosta di Hotel Jakarta Palace pada 1988. Dia mengajak bekerja sama dan menjanjikan nasib mereka bakal berubah jika bisa menemukan tambang emas di Borneo, alias Kalimantan, pulau terbesar di Indonesia.

Dengan modal menipis, Wells, yang aslinya seorang prospektor tambang, akhirnya sepakat dengan tawaran tersebut. Pengalaman Acosta yang mengenal hutan belantara di Indonesia menjadi salah satu nilai plus. Selain itu, dia juga memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat, yaitu Suku Dayak, yang menjadi penduduk asli Pulau Kalimantan.

Perjuangan Wells dan Acosta untuk mencari tambang emas tidaklah mudah. Mereka harus tinggal di hutan dengan cuaca yang ekstrem. Proses penggalian yang mereka lakukan hanya menghasilkan sampel yang buruk. Para pekerja mulai meninggalkan mereka. Bahkan, Wells nyaris mati karena terserang penyakit malaria.

Namun, usaha keras Wells kemudian menuai hasil. Acosta melaporkan telah menemukan kandungan emas yang sangat besar di kawasan tersebut. Tak pelak, kabar tersebut langsung tersebar dan membuat harga saham perusahaan milik Wells, Washoe Mining Corporation, melambung tinggi di Bursa Efek New York, alias Wall Street.

Hanya saja, seperti kisah aslinya, kemudian terungkap bahwa estimasi kandungan emas yang berlimpah itu ternyata hanya khayalan belaka. Acosta telah melakukan penipuan. Dia mencampur sampel bebatuan dengan emas, sehingga yang muncul di laporan laboratorium seolah-olah kandungan emas di Kalimantan tersebut memang yang terbesar di dunia.

Karakter Michael Acosta di film Gold ini hampir pasti merujuk pada Michael De Guzman, seorang geolog asal Filipina, beristrikan orang Dayak, yang mengklaim telah menemukan cadangan emas jutaan ton di Kalimantan pada tahun 1993.

Setelah skandal Bre-X terungkap, De Guzman dikabarkan tewas. Dia melompat dari helikopter yang dikemudikan oleh seorang pilot, dari ketinggian 800 meter. Mayat De Guzman kemudian ditemukan di rawa-rawa di tengah hutan Kalimantan.

Namun, banyak pihak yang meyakini bahwa De Guzman masih hidup. Mayat yang ditemukan oleh tim ekspedisi di belantara Kalimantan tersebut diragukan sebagai mayatnya. Apalagi, pemerintah rezim Orde Baru kala itu, kabarnya, tak mengizinkan mayatnya diserahkan kepada keluarganya di Filipina.

Skandal Bre-X ini sempat ditulis menjadi sebuah buku berjudul Sebongkah Emas di Kaki Pelangi oleh Bondan “Maknyus” Winarno. Buku terbitan tahun 1997 itu merupakan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh pakar kuliner sekaligus mantan wartawan tersebut. Di dalamnya, termasuk penjelasan tentang kejanggalan di balik “tewas”-nya De Guzman.

Sementara itu, sang tokoh utama, Kenny Wells, jelas merupakan representasi dari David Walsh, CEO Bre-X Minerals Limited, yang di film Gold ini diubah namanya menjadi Washoe Mining Corporation, yang berlokasi di Nevada, Amerika Serikat. Padahal, Bre-X aslinya berasal dari Kanada.

Selain Washoe, perusahaan lain yang muncul di film Gold adalah Newport dan Hancock. Kemungkinan besar, Newport ini didasarkan pada perusahaan yang menjadi rival utama Bre-X, yaitu Freeport, yang menguasai tambang emas di Papua.

Yang menarik, di film berdurasi 121 menit ini juga ada sosok Danny Soeharto. Dilihat dari namanya, karakter yang satu ini jelas merujuk pada salah satu putra Soeharto, presiden Indonesia dan pemimpin rezim Orde Baru kala itu.

Karakter Danny, yang diperankan oleh aktor asal Thailand, dikisahkan sangat flamboyan dan gemar pesta. Dia menjalin kesepakatan dengan Wells dan mendapat jatah saham 40%. Dengan beking Danny, posisi Washoe Mining Corporation menjadi kuat. Sang pesaing, Newport, yang semula bekerja sama dengan tentara untuk mengusir mereka dari Kalimantan, akhirnya menyerah dan bertekuk lutut.

Film Gold ini sebenarnya bukan melulu soal uang, saham, penipuan, emas, dan korupsi. Sebagai pemanis, juga ada Bryce Dallas Howard. Bintang Jurassic World (2015) tersebut memerankan karakter Kay, yang menjadi pacar Wells. Oleh karena itu, beberapa adegan percintaan juga menghiasi film rilisan TWC-Dimension ini.

Sementara itu, Matthew McConaughey mengaku bersedia membintangi sekaligus memproduseri Gold karena terkesan dengan naskahnya. Peraih Piala Oscar lewat Dallas Buyers Club (2013) yang terkenal dengan “Alright, alright, alright”-nya itu memang termasuk aktor yang selektif dalam memilih peran. Dalam berakting, ia tidak mementingkan uang dan sangat memperhatikan kualitas skenarionya.

Edgar Ramirez, pemeran Michael Acosta, memuji dedikasi McConaughey selama penggarapan film Gold. Bintang Interstellar (2014) itu menaikkan berat badannya sampai 21 kilogram dan membotaki kepalanya demi peran sebagai Kenny Wells.

Satu hal yang patut disayangkan, meski ber-setting di Indonesia, proses syuting film berbujet USD 20 juta ini dilakukan di Thailand. Alhasil, ada beberapa penggambaran yang tak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Misalnya, ada perahu melintas di sungai pinggir gedung hotel. Lalu, terlihat banyak taxi berwarna kuning. Semua itu adalah ciri khas suasana Kota Bangkok, bukan Jakarta.

Setelah ditayangkan secara luas pada 27 Januari 2017 yang lalu, Gold mendapat respon kurang positif dari para kritikus dan situs review. Akting Matthew McConaughey yang impresif juga tidak mampu mengangkat pemasukan film ini, yang hingga kini baru mengumpulkan USD 9 juta.

***

Gold

Sutradara: Stephen Gaghan
Produser: Matthew McConaughey, Patrick Massett, John Zinman, Teddy Schwarzman, Michael Nozik
Penulis Skenario: Patrick Massett, John Zinman
Pemain: Matthew McConaughey, Édgar Ramírez, Bryce Dallas Howard, Corey Stoll, Toby Kebbell, Craig T. Nelson, Bruce Greenwood
Musik: Daniel Pemberton
Sinematografi: Robert Elswit
Penyunting: Douglas Crise
Produksi: Boies/Schiller Films, Black Bear Pictures, Highway 61 Films
Distributor: TWC-Dimension
Durasi: 121 menit
Budget: USD 20 juta
Rilis: 30 Desember 2016 (Amerika Serikat), 15 Maret 2017 (Indonesia)

Rating (hingga 15 Maret 2017)
IMDb: 6,6/10
Rotten Tomatoes: 42%
Metacritic: 49/100
CinemaScore: B-

Advertisements
Preview Film: Gold (2016)

One thought on “Preview Film: Gold (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s