Preview Film: Alien: Covenant (2017)

“In space, no one can hear you scream.”

Tagline tersebut menjadi terkenal saat film Alien besutan Ridley Scott dirilis pada tahun 1979 silam. “Di luar angkasa, tak ada yang bisa mendengar teriakanmu,” sebuah kalimat yang menggambarkan keputusasaan dan kesendirian. Mau teriak sekenceng-kencengnya pun nggak akan ada yang menolong

Film yang dibintangi oleh Sigourney Weaver itu memang disebut-sebut sebagai salah satu film horor fiksi ilmiah terbaik sepanjang masa oleh para kritikus. Selain dinobatkan sebagai Best Science Fiction Film versi Saturn Awards, Alien juga berhasil menyabet Best Visual Effects di Academy Awards, alias Oscar, di tahun yang sama.

Sejumlah sekuel pun segera mengikuti kesuksesan film yang pertama. Sebut saja Aliens (1986), Alien 3 (1992), dan Alien: Resurrection (1997). Semuanya dibintangi oleh Sigourney Weaver, yang memerankan jagoan wanita legendaris, pembasmi para makhluk asing, Ellen Ripley.

Film kelima, alias Alien 5, sempat disebut-sebut bakal diproduksi. Namun, tak kunjung terealisasi. Di saat para fans menunggu kelanjutan kisah Ellen Ripley, pada tahun 2012 yang lalu, sutradara Ridley Scott ternyata malah merilis prekuel dari Alien yang berjudul Prometheus. Setting waktunya sekitar 30 tahun sebelum kejadian di film yang pertama.

Saat diwawancarai bulan April lalu, Sir Ridley Scott menegaskan bahwa sekuel Alien 5 tak akan pernah dibuat. Sutradara gaek berusia 79 tahun itu lebih memilih untuk mengerjakan prekuelnya. Tak tanggung-tanggung. Bukan hanya satu atau dua film, melainkan bisa sampai empat film! Prometheus (2012) sebagai pembuka, lalu diikuti oleh tiga film selanjutnya, sebelum ceritanya nyambung dengan kejadian yang dialami oleh Ellen Ripley dkk di film Alien (1979).

Film pertama sebagai lanjutan dari Prometheus adalah Alien: Covenant, yang bakal tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Rabu (10/5) ini. Film yang kembali disutradarai oleh Ridley Scott tersebut merupakan film keenam dalam franchise Alien, dengan mengesampingkan Alien vs. Predator (2004) dan Aliens vs. Predator: Requiem (2007) yang dianggap sebagai spin-off tidak resmi.

Kisah Alien: Covenant sendiri mengambil setting waktu di tahun 2104, alias satu dasawarsa setelah kejadian di Prometheus. Bagi yang sudah lupa (sebaiknya menonton lagi), Prometheus sebenarnya adalah nama sebuah pesawat yang ditumpangi oleh Dr. Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dkk untuk menjelajahi sebuah planet asing. Misi mereka adalah mencari jawaban atas asal-usul kehidupan di bumi.

Sebagai bagian dari promosi, studio 20th Century Fox merilis sebuah video berjudul Prologue: The Crossing bulan April lalu. Klip pendek tersebut merupakan lanjutan dari Prometheus dan menjadi jembatan bagi para penonton sebelum menyaksikan Alien: Covenant.

Dalam prolog tadi, terungkap apa yang terjadi dengan karakter Dr. Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan robot android David (Michael Fassbender) di ending film Prometheus. Ternyata, mereka berdua masih melanjutkan misi untuk mencari para Creators, alias Engineers, yang diyakini sebagai pencipta kehidupan di bumi. Pesawat yang mereka tumpangi kemudian menuju planet tempat para kreator tersebut berasal.

Menurut sinopsis resmi, sepuluh tahun setelah kejadian di Prometheus tersebut, sebuah pesawat koloni bernama Covenant sedang menuju ke sebuah planet asing yang diyakini sebagai surga tersembunyi. FYI, sebelum berubah menjadi Alien: Covenant, judul film berdurasi 123 menit ini adalah Alien: Paradise Lost.

Planet terpencil yang didatangi oleh para kru pesawat Covenant tersebut memang digambarkan sangat indah. Namun, ada yang aneh. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Seorang ahli terraforming bernama Daniels (Katherine Waterston), yang juga istri dari sang kapten pesawat, Jacob Bronson (James Franco), mulai curiga.

Kekhawatiran Daniels akhirnya menjadi nyata. Planet terasing yang semula tampak seperti surga itu ternyata adalah neraka yang dihuni oleh makhluk ganas xenomorph. Para kru pesawat Covenant pun menjadi buruan alien-alien tersebut. Menariknya, di sana ternyata juga ada David (Michael Fassbender), robot android dari Prometheus.

Dari foto yang dirilis oleh majalah Empire beberapa waktu yang lalu, tampak aksi mengerikan xenomorph yang sedang memakan manusia. Alien itu terlihat duduk di tubuh korbannya, dengan potongan daging dan darah yang berceceran. Hiiiy..

Dalam artikel di majalah Empire, disebutkan bahwa karakter xenomorph terinspirasi dari film dokumenter alam tentang binatang buas yang ditonton oleh sang sutradara, Ridley Scott. John Logan, sang penulis naskah, bahkan mengakui bahwa beberapa dari video itu memang begitu menakutkan.

Saat diwawancarai, Michael Fassbender juga menyatakan bahwa Alien: Covenant ini bakal benar-benar menimbulkan ketegangan dalam gedung bioskop. Film ber-genre horror sci-fi itu berusaha meneropong realitas virtual peradaban manusia yang futuristik, dengan alur cerita yang menakutkan dan menegangkan.

Pria berdarah Jerman itu juga mengatakan bahwa ia harus melakoni dua peran berbeda di film Alien terbaru ini. Dua-duanya adalah robot android dengan tampilan fisik yang sangat mirip. Yang pertama adalah David, survivor dari Prometheus. Yang kedua adalah Walter, anggota kru pesawat Covenant.

Menurut rumor yang beredar, sosok android David memiliki peran yang sangat penting. Diperkirakan, dialah yang melakukan eksperimen rahasia terhadap kru pesawat Covenant. Hal ini diperkuat dengan dirilisnya sederet foto x-ray dari para karakter yang menampakkan sosok alien menyeramkan di dalam tubuh mereka!

Selain android berwujud manusia, di film ini juga terdapat robot Audi Lunar Quatro yang diproduksi oleh pabrik mobil ternama, Audi, khusus untuk Alien: Covenant. Dari trailer-nya, terlihat bahwa robot nir kendali itu berfungsi untuk melacak keberadaan alien maupun para kru pesawat. Lunar Quatro ini memang diproyeksikan sebagai alat penjelajah bulan di masa depan oleh Audi.

Sementara itu, untuk tokoh utamanya, Alien: Covenant kembali melanjutkan tradisi mengangkat karakter cewek sebagai jagoan. Kali ini, yang ketiban sampur adalah Katherine Waterston. Bintang Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) itu sadar bakal dibandingkan dengan Sigourney Weaver yang sangat legendaris. Namun, dia sudah berusaha untuk tidak terlalu terbebani selama menjalani syuting.

Di lain pihak, Noomi Rapace, pemeran jagoan cewek dalam Prometheus (2012), dipastikan bakal kembali tampil di Alien: Covenant. Namun, hingga kini, belum diketahui seberapa besar porsinya. Yang pasti, dalam foto-foto dan poster resmi yang sudah beredar, sama sekali tidak tampak sosoknya.

Setelah menggelar world premiere di Odeon Leicester Square, London, pada 4 Mei 2017 yang lalu, Alien: Covenant mendapat respon cukup positif dari para kritikus. Meski tidak menawarkan hal baru, film berbujet USD 111 juta ini dianggap tetap mampu menampilkan ciri khasnya, yaitu teror yang sangat menegangkan di luar angkasa.

***

Alien: Covenant

Sutradara: Ridley Scott
Produser: Ridley Scott, Mark Huffam, Michael Schaefer, David Giler, Walter Hill
Penulis Skenario: John Logan, Dante Harper
Pengarang Cerita: Jack Paglen, Michael Green
Pemain: Michael Fassbender, Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride, Demián Bichir
Musik: Jed Kurzel
Sinematografi: Dariusz Wolski
Penyunting: Pietro Scalia
Produksi: 20th Century Fox, Scott Free Productions
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 123 menit
Budget: USD 111 juta
Rilis: 4 Mei 2017 (Leicester Square), 10 Mei 2017 (Indonesia), 19 Mei 2017 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 9 Mei 2017)
IMDb: 8,5/10
Rotten Tomatoes: 77%
Metacritic: 65/100

Advertisements
Preview Film: Alien: Covenant (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s