Preview Film: Transformers: The Last Knight (2017)

Sejak dirilis pertama kali satu dekade silam, Transformers mampu memikat hati para penonton bioskop dan menjelma sebagai salah satu franchise film tersukses sepanjang masa. Total pemasukan sekitar USD 3,7 miliar berhasil diraup dari empat film yang sudah ditayangkan.

Meski rata-rata mendapat review negatif dari para kritikus, keberhasilan secara finansial tadi membuat Paramount Pictures pede untuk melanjutkan dan mengembangkan franchise yang diadaptasi dari mainan robot-robotan produksi Hasbro tersebut. Film yang kelima, alias yang terbaru, bertajuk Transformers: The Last Knight, pun akhirnya diluncurkan secara global mulai hari Rabu (21/6) ini.

Kisahnya merupakan lanjutan dari film keempat, Transformers: Age of Extinction (2014), yang dibintangi oleh Mark Wahlberg. Setelah tiga film pertamanya mengandalkan Shia LaBeouf sebagai aktor utamanya, Transformers memang mengusung bintang baru yang lebih matang dan senior. Mungkin, untuk menggaet segmen penonton yang lebih dewasa.

Pada ending film keempat, sang pemimpin Autobots, Optimus Prime (Peter Cullen), dikisahkan pergi meninggalkan bumi untuk mencari para pencipta Transformers, alias the Creators. Ketiadaan Optimus membuat dunia dilanda perang antara manusia dan para robot jadi-jadian tersebut.

Untuk menciptakan perdamaian dan menyelamatkan dunia, Cade Yeager (Mark Wahlberg), seorang inventor yang sebelumnya membantu para Autobots di Age of Extinction, kemudian bersekutu dengan Bumblebee, robot muda yang bisa berubah bentuk menjadi mobil Chevrolet Camaro berwarna kuning dan hitam. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins), seorang professor ahli sejarah dan astronomi dari Oxford University, Inggris.

Cade Yeager, Bumblebee dan Sir Edmund Burton berusaha menguak rahasia, kenapa para Transformers sangat betah tinggal di bumi. Bahkan, mereka sudah ada sejak masa prasejarah. Kedatangan para Transformers disebut-sebut sebagai salah satu penyebab punahnya dinosaurus dari permukaan bumi jutaan tahun yang lampau.

Untuk menghindari kejenuhan para penonton, mengingat film ini sudah dibuat hingga lima seri, Transformers: The Last Knight memang memberikan beberapa kejutan dan mengusung karakter-karakter baru. Setting-nya pun meliputi berbagai era.

Mulai dari jaman pembangunan piramida Giza di Mesir, eranya King Arthur yang legendaris itu, hingga masa NAZI-nya Adolf Hitler di Perang Dunia II. Para Transformers ternyata sudah ada sejak dahulu kala. Sebenarnya, misteri apa yang mereka simpan?

Dari trailer yang dirilis oleh Paramount Pictures beberapa waktu yang lalu, tampak para Transformers sedang berperang melawan beberapa prajurit berbaju besi. Adegan yang ber-setting di abad pertengahan tersebut tentu saja berkaitan dengan legenda King Arthur dan kelompok Knights of the Round Table-nya yang termashyur itu.

Sementara itu, kata-kata The Last Knight pada subjudul Transformers kelima ini ternyata merujuk pada sosok Cade Yeager. Bukan Optimus Prime ataupun Bumblebee, dua karakter Autobots yang selalu muncul dalam empat film sebelumnya.

Dalam sebuah adegan di trailer-nya, tampak sosok Yeager menemukan medali kuno yang dulu dimiliki oleh King Arthur (Liam Garrigan). Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa karakter yang diperankan oleh Mark Wahlberg itulah sosok terpilih, The Last Knight, ksatria terakhir yang bakal menyelamatkan dunia.

Selain terkait dengan legenda King Arthur, Transformers: The Last Knight juga menampilkan Stonehenge. Monumen prasejarah yang terletak di Wiltshire, Inggris itu terdiri dari bongkahan batu-batu besar. Selama ini, Stonehenge memang sering disebut berkaitan dengan para alien, dan, konon, merupakan “pintu gerbang” menuju dimensi lain.

Ditampilkannya Stonehenge sudah pasti ada kaitannya dengan kemunculan para Transformers di abad pertengahan. Selain itu, monumen tersebut sepertinya bakal mengungkap asal-usul para robot alien itu lebih jauh lagi.

Dalam versi film animasinya, dikisahkan bahwa leluhur dari para Transformers adalah Quintessa. Sosok penyihir wanita itu merupakan “pencipta” dari Planet Cybertron dan seluruh penghuninya, seperti Decepticons, Autobots, maupun Dinobots, alias robot yang bisa berubah bentuk menjadi dinosaurus.

Quintessa sendiri selalu berkeliling ke seluruh alam semesta dengan menggunakan pesawat raksasa bernama Unicron. Tujuannya adalah mencari planet organik untuk dikuras sumber daya alamnya. Kedatangannya yang pertama ke bumi pada jaman purba, diyakini, menjadi penyebab utama punahnya dinosaurus.

Dari trailer yang sudah dirilis, terlihat bahwa penampakan Quintessa sangat mirip dengan penampilannya di versi film animasi. Tubuhnya dilapisi baja, memiliki tentakel seperti gurita, dan melayang-layang di angkasa. Sepertinya, dialah tokoh antagonis utama di Transformers: The Last Knight ini.

Selain Quintessa, karakter antagonis lawas, Megatron, kabarnya juga kembali muncul. Dari foto yang diunggah oleh sutradara Michael Bay, pemimpin Decepticons itu tampak lebih sangar. Menariknya, di bagian kepalanya tertera beberapa aksara kuno kaum Cybertron yang artinya adalah “Megatron Knight”.

Karakter lain yang menarik adalah Hot Rod (Omar Sy). Dalam empat film sebelumnya, robot yang bisa berubah bentuk menjadi mobil Lamborghini Centenario ini tidak pernah muncul. Dalam versi animasi, Hot Rod dikenal sebagai pembunuh Optimus Prime. Apakah di versi live-action ini juga bakal sama?

Sosok Optimus Prime sendiri di Transformers: The Last Knight cukup mengundang penasaran. Dari trailer-nya, tampak adegan dia sedang bertarung dengan Bumblebee, yang seharusnya merupakan teman seperjuangannya sejak dulu. Kedua matanya juga berubah menjadi ungu, seperti mata Decepticons.

Dalam versi animasinya, Optimus Prime, yang pergi mencari penciptanya, memang akhirnya bertemu dengan Quintessa. Namun, kemudian dia malah dimatikan, lalu dihidupkan lagi, dan dikirim kembali ke bumi dengan misi mencuri Matrix of Leadership. Entah apakah kisah di versi live-action-nya ini juga demikian.

Selain para robot di atas, tokoh-tokoh manusia yang dulu menghiasi tiga film pertama, dan absen di film keempat, juga kembali muncul. Sebut saja Komandan William Lennox (Josh Duhamel), Sersan Robert Epps (Tyrese Gibson), serta Seymour Simmons (John Turturro), mantan agen rahasia yang kocak itu.

Di samping para karakter lawas tersebut, juga ada beberapa tokoh baru yang tampaknya juga memiliki peran penting. Antara lain, Sir Edmund Burton, yang tadi latar belakangnya sudah sempat disinggung di awal tulisan ini, dan Viviane Wembly (Laura Haddock), seorang Professor Sastra Inggris dari Oxford University.

Yang juga membuat penasaran adalah sosok Izabella (Isabela Moner). Gadis ababil tomboy itu dikisahkan telah kehilangan kedua orang tuanya. Mereka tewas saat Kota Chicago diserang Decepticons dalam film Transformers ketiga, Dark of the Moon (2011). Izabella pun akhirnya hidup di jalanan. Ditemani oleh Canopy dan Sqweeks, sebuah robot unyu yang bisa berubah menjadi Vespa.

Sementara itu, sutradara Michael Bay, yang sudah membesut franchise ini sejak film pertamanya pada tahun 2007, mengkonfirmasi bahwa The Last Knight bakal menjadi film Transformers terakhirnya. Sebenarnya, setelah Age of Extinction (2014), Bay sudah memutuskan untuk mundur. Namun, akhirnya dia berubah pikiran.

Meski nantinya ditinggal Michael Bay, bukan berarti franchise Transformers bakal tamat. Malah, Paramount Pictures kabarnya sudah menyiapkan sebuah spin-off tentang Bumblebee, yang akan ditayangkan tahun depan, dan film keenam yang bakal dirilis pada 28 Juni 2019!

Paramount sepertinya memang tidak main-main dalam mengembangkan franchise Transformers. Mereka ingin mengikuti jejak Disney yang sukses besar dengan Marvel Cinematic Universe dan Warner Bros. Pictures dengan DC Extended Universe-nya.

Konon, untuk menyaingi dua studio besar itu, Paramount ingin membuat Hasbro Cinematic Universe. Mereka berniat menyatukan para karakter mainan produksi Hasbro dalam satu film. Semacam The Avengers dan Justice League. Jadi, siap-siap saja melihat kolaborasi antara Transformers, Micronauts, dan, yang pasti, G.I. Joe!

Semua rencana di atas bakal semakin mendekati kenyataan seandainya Transformers: The Last Knight sukses di pasaran. Dengan modal superjumbo, mencapai USD 260 juta, film kelima ini diharapkan bisa menjadi blockbuster di box office. Minimal, menyamai prestasi dua film sebelumnya yang meraup pemasukan di atas USD 1 miliar.

Hingga saat ini, respon dari para kritikus masih belum diketahui. Apakah bakal negatif seperti tiga film sebelumnya, atau cukup lumayan seperti film yang pertama? Yang pasti, durasi The Last Knight cukup lama. Seperti film-film India. Hampir 2,5 jam. Khas film-film Transformers garapan Michael Bay. Semoga saja ceritanya seru dan tidak membosankan!

***

Transformers: The Last Knight

Sutradara: Michael Bay
Produser: Don Murphy, Tom DeSanto, Lorenzo di Bonaventura, Ian Bryce
Penulis Skenario: Art Marcum, Matt Holloway, Ken Nolan
Pengarang Cerita: Akiva Goldsman, Art Marcum, Matt Holloway, Ken Nolan
Berdasarkan: Transformers by Hasbro
Pemain: Mark Wahlberg, Josh Duhamel, Stanley Tucci, Anthony Hopkins
Musik: Steve Jablonsky
Sinematografi: Jonathan Sela
Penyunting: Mark Sanger, John Refoua, Adam Gerstel
Produksi: Di Bonaventura Pictures, Hasbro Studios
Distributor: Paramount Pictures
Durasi: 149 menit
Budget: USD 260 juta
Rilis: 18 Juni 2017 (Odeon Leicester Square), 21 Juni 2017 (Indonesia & Amerika Serikat)

Rating (hingga 20 Juni 2017)
IMDb: –
Rotten Tomatoes: –
Metacritic: –

Advertisements
Preview Film: Transformers: The Last Knight (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s