Preview Film: Despicable Me 3 (2017)

Sejak dirilis pertama kali pada tahun 2010, Despicable Me, yang produksi oleh Illumination Entertainment, langsung memikat perhatian para moviemania. Kisah yang dikarang oleh Sergio Pablos itu kemudian berubah menjadi salah satu franchise film animasi tersukses sepanjang sejarah.

Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, setidaknya, sudah ada empat film layar lebar dan sepuluh film pendek yang dirilis. Yang terbaru adalah Despicable Me 3, yang mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada hari Rabu (12/7) ini.

Penayangan Despicable Me 3 di sini memang sedikit terlambat karena berbarengan dengan momen Lebaran. Di Amerika Utara, Gru dan para minion pengikutnya sudah lebih dulu dirilis sejak akhir bulan Juni yang lalu.

Kisahnya masih merupakan lanjutan dari dua film sebelumnya, Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013). Felonious Gru, yang suaranya diisi oleh Steve Carell, masih menjadi tokoh utamanya.

Bedanya, kali ini, Gru bukan lagi jones, alias jomblo ngenes. Dia sudah mengawini Lucy Wilde (Kristen Wiig), setelah berkencan 147 kali, dan hidup bersama tiga anak angkatnya: Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier) dan Agnes (Nev Scharrel).

Bisa dibilang, Gru, yang mantan penjahat itu, sekaligus boss dari para minion, sekarang sudah berubah menjadi family man. Setiap malam, dia tidak pernah lupa membacakan dongeng bagi ketiga putri asuhnya.

Namun, kehidupan tenang keluarga Gru tidak bertahan lama. Kali ini, muncul supervillain baru, bernama Balthazar Bratt (Trey Parker), yang siap mengusik kebahagiaan Gru bersama istrinya, yang juga mantan agen rahasia itu.

Balthazar sendiri sebenarnya merupakan bekas bintang cilik di era 1980-an. Seiring dengan bertambahnya umur dan faktor pubertas, popularitasnya menurun drastis. Balthazar kemudian berniat membalas dendam terhadap Hollywood yang sudah membuatnya tidak laku lagi.

Selain harus menghadapi musuh baru yang aneh, Gru juga harus mengatasi saudara kembarnya, Dru (suaranya juga diisi oleh Steve Carell), yang tiba-tiba muncul dalam kehidupannya.

Wajah Dru serupa dengan Gru. Hanya saja, dia tidak botak dan memiliki rambut yang modelnya mirip dengan Donald Trump. Sepertinya, karakter baru ini memang ditujukan sebagai parodi dari Presiden Amerika Serikat tersebut.

Kostum Dru juga serba putih. Beda dengan Gru yang serba hitam. Misinya adalah mengembalikan Gru, yang sudah bertobat, sebagai penjahat seperti anggota keluarga mereka lainnya. Bagaimana kelanjutan dari hubungan dua saudara kembar ini?

Btw, saat diwawancarai, Steve Carell, yang mengisi suara Gru dan Dru, menyatakan bahwa Despicable Me 3 ini adalah kali terakhir dia menjadi pengisi suara. Meski demikian, Carell mengaku nggak akan menolak seandainya diminta menjadi cameo dalam sekuel Minions yang rencananya dirilis pada tahun 2020 mendatang.

Di lain pihak, suara anak angkat Gru yang paling kecil, Agnes, di film ketiga ini diisi oleh Nev Scharrel. Suara dubber di dua film sebelumnya, Elsie Fisher, dianggap tidak lagi cocok karena Agnes sudah agak besar.

Bagi para penonton dewasa, salah satu hal yang menarik dari Despicable Me 3 adalah soundtrack-nya. Banyak lagu-lagu terkenal dari era 1980-an yang muncul, antara lain Bad-nya Michael Jackson dan Into the Groove yang dipopulerkan oleh Madonna.

Sementara itu, seperti franchise-franchise lainnya, Despicable Me 3 juga harus berupaya keras untuk menyamai kesuksesan film-film pendahulunya di box office. Apalagi, bujet yang dihabiskan untuk membuat film berdurasi 90 menit ini cukup besar. Mencapai USD 80 juta.

Setelah tayang hampir dua pekan, sejauh ini, Despicable Me 3 baru mengumpulkan pemasukan USD 450 juta. Masih di bawah film pertama dan kedua yang masing-masing berhasil meraup USD 546 juta dan USD 975 juta.

Alur cerita yang cukup rumit dan penonton yang mulai jenuh ditengarai menjadi penyebab Despicable Me 3 sulit mengalahkan capaian dua film pendahulunya. Film ketiga ini menggabungkan banyak sekali elemen yang berpotensi membingungkan. Padahal, para penonton menyukai plot yang sederhana, tapi kuat.

Di Despicable Me 3, setiap tokoh sepertinya memang punya cerita sendiri-sendiri. Gru harus menghadapi saudara kembarnya, Dru. Lucy ingin menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik. Agnes, si bungsu yang lucu itu, sibuk mencari unicorn.

Tak ketinggalan, para minion, yang suaranya diisi oleh sang sutradara, Pierre Coffin, selalu bikin ulah dan ingin terkenal. Makhluk-makhluk mungil berwarna kuning itu sampai mengikuti kontes pencarian bakat hingga membuat kekacauan di dalam penjara.

Sejumlah situs review pun memberi rating tidak sebaik dua film sebelumnya yang mendapat respon positif. Menurut para kritikus, satu-satunya yang masih menghibur dari franchise rilisan Universal Pictures ini adalah penampilan para minion dengan segala tingkah absurd mereka.

***

Despicable Me 3

Sutradara: Pierre Coffin, Kyle Balda
Produser: Chris Meledandri, Janet Healy
Penulis Skenario: Cinco Paul, Ken Daurio
Berdasarkan: Para karakter ciptaan Sergio Pablos
Pemain: Steve Carell, Kristen Wiig, Trey Parker, Miranda Cosgrove, Steve Coogan, Jenny Slate, Dana Gaier, Julie Andrews
Musik: Heitor Pereira, Pharrell Williams
Penyunting: Claire Dodgson
Produksi: Universal Pictures, Illumination Entertainment
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 90 menit
Budget: USD 80 juta
Rilis: 14 Juni 2017 (Annecy), 30 Juni 2017 (Amerika Serikat), 12 Juli 2017 (Indonesia)

Rating (hingga 12 Juli 2017)
IMDb: 6,4/10
Rotten Tomatoes: 61%
Metacritic: 48/100
CinemaScore: A-

Advertisements
Preview Film: Despicable Me 3 (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s