Preview Film: Valerian and the City of a Thousand Planets (2017)

Sebelum George Lucas merilis Star Wars, yang akhirnya menjadi fenomena global, pada tahun 1977, publik Eropa, terutama Prancis, sebenarnya, sudah mengenal kisah opera luar angkasa berjudul Valerian and Laureline. Cerita fiksi ilmiah karya Pierre Christin dan Jean-Claude Mezieres tersebut diterbitkan dalam bentuk komik pada 1967.

Tahun ini, tepat setengah abad sejak Valerian dan Laureline dirilis untuk pertama kalinya. Komik tersebut telah terjual lebih dari 10 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 21 bahasa dengan jutaan fans di seluruh dunia.

Salah satu penggemar komik Valerian and Laureline adalah Luc Besson. Hal itulah yang kemudian memicu sutradara legendaris asal Prancis tersebut untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar berjudul Valerian and the City of a Thousand Planets, yang baru mulai tayang di bioskop-bioskop Cinema 21 Indonesia pada hari Selasa (1/8) kemarin.

Sesuai dengan komiknya, film tersebut ber-setting pada abad ke-28. Yang menjadi tokoh utama adalah Valerian (Dane DeHaan) dan Laureline (Cara Delevingne). Keduanya adalah space-and-time-travelling agent dari Bumi yang bertugas di sebuah stasiun luar angkasa bernama Alpha, yang dihuni oleh berbagai makhluk dari ribuan planet di alam semesta.

Suatu ketika, mereka mendapat misi untuk mengambil kembali sebuah makhluk langka dengan kekuatan super dari Planet Mul, yang disebut sebagai “converter”. Masalahnya, banyak pihak yang mengincar makhluk yang diperdagangkan di pasar gelap tersebut, bukan hanya Valerian dan Laureline.

Jika si converter jatuh ke tangan yang salah, bisa sangat berbahaya. Bahkan, bisa menghancurkan Alpha, kota metropolis yang menaungi jutaan spesies dari ribuan planet di alam semesta. Mampukah Valerian dan Laureline menuntaskan misi yang mereka emban?

Dalam komik, Laureline digambarkan sebagai seorang petarung yang tangguh. Dia adalah cewek yang sangat independen dan kuat. Berbeda dengan Valerian yang cenderung semaunya sendiri dan jenaka.

Oh, ya. Valerian ini naksir berat ama Laureline. Namun, Laureline selalu menolak cintanya karena dia menganggap Valerian adalah seorang playboy yang suka mempermainkan wanita.

Cara Delevingne sendiri rela berolahraga berbulan-bulan untuk membentuk tubuhnya agar sesuai dengan postur Laureline yang atletis. Menurutnya, karakter yang dia perankan sangat keren dan bisa mengimbangi peran Valerian.

Saat diwawancarai, sutradara Luc Besson merasa sudah tepat memilih Dane DeHaan dan Cara Delevingne sebagai Valerian dan Laureline. Dia memang sengaja memasangkan pemain dengan passion yang cukup besar. Dan, menurutnya, mereka berdua mampu melakukannya dengan baik.

Selain dua bintang muda tersebut, Valerian juga diperkuat oleh Rihanna. Pelantun lagu “Hate That I Love You” itu menjadi seorang alien sexy bernama Bubble yang bekerja sebagai penari erotis.

Luc Besson memang sengaja ingin menampilkan karakter Bubble yang bisa menjadi imajinasi bagi setiap pria. Dia adalah pemain kabaret, semacam Marilyn Monroe, tapi versi Afrika, dengan kulit eksotik yang memikat.

Ketika mulai casting, Besson langsung mengontak Rihanna. Menurutnya, tidak ada yang lebih tepat untuk memerankan sosok Bubble daripada Riri. Dan, dia mengaku sudah sejak lama menginginkan Riri terlibat dalam filmnya.

Meski berlatar belakang sebagai penyanyi, Rihanna dipuji oleh Besson mampu beradaptasi dengan cepat di dunia perfilman. Dia tidak takut pada kamera dan mampu berakting di depan ribuan orang.

Sementara itu, bagi Besson, film Valerian adalah perwujudan dari impiannya. Dia mengaku memang ingin membuat film ini karena jatuh cinta dengan komiknya sejak berusia 10 tahun.

Membesut film fiksi ilmiah, sebenarnya, juga bukan hal yang baru bagi Besson. Dua dekade yang lalu, dia pernah menelurkan The Fifth Element. Film sci-fi ber-setting abad ke-23 yang dibintangi oleh Bruce Willis dan Milla Jovovich tersebut mendapat respon positif dari para kritikus.

Besson, tampaknya, ingin mengulangi kesuksesan The Fifth Element. Dengan bujet jumbo, nyaris EUR 200 juta, dia berusaha menyuguhkan sebuah petualangan luar angkasa yang baru lewat Valerian dengan gambar-gambar yang futuristik dan perang antariksa yang dahsyat.

Untuk mendeskripsikan bentuk para makhluk luar angkasa, Besson sampai menulis sendiri penjelasannya sepanjang 600 halaman. Hal itu bertujuan agar para aktor bisa membayangkan penampakannya seperti apa, dan bisa menyesuaikan dengan akting mereka ketika berhadapan dengan para alien tersebut.

Dari trailer yang dirilis beberapa waktu lalu, memang tampak berbagai bentuk makhluk luar angkasa yang superunik. Mereka semua berinteraksi dalam sebuah mall alias pusat perbelanjaan versi antariksa di Kota Alpha.

Luc Besson, sepertinya, memang berhasil menyajikan visualisasi yang memikat dalam Valerian. Terutama, pemandangan Planet Mul dengan pasir pantai yang sangat indah, penuh warna, dan dijamin bakal memanjakan mata para penonton.

Penampakan makhluk dari Planet Mul sendiri, sekilas, mirip dengan bangsa Na’vi dari film Avatar (2009). Wajah mereka berkulit putih dan pucat, tanpa rambut, dengan bentuk tubuh kurus dan tinggi.

Sayangnya, berbagai visual efek luar biasa di atas, tampaknya, tak mampu untuk mengangkat Valerian. Para kritikus memberi respon kurang positif. Mereka menilai film berdurasi 137 menit ini lemah dari segi cerita. Banyak plot yang berlubang di beberapa bagian.

Luc Besson dianggap hanya menitikberatkan pada keindahan visualisasi yang memukau mata, tapi lupa pada kesinambungan plot dalam filmnya. Ceritanya dinilai terlalu berfokus pada kisah cinta Valerian dan Laureline ketimbang misi mereka.

Alhasil, secara box office, Valerian juga terengah-engah. Setelah tayang hampir dua pekan, film independen dan film produksi Eropa termahal sepanjang sejarah tersebut hanya mampu mengumpulkan pemasukan USD 52 juta. Masih sangat jauh dari bujetnya yang di atas USD 200 juta.

***

Valerian and the City of a Thousand Planets

Sutradara: Luc Besson
Produser: Luc Besson, Virginie Besson-Silla
Penulis Skenario: Luc Besson
Berdasarkan: Valérian and Laureline by Pierre Christin, Jean-Claude Mézières
Pemain: Dane DeHaan, Cara Delevingne, Clive Owen, Rihanna, Ethan Hawke, Herbie Hancock, Kris Wu, Rutger Hauer
Musik: Alexandre Desplat
Sinematografi: Thierry Arbogast
Penyunting: Julien Rey
Produksi: EuropaCorp, Fundamental Films, BNP Paribas Fortis Film Finance, Universum Film, Gulf Film, River Road Entertainment, Belga Films
Distributor: STX Entertainment (Amerika Serikat), EuropaCorp (Prancis)
Durasi: 137 menit
Budget: USD 210 juta
Rilis: 17 Juli 2017 (Grauman’s Chinese Theatre), 21 Juli 2017 (Amerika Serikat), 26 Juli 2017 (Prancis), 1 Agustus 2017 (Indonesia)

Rating (hingga 2 Agustus 2017)
IMDb: 6,8/10
Rotten Tomatoes: 51%
Metacritic: 51/100
CinemaScore: B-

Advertisements
Preview Film: Valerian and the City of a Thousand Planets (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s