Preview Film: Pengabdi Setan (2017)

Saat dirilis pada tahun 1980, Pengabdi Setan langsung mendapat sambutan positif dan disebut-sebut sebagai salah satu film horror paling legendaris pada eranya. Kisah film besutan sutradara Sisworo Gautama itu kemudian menjadi benchmark yang banyak diikuti oleh film-film horror sesudahnya, yaitu tentang unsur religi untuk melawan teror roh jahat.

Salah satu penggemar dari film Pengabdi Setan tersebut adalah Joko Anwar. Sutradara yang beberapa tahun lalu sempat bikin heboh dengan berbugil ria di sebuah minimarket itu mengaku sangat mengagumi karya Sisworo Gautama.

Menurut Joko, bukan hanya ceritanya yang bagus, tapi teknik pengambilan gambarnya juga sangat memukau. Bahkan, gara-gara film Pengabdi Setan itulah, lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung) tersebut bercita-cita menjadi seorang sutradara.

Tak heran, saat sudah dewasa dan menjadi sineas terkenal, Joko Anwar terobsesi untuk membuat ulang, alias me-remake, film yang dirilis secara internasional dengan judul Satan’s Slave tersebut. Dan, tahun ini, impiannya sejak kecil itupun terwujud.

Setelah berjuang selama enam tahun untuk meyakinkan para produser, akhirnya, Joko Anwar berhasil merilis Pengabdi Setan versi terbaru, alias versinya sendiri. Film yang menghabiskan bujet hingga IDR 5 miliar itu kini sedang tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Kisah remake Pengabdi Setan ini memang berbeda dengan versi originalnya. Namun, intinya tetap sama. Yaitu, tentang sebuah keluarga yang diteror oleh roh jahat.

Ceritanya, ada seorang ibu bernama Mawarni (Ayu Laksmi) yang meninggal setelah beberapa tahun menderita sakit misterius. Akan tetapi, setelah dikuburkan, hal-hal aneh mulai terjadi.

Anak-anak Mawarni merasa arwah sang ibu kembali ke rumah untuk menghantui mereka. Cemas dengan teror tersebut, si anak tertua, yang bernama Rini (Tara Basro), berusaha mencari cara untuk melindungi sang ayah dan ketiga adiknya dari si hantu gentayangan. Apakah yang bakal terjadi selanjutnya?

Dibandingkan film yang pertama, cerita Pengabdi Setan versi remake ini lebih jelas dan detail. Latar belakang setiap anggota keluarga diceritakan dengan baik. Misalnya, tentang awal mula si ibu menderita sakit misterius. Di versi original, hal tersebut tidak diterangkan. Sang ibu tiba-tiba saja meninggal tanpa ada penjelasan lengkap.

Oleh karena itu, di Pengabdi Setan versi baru ini, para penonton bakal lebih mudah dalam memahami kisahnya. Selain itu, hubungan antar-karakter di film berdurasi 105 menit juga digambarkan secara jelas. Jadi, meskipun cukup kompleks, tidak akan membingungkan para pemirsanya

Joko Anwar sendiri, selaku sutradara sekaligus penulis naskah, mengaku tetap mempertahankan sejumlah unsur dari film pertama. Tidak semuanya dia perbarui. Bahkan, beberapa adegan dia buat sama dengan Pengabdi Setan garapan Sisworo Gautama. Hal tersebut sebagai wujud tribute dan nostalgia.

Salah satu scene paling ikonis dalam Pengabdi Setan adalah serbuan mayat hidup dalam jumlah banyak dan sekte pemuja iblis. Joko Anwar ternyata memilih menggunakan cara manual untuk membuatnya, meski saat ini sudah ada teknologi CGI.

Jadi, para pemeran zombie ala The Walking Dead tersebut di-make up layaknya mayat hidup seperti di film pertamanya. Namun, hasilnya ternyata tetap bagus. Nuansa seramnya terjaga meski tidak menggunakan teknologi efek visual.

Setting rumah tua dan interior yang digunakan untuk syuting juga sengaja dibuat kuno dan usang. Menurut Joko, hal itu untuk menjaga kemiripan dengan film yang pertama dan agar efek orisinalitasnya tidak berkurang.

Seperti film-film horror lainnya, jump-scare juga menjadi senjata utama Pengabdi Setan. Kemunculan hantu yang tiba-tiba dari ruang gelap dijamin bakal membuat jantung para penonton terasa mau copot.

Selain mengandalkan rumah tua, pencahayaan yang minim, dan suasana pemakaman yang mencekam, Joko juga menghadirkan tata suara yang menegangkan. Di samping itu, dia juga menampilkan sebuah lagu yang bakal membuat para penonton merinding. Judulnya, Kelam Malam, yang dinyanyikan oleh Ayu Laksmi, si pemeran Mawarni.

Dengan tagline “Ibu Datang Lagi”, Pengabdi Setan memang disiapkan oleh Joko Anwar untuk meneror mental para penonton. Sejumlah elemen kejutan dan twist ending, kabarnya, juga bakal ditampilkan. Jadi, siap-siap saja dibikin kaget.

Hal-hal di atas, tampaknya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon penonton. Banyak yang akhirnya menjadi penasaran. Terbukti, dalam tiga hari pertama penayangan, Pengabdi Setan sudah disaksikan oleh 352.173 orang.

Joko Anwar dinilai sukses, tidak hanya dalam me-remake, tapi juga mempertahankan unsur originalitas dari Pengabdi Setan. Bahkan, tak sedikit yang menganggap produksi Rapi Films ini sebagai The Conjuring-nya Indonesia.

Btw, jika pacar kamu yang mukanya serem itu takut nonton Pengabdi Setan, kamu bisa nonton bareng aku, kok. Daripada aku nonton sendirian. Hehe.. Nanti aku sediain pundak, deh. Buat kamu tutup muka pas ada adegan serem. Nanti aku juga beliin popcorn. Kita makan sebungkus berdua. Lalu, tangan kita bersentuhan saat mau mengambilnya. Lalu.. Ah, sudahlah..

***

Pengabdi Setan

Sutradara: Joko Anwar
Produser: Subagio S., Gope T. Samtani
Penulis Skenario: Joko Anwar
Pemain: Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, Ayu Laksmi, Elly D. Luthan, Nasar Annuz, Arswendi Nasution, Egi Fedly, M Adhiyat, Fachri Albar, Asmara Abigail
Produksi: Rapi Films
Distributor: CJ Entertainment
Durasi: 105 menit
Budget: IDR 5 miliar
Rilis: 28 September 2017 (Indonesia)

Rating (hingga 3 Oktober 2017)
IMDb: 8,4/10
Rotten Tomatoes: –

Advertisements
Preview Film: Pengabdi Setan (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s